Pelayan Hati

Pelayan Hati
citra ~ aldo


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"pak Aldo?ada urusan apa mencari pak Aldo?"tanya wanita itu menatap sinis ke arah citra


Citra masih terdiam didepan pintu,dia menatap wanita cantik itu. Rasanya dia ingin pergi dari sana tapi saat ingin membalikan tubuhnya,dia merasa sedikit pusing. Citra memegang ujung meja tempat pria tadi berjaga,tubuhnya terasa lemas hingga akhirnya dia memilih duduk dilantai depan pintu itu.


"hei nona....jangan membuat keributan disini,cepat bangun "teriak wanita itu tapi citra masih memegang kepala nya yang terasa pusing


Wajah citra juga sudah terlihat sedikit pucat,mungkin karena tadi dia cepat-cepat ingin menjumpai Aldo dan ingin makan bersama. Mungkin karena dia kelaparan dan tak sanggup menahan tubuhnya saat ini,apalagi dia lagi hamil dan cepat lapar.


"hei.....cepat pergi dari sini"ucap wanita itu dengan menepuk bahu citra pelan


Mendengar suara keributan dari luar,Aldo keluar dan melihat ke asal suara. Terlihat istrinya yang sudah duduk dilantai dengan wajah yang sedikit pucat,Aldo mendekati nya


"sayang ....kamu kenapa?"tanya Aldo khawatir


Wanita yang tadi membentaknya langsung terlihat ketakutan,dia mundur perlahan-lahan. Menggenggam tangannya,keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


"sayang... "ucap Aldo sambil menggendong tubuh citra dan membawanya kedalam ruangan nya


Semua anggota Aldo disana dibuat terkejut,karena mereka mengira kalau Aldo belum menikah. Saat Aldo membuat pesta pernikahan sederhananya hanya dihadiri oleh para teman dan komandannya para anggotanya tidak semua yang mengetahui kalau Aldo sudah menikah


Aldo meletakan tubuh citra diatas sofa ,dia mengambil minyak angin yang ada dikotak obat didalam ruangannya. Menciumkannya ke hidung citra,tak lama kemudian citra pun sadar. Citra memandang sekeliling nya,melihat citra yang sudah sadar. Aldo langsung menciumi kening citra berkali-kali


"kamu kenapa sayang?ada perlu apa kesini?"tanya Aldo khawatir

__ADS_1


"itu..."jawab citra sambil menunjuk Tupperware yang sudah berada diatas meja kerja Aldo,Aldo melihat Tupperware itu dan langsung tersenyum


"kalian semua keluar"ucap Aldo tegas


Aldo membantu citra duduk disofa,kemudian dia mendekati meja kerjanya dan mengambil Tupperware yang dibawa citra. Dia membuka Tupperware dan menyusun makanan diatas meja,citra mendekat dan menyiapkan makanan dipiring untuk Aldo


"sayang....kenapa kamu ngak langsung masuk saja?kenapa malah duduk didepan pintu"ucap Aldo sambil memakan makanan yang diberikan citra


Citra bingung harus menjelaskan apa,dia diam saja dan tersenyum. Dia mendekati Aldo dan membuka mulutnya dengan lebar,menatap Aldo yang sudah memasukan makanan yang dipiring nya ke mulut citra.


"aaa....lagi,dari tadi aku lapar makanya baru sampe depan pintu sudah lemas"ucap citra sambil tersenyum dan membuka mulutnya lagi


"kenapa ngak makan dulu sih?"tanya Aldo khawatir


"adeknya pengen minta disuapi ayah nya,kamu ngak mau"ucap citra lagi sambil mengerucutkan bibirnya


"ha....ha....mau lah,kamu ini manja banget sih"jawab Aldo sambil tertawa


Citra membuka blazer nya,berharap Aldo tergoda dengan tubuhnya yang seksi. Aldo masih menatap makanannya,dia belum memperhatikan citra yang sudah membuka blazer nya. Citra semakin cemberut saat Aldo merasa tak perduli dengannya,citra mengambil piring Aldo dan meletakan nya di atas meja,Aldo baru menatap citra dengan bingung tapi tak lama kemudian Aldo tersenyum


"kamu udah kenyang sayang?"tanya Aldo lembut sambil memberikan minuman pada citra


Citra meminumnya dan membereskan bekas makan mereka,Aldo memperhatikan citra yang terlihat seksi dimatanya. Citra sudah tak perduli,dia tersenyum senang melihat wajah citra yang cemberut.


"aku mau pulang "ucap citra ketus

__ADS_1


"cit...."panggil Aldo sambil menarik tangan citra dan membawanya kepangkuan nya


"aku kangen kamu"ucap Aldo sambil mencium bahu citra yang sudah terbuka karena blazer nya belum dipakainya lagi.


"cit....yuk pulang,aku udah ngak tahan ni"ucap Aldo lagi sambil tangannya sudah meremas bukit kembar milik citra. Citra tersenyum,ternyata godaannya berhasil.


Citra berbalik ke belakang,menatap wajah Aldo yang sudah bergairah. Citra menangkup wajah Aldo dan menciumi seluruh wajah Aldo tanpa sisa,Aldo membalas menciumi wajah citra juga hingga suara pintu terbuka.


"maaf..."ucap wanita yang tadi melarang citra masuk


Citra ingin turun dari pangkuan Aldo,tapi Aldo semakin memeluk pinggang citra dengan erat. Citra merasa malu karena ada yang melihat kemesraan mereka


"ada apa?"tanya Aldo ketus pada wanita yang masuk tadi


"ini....ini...saya mengantarkan surat yang harus anda tandatangani pak"jawab wanita itu gugup,dia takut jika citra melaporkan nya pada Aldo


"letakan diatas meja ku dan cepat keluar dari sini"jawab Aldo kasar


"sayang....."ucap citra menenangkan Aldo sambil mengelus wajah Aldo


"iya sayang....ada apa hhhmm?"tanya Aldo lembut,membuat wanita tadi terkejut karena selama ini Aldo selalu bersikap ketus dan tegas pada semua orang. Bahkan sewaktu dia berpacaran dengan viona pun,Aldo tetap terlihat berwibawa dan tegas tapi saat ini wanita itu seperti melihat sisi lain dari Aldo


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2