Pelayan Hati

Pelayan Hati
#57


__ADS_3

#57


Rani langsung menghempaskan tangan dimas,lagi-lagi dimas tertawa melihat kelakuan rani. Rani menuju pintu yang terletak didalam kamar, dia membuka nya dan melihat betapa besarnya kamar mandi tersebut


"aduh...kenapa kamar mandinya juga besar sekali?" gumam rani sambil cemberut


"sudah mandi,aku akan menunggu disini"ucap dimas sambil duduk disofa yang ada dikamar itu


Rani masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya,tak lama kemudian pelayan ibu kartini datang dan membawa pakaian dalaman juga dress.


"ya ampun.... aku lupa membawa handuk, bagaimana ini?"gumam rani


Rani membuka pintu kamar mandi,berharap masih ada dimas diluar agar bisa mengambilkannya handuk atau sejenisnya yang bisa dipakainya. Dia mengeluarkan sebagian kepalanya,melihat keluar. Dimas yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya, langsung melongok ke arah pintu melihat kepala rani yang keluar


"kau sedang apa?"tanya dimas heran


"ini pakaiannya sudah diantarkan oleh pelayan tadi,ambillah dan bawa ke kamar mandi.... atau kau ingin ganti disini?"ucap dimas menggoda


"ii...itu tuan...bisa ambilkan handuk untukku?disini tidak ada handuk"jawab rani malu

__ADS_1


"ha....ha....aku kira apa,sebentar aku cari dulu. Karena kamar ini bukan kamarku jadi aku harus mencarinya"ucap dimas sambil membuka pintu lemari dan mencari nya


"ini... ini juga pakaiannya, bawa skalian saja jadi kau tidak mondar-mandir" ucap dimas setelah mendapatkan handuknya


Rani mengambil handuk dan pakaiannya,dia mulai memakainya. Seorang pelayan datang memberitahukan dimas,bahwasannya ibu kartini dan yang lainnya sudah menunggu dimeja makan.


"dia terlihat cantik, malah makin cantik"ucap dimas dalam hati


Dimas dan rani berjalan beriringan menuju meja makan didapur ibu kartini,sepanjang perjalanan menuju dapur. Tangan dimas dan rani sesekali bersentuhan, hingga membuat wajah keduanya memerah


"hei....ada apa dengan wajah kalian?"tanya satria saat mendapati wajah dimas dan rani memerah


"kau salah liat bro"jawab dimas langsung menarik kursi dan duduk disebelah tiara


"istri?aku pikir kau hanya bercanda tadi didepan tua bangka itu,jadi benar kalian sudah menikah?"jelas dimas bingung


Satria diam saja,dia memilih duduk disamping rani. Selama makan berlangsung, mereka diam menikmati makanan dihadapannya. Setelah selesai makan,satria dan dimas kembali keruang keluarga. Sedangkan tiara dan rani ikut membantu membereskan bekas makan mereka


"bagaimana?"tanya satria membuka pembicaraan

__ADS_1


"apanya bagaimana?" tanya dimas bingung


"sepertinya kau menyukai wanita itu, apa kau akan mempertahankan nya?"ucap satria


"aku juga masih bingung dengan perasaanku,lagian aku juga baru bertemu dengannya."jawab dimas


"mau aku kasih saran?"ucap satria


Dimas masih diam, tidak mengiyakan atau pun menolak saran dari satria. Dia hanya menunggu kata-kata keluar dari mulut satria


"dia merasa berhutang padamu,sebaiknya kau jadikan saja dia pembantu dirumahmu....selama itu kau bisa melihat dan merasakan perasaan mu yang sesungguhnya" jelas satria


"kau benar juga,aku akan mencobanya...." jawab dimas sambil mengangguk-anggukan kepalanya


"hhmmm....aku rasa kau dan tiara juga seperti ini ya?"goda dimas


"kau jangan sama kan kami dengan kalian,itu bukan urusanmu"jawab satria


bersambung....

__ADS_1


maaf ya...baru bisa up,karena berapa hari ini authornya lagi sakit....jadi bru bisa up sekarang


masih aku tunggu vote,like dan komentar nya ya....maaksih😘😘😘😘


__ADS_2