
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dimas keluar dari kamar kos-kosan Rani,dia menggendong bara dipunggungnya sambil menggandeng tangan Rani
"mas....aku bisa jalan sendiri,nanti kami keberatan gendong bara sambil gandeng tangan ku"ucap Rani
Dimas tidak menjawab,dia hanya menatap tajam pada Rani. Dia tidak suka jika Rani berkata begitu,jangankan hanya menggandeng tangan Rani. Menggendong bara dan Rani secara bersamaan pun Dimas sanggup,sebuah ide hinggap dikepala Dimas. Dimas mendekati Rani dan berbisik
"nanti malam aku akan menggendongmu,akan aku buktikan kalau aku masih kuat buat gendong kamu"bisik Dimas sambil menghembuskan nafas nya yang hangat ditelinga Rani
Rani membulat kan matanya,dia merinding mendengarkan bisikan Dimas. Darahnya sudah berdesir membayangkan malam nanti,pasti Dimas sudah merencanakan sesuatu. Terlihat jelas dari senyuman yang ditampilkan dimas,Rani hanya bisa pasrah saja
Mereka sudah didalam mobil Dimas,Rani duduk dibangku depan dengan bara yang berada dipangkuan nya karena jarak nya sangatlah dekat. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai,bara duluan keluar dan berlari ke apartemen Dimas dengan Rani yang mengikutinya dari belakang.
Bara dan Tiara memang sering datang ke apartemen Dimas,kadang bersama satria juga. Sampai di apartemen,Rani mengajak bara ke kamar nya untuk mandi. Setelah memandikan bara,Rani membuat makan siang sedangkan bara dan Dimas seperti ayah dan anak yang bermain diruang tamu sambil menunggu ibu nya selesai membuat makanan.
__ADS_1
Mereka makan sambil mendengarkan celotehan bara,Rani tersenyum menatap bara. Dia jadi ingin cepat mempunyai seorang anak,kemudian dia menatap Dimas. Membayangkan menikah dengan Dimas dan memiliki anak yang sangat mirip dengan Dimas,tampan dan imut menurutnya
"ya ampun... apa yang aku pikirkan?"Gumam Rani sambil memukul kepala nya sendiri
Bara dan Dimas melihat tingkah Rani yang memukul kepalanya sendiri,mereka mengernyitkan dahinya bingung.
"Tante tenapa?tok putul-putul tepala na?endak atet?"tanya bara
Sementara Dimas yang berada disebelah Rani,mendekati bibirnya ke telinga Rani sambil berbisik
"kamu pasti lagi bayangin tubuh ku ya?ngak usah dibayangin,ntar aku liatin langsung kok"bisik Dimas sambil tersenyum penuh arti
"Tante....bala dah kenyang"ucap bara meninggalkan meja makan
"kalau begitu nanti bara main dulu sama om Dimas,biar Tante beresin bekas makan kita. Habis itu baru kita bobok"ucap Rani
__ADS_1
Bara mengangguk,Dimas membawa bara ke ruang tamu untuk menonton film kartun kesukaannya sambil tiduran diambal yang terletak didepan televisi. Tak berapa lama ,bara pun tertidur.
Melihat Rani yang sibuk dengan pekerjaan didapur,Dimas berjalan mendekati Rani sambil memeluk Rani dari belakang. Rani terkejut karena ada tangan kekar yang sudah bersarang di perutnya
"kamu mau apa?aku lagi beresin ini"ucap Rani kesal ,karena Rani tau maksud Dimas
Dari tadi Dimas sudah memberikan sinyal nya,Rani tau kalau malam ini dia bakalan ngak bisa tidur nyenyak lagi. Tapi dia cepat berpikir ,dia bisa tidur dengan bara karena bara besok pagi baru diantar kerumah mama Dimas
"aku mau meluk kamu aja"jawab Dimas
"awas ....aku ngak bisa gerak,nanti ngak siap-siap ni kerjaannya"ucap Rani lagi
"baiklah....kalau begitu,aku bersih-bersih dulu dikamar ya"jawab Dimas mengalah
Dimas ingin segera menghubungi ibu nya Rani,dia akan meminta nomor rekening ibu Rani dan mengirimkan uang yang diperlukan ibu dan adik Rani
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘