Pelayan Hati

Pelayan Hati
episode 231


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Saat Rani ingin mengatakan kalau dia takut jika dirinya hamil,tapi disaat bersamaan juga satria dan Dimas mendekati mereka. Satria langsung meluk Tiara dari belakang saat Tiara masih duduk, tangannya dikalungkan nya dileher Tiara. Sedangkan Dimas duduk disebelah Rani sambil merangkul dan meletakan kepalanya di bahu Rani


Tiara dan satria melihat kemesraan yang dilakukan Dimas pada Rani,satria baru ini melihat Dimas mau bermanja-manja dengan wanita. Dari dulu sewaktu Dimas dekat dengan perempuan,kebanyakan wanita itu yang bermanja-manja dengan Dimas


"eeekhmm.... sepertinya ada yang sudah jadian ni?kayaknya kita ketinggalan berita ya?"ucap satria menyindir Dimas


"kami akan menikah tiga hari lagi"jawab Dimas acuh


"tiga hari?apa aku ngak salah dengar?"tanya satria terkejut


"tadi Rani juga bilang gtu,aku pikir hanya bercanda"ucap Tiara yang ngak kalah terkejut


Rani menatap wajah Dimas yang tersenyum sambil melepaskan rangkulannya,Dimas menarik tangan Rani dan memeluknya. Rani masih belum percaya,mungkin saja Dimas hanya bercanda dengan ucapannya karena yang ada disana hanya satria dan Tiara saja.


"sayang....yuk pulang,udah malem ni"ajak Dimas pada Rani sambil menarik tangan Rani

__ADS_1


"kayaknya udah ada yang ngak sabaran ni"ejek satria


"kami pulang dulu ya"pamit Rani dengan wajah yang sudah memerah karena malu dari tadi diejekin satria.


Dimas dan Rani sudah berada didalam mobil,malam memang sudah sangat larut. Rani masih diam saja,dia tidak tau harus berkata apa. Dimas juga masih diam,tapi dia terus saja menggenggam sebelah tangan Rani dan sebelah memegang setir mobilnya.


"mas....nyetir aja dulu,nanti nabrak"ucap Rani


"kamu kenapa? dari tadi kok diam saja?"tanya Dimas heran


"aku ngak apa-apa kok,hhmm....kita mampir di kos-kosan dulu mas,aku mau ambil beberapa baju ni."ucap Rani menatap wajah Dimas


Entah kenapa Dimas ngak suka jika Rani kembali ke kos-kosan nya itu,dia jadi ingat si Randy itu. Dimas sudah menyelidiki siapa Randy juga putri,Dimas tau bahwa putri ingin mendekati dirinya hanya untuk hartanya.


"sayang ...kita ambil barang-barang aku lagi,kan aku mau tinggal sama kamu"ucap Rani manja,dia tau kalau Dimas sudah mulai marah.


"hhmm....baiklah"jawab Dimas

__ADS_1


"akhirnya,cepet banget marahnya"gumam Rani dalam hati


"untung aku tau cara mengatasi singa marah yang satu ini"batin Rani lagi sambil tersenyum manja menatap Dimas karena Dimas menatap wajah Rani dari tadi


Sudah sampai didepan kos-kosan,hari memang sudah larut malam. Tapi Rani hanya ingin mengambil barang-barang nya saja,karena pakaiannya yang kemarin belum sempat dicucinya. Lagian pakaian Rani juga ngak banyak yang dibawanya dari rumah pak Handoko saat dia kabur dulu.


Mereka berjalan melewati lorong,memang tidak begitu jauh. Karena memang hanya ada tiga atau empat kamar kos-kosan saja didalam lorong itu,Rani sudah membuka pintu kamarnya dan menghidupkan lampunya.


Rani mengambil peralatan mandinya yang sudah diletakkan nya didalam kamar mandi,Dimas duduk diambal yang sudah terbentang dikamar itu sambil menunggu rani. Dimas memainkan ponselnya,sekilas-sekilas terdengar suara desahan seorang pria dan wanita


Saat Rani keluar dari kamar mandi dan hendak membereskan pakaiannya yang berada didekat Dimas,Rani pun mendengar suara itu. Dimas dan Rani saling bertatapan sambil telinga nya masih mendengar suara desahan itu


"aaahkk.....mas....masukin,aku dah ngak tahan"desahan seorang wanita


"sebentar....aku masih nanggung ni jjjiiilatin buah dada kamu hhhmm....."jawab suara pria dengan nada serak nya


Dimas menatap ke arah gundukan kembar milik Rani,Rani melihat kemana arah mata Dimas. Rani dengan cepat membereskan pakaian nya dan menarik tangan Dimas keluar,dia mematikan lampu dan mengunci pintunya sebelum pergi.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2