
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Mama Danu merasa lega dengan jawaban yang diberikan putri,saat ini dia akan melanjutkan rencananya yang semula. Papa Danu menatap mama Danu dengan tajam,dia tau jika istrinya ingin membuat putri menerima Danu.
"nyonya....makan malam sudah siap"ucap seorang pelayan yang datang dari luar ruangan dan mendekati mama Danu
"baiklah....karena sudah saatnya makan malam,ayo kita makan. Nanti setelah makan kita lanjutkan lagi ngobrol-ngobrol nya"jelas mama Danu.
Orang tua nya Danu sudah berdiri berjalan keluar, sementara Putri masih duduk disamping Danu. Menggenggam dan meremas tangan Danu dengan kuat,dia menatap Danu dengan tatapan bingung
"aku mau pulang"bisik putri menatap Danu
"kita makan dulu,setelah itu aku antar kamu pulang"jawab Danu sambil mengelus pipi putri dengan lembut
Danu berdiri dan menarik tangan putri untuk berdiri juga,mereka menuju ruang makan. Melihat orang tua Danu sudah duduk ditempatnya membuat putri menghela nafasnya,rasanya dia ingin kabur saat ini juga . Danu menarik kursi dan menyuruh putri untuk duduk,dia duduk disebelah putri. Banyak sekali makanan terhidang diatas meja makan,sudah lama sekali putri tidak merasakan makan bersama keluarganya semenjak ibu nya menikah lagi.
Putri merasa terharu,dia benar-benar ingin memiliki keluarga seperti ini. Tapi lagi-lagi perasaan nya harus dia urung kan,karena dia merasa tak pantas untuk Danu. Apalagi mungkin kalau Danu mengetahui dirinya tidak perawan lagi,bisa jadi Danu akan pergi meninggalkan nya begitu saja. Maka dari itu dia tidak ingin merasakan sakit hati
"makan lah yang banyak,jangan sungkan. Masakan bik gina sangat enak"ucap mama Danu
Danu membuka piring yang ada dihadapan putri,dia mengambilkan nasi juga beberapa lauk diatas piring itu membuat kedua orang tuanya tersenyum. Mereka benar-benar melihat danu yang sangat perhatian ,tidak seperti pada wanita yang sering sekali dijodohkan untuknya. Jangan kan perhatian,menatap wanita itu Danu tidak mau.
Putri merasa sangat malu,harusnya dirinya lah yang mengambilkan makanan untuk Danu. Apalagi saat ini mereka berhadapan dengan kedua orang tua Danu,membuatnya semakin malu.
"makan lah...."ucap Danu sambil meletakkan piring berisi makanan dihadapan putri
"makasih...."jawab putri pelan, Danu tersenyum menatap putri yang malu-malu
__ADS_1
Mereka makan dengan diam, sesekali mama juga papa nya Danu melihat mata Danu yang memandangi putri sambil tersenyum. Mama Danu merasa senang melihat wajah Danu yang selalu tersenyum didekat putri,setelah selesai makan. Mama Danu mengajak putri untuk duduk dihalaman belakang rumahnya,malam belum begitu larut.
"kamu tinggal dengan orang tua mu?"tanya mama Danu saat sudah duduk dibangku dengan lampu taman yang sedikit redup.
"tidak ...saya tinggal di apartemen sendirian"jawab putri
"apartemen?apa satu apartemen dengan Danu ?"tanya mama Danu penasaran
"tidak....Danu tetangga saya diapartemen Tante,kami tidak tinggal bersama"jawab putri lagi
"iiisshh Danu....sudah dekat begitu bukannya disergap langsung,kalau penjahat saja cepat sekali nyergapnya"gumam mama Danu kesal
Putri mendekatkan wajahnya ke telinga Danu,dia merasa sangat gugup bergabung duduk bersama dengan orang tuanya Danu.
"pulang yuk..."bisik putri ditelinga Danu,nafas hangat juga suara putri yang lembut mampu membuat Danu merinding.
Mama Danu melihat putri yang merasa tidak nyaman,dia masih menunggu bik gina mengantarkan makanan juga minuman yang sudah dipesannya. Tak lama bik gina pun datang,dia membawa nampan berisi teh dan cemilan
Putri pun ingin segera cepat pulang,jadi dia langsung meminum teh yang sudah disuguhkan didepannya. Mama Danu tersenyum penuh arti,dia menatap putri yang meminum tehnya.
"sebentar lagi..."batin mama Danu dengan tatapan tak lepas dari putri
Dalam hitungan beberapa menit,tubuh putri terasa agak panas. Sesekali dia merasa kedinginan,lama kelamaan ujung buah dada nya sedikit gatal. Membuatnya menggesekkan dadanya ke lengan Danu dengan lembut,karena saat ini Danu yang sudah berada disampingnya. Melihat perubahan putri,papa Danu memilih untuk masuk kedalam. Dia tidak mau melihat putri yang terangsang seperti itu,dia merasa malu karena dia adlah pria.
Danu melirik putri yang menempelkan dada nya dan menggesek-gesekkan nya dilengan Danu ,Danu melihat wajah putri yang sudah memerah. Putri juga merasakan gatal Didaerah sensitif nya,dia menahannya. Tidak mungkin dia menggesekkan nya didepan mama Danu,karena papa nya Danu sudah masuk kedalam rumah.
"kamu kenapa?apa kamu sakit?"tanya Danu menatap putri sambil memegang kening putri yang tidak panas
__ADS_1
"hhmm...."jawab putri dengan lenguhan karena dadanya masih berada dilengan Danu
"sebaiknya bawa dia ke kamar mu,biarkan dia istirahat sebentar"ucap mama Danu pura-pura merasa khawatir
Danu memang tidak mengetahui rencana mama nya,dia hanya mengikuti kata mama nya yang ingin bertemu dengan putri dan berniat membuat putri menyukainya. Danu menggendong putri ,dia merasa jika putri sedang merasa lelah jadi tidak bisa berjalan ke kamarnya.
Saat sampai dikamarnya,Danu meletakan putri diatas tempat tidur nya. Perasaan putri tubuhnya sangat lah panas,dia membuka pakaiannya dan hanya menggunakan bra dan underware saja
"apa yang kau lakukan put?"tanya Danu bingung
"panas...."jawab putri gelisah
Saat ini putri sudah meraba-raba sendiri seluruh tubuhnya,dengan meremas juga menggesek-gesekkan daging kecil dipintu gua miliknya dia mendesah tak karuan. Danu yang masih berada didekatnya merasa sedikit bingung,melihat tingkah putri membuat batangnya berdiri dengan tegak. Apalagi suara putri yang lembut ,membuatnya semakin ingin.
Putri duduk,dia menatap ke arah Danu. Kemudian dia melingkarkan kaki nya dan duduk dipangkuan Danu seperti koala,mengalungkan tangannya dileher belakang Danu juga mencium bibir nya dengan kasar.
"hhhmmm....hhmmm....."
Danu membalasnya,dia masih belum mengerti dengan tingkah putri. Mama Danu mengintip dari pinggir pintu,karena pintu Danu tidak tertutup dengan rapat. Terlihat Danu dan putri yang berciuman dengan posisi yang intim,membuat mama Danu senang dan kembali ke kamarnya. Rencananya pasti berhasil,begitulah pemikiran mama Danu. Putri menggesekan bagian guanya ke batang Danu yang sudah berdiri,walaupun dilapisi dengan underwear membuat tubuh Danu menegang. "aku pengen....sshh....aahh...."bisik putri sambil membawa tangan Danu ke dada nya agar meremasnya. Danu membaringkan putri dibawahnya,dia mulai meraba-raba dan mengecup seluruh permukaan kulit mulut putri. "kau yang minta put....kau milikku saat ini ssshhmm....sayang"bisik Danu.
Putri masih merasakan setiap sentuhan dan jilatan dari Danu,tubuhnya serasa menginginkan lebih. Putri membalikan tubuhnya,saat ini posisi putri berada diatas Danu. Dengan cepat putri menanggalkan pakaian yang masih melekat padanya,dia juga membuka resleting celana Danu dan menarik celananya hingga terlepas. Putri melihat batang Danu yang besar,segera dia menjilati dan mengulumnya serta membenamkannya didalam mulutnya. "aaakhh....ssshhh...." desahan pun keluar dari mulut Danu. Dia tidak bisa menahan sensasi yang dibuat oleh putri,setelah beberapa menit melakukan aksinya. Putri mulai naik ke atas perut Danu,memasukan batangnya kedalam gua miliknya. Awalnya sedikit susah dan kesat,perlahan tapi pasti putri memompa agar batang Danu bisa melesat dengan lembut kedalam gua miliknya."sshh....hhmm....aakh..." akhirnya batangnya pun masuk dengan penuh
bleeeessshh....
Danu mengerang merasakan nikmatnya,dengan dipompa dan digoyang oleh putri. Tangan Danu pun mulai meremas-remas bukit kembar milik putri,menatap wajah putri yang juga menikmati sentuhannya. Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya,Danu tau saat ini putri sudah tidak perawan lagi. Danu masih menikmati sensasi yang diberikan pada nya,belum berpikir ke arah sana. Danu membalikan tubuh putri agar berada dibawah,dia sudah merasakan ingin meledakan benihnya kedalam rahim milik putri. Danu memompa dengan cepat,dia merasa bingung harus membuang atau menanamkannya dirahim putri karena saat ini mereka tidak memakai pengaman.
Melihat wajah putri yang sayu,Danu memutuskan untuk menanamkannya agar putri bisa sepenuhnya menjadi miliknya. Sudah hampir sebulan dia mendekati putri,tapi putri bukannya senang malah sering menghindarinya. Danu tidak perduli dengan masa lalu putri,baginya mungkin saat ini dia merasa nyaman bersama putri. Itu saja sudah cukup untuk nya.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘😘