Pelayan Hati

Pelayan Hati
#86


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


"aku lapar....bisakah kita pulang sekarang?aku juga sudah memasak makanan yang banyak dirumah tuan dimas"ucap Rani sambil memegang perutnya karena memang saat ini dia sudah begitu lapar sekali


"ha...ha...maaf kan aku,ayo sekarang kita ke rumah dimas"jawab Tiara ikut tertawa bersama Rani


Mereka memesan taksi online melalui ponsel Tiara,karena Rani memang tidak memiliki ponsel. Sewaktu dirumah pak Handoko,Rani menghubungi ibu nya hanya menggunakan telpon rumah pak Handoko atau dari ponsel salah satu pelayan yang bekerja dirumah pak Handoko yang sudah membawanya ke kota ini


Mereka sampai dirumah Dimas,Rani masuk kedalam rumah Dimas dan langsung menuju ke dapur. Dia menyiapkan berbagai makanan dan menyusunnya diatas meja makan


"ayo makan lah....ini masakan ku"ucap Rani sambil menyerahkan piring kosong ke hadapan Tiara


"maaf ya...aku duluan,aku sudah sangat lapar"ucap Rani lagi sambil mengambil makanan duluan


Tiara yang melihat tingkah Rani,merasa sangat senang. Rani tidak malu-malu didepannya,dia apa adanya. Tiara menyukai sikap Rani ,dia tersenyum sambil melihat Rani yang sudah memakan makanannya


"heiii....kau tidak ingin makan?"tanya Rani saat matanya melihat ke arah Tiara yang sedang memperhatikan dirinya makan

__ADS_1


"iya....aku akan makan"jawab Tiara sambil mengisi piring kosong yang sudah berada ditangannya


Mereka makan dengan diam,setelah makan. Rani membereskan bekas makan mereka, sementara Tiara ingin mencuci piring yang mereka pakai buat makan


"letakan saja,biar aku yang mencuci nya"ucap Rani sambil mengelap meja makan


"tidak usah,biar aku saja"jawab Tiara sambil melanjutkan mencuci piring


Setelah selesai,Rani menarik tangan Tiara dan membawanya ke sofa didepan televisi. Rani masih menunggu Tiara mengeluarkan suaranya,Tiara bingung dengan sikap Rani yang menatapnya seperti menunggu sesuatu


"tadi kau ingin berbicara sewaktu dipinggir jalan,tapi waktu itu aku sangat lapar jadi kau bisa bicara sekarang"jelas Rani dengan wajah polosnya


"kau ini ya ....ha...ha. "jawab Tiara sambil tertawa kemudian dia diam dan menundukkan kepalanya kebawah


"katakanlah jika kau ingin mengatakannya,jika tidak....kau tidak usah mengatakan nya...."ucap Rani sambil menggenggam tangan Tiara


Tiara mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat Rani,dia meletakan tangannya yang satu berada ditangan Rani yang menggenggam tangannya.

__ADS_1


"terima kasih, sebenarnya aku...."ucap Tiara dan menjelaskan semuanya kepada Rani


Rani yang mendengar kan cerita Tiara merasa terkejut,dia pikir dia lah orang yang sangat menyedihkan tapi ternyata Tiara jauh lebih menyedihkan. Sudah tidak punya orang tua,hanya mempunyai nenek tapi neneknya malah sakit-sakitan dan dia harus menggunakan tubuhnya agar dapat membayar biaya operasi neneknya. Tiba-tiba air mata Rani jatuh dipipinya,dia merasa sedih dengan apa yang dialami oleh tiara


"hiks....hiks....hiks ..."tangis Rani sangat kencang


"hei....kau kenapa?"tanya Tiara bingung


"aaa....aku....aku tidak menyangka kau seperti ini,aku pikir kau menikah dengan tuan satria karena kalian saling mencintai hiks...hiks...apalagi waktu dirumah ibu Kartini, sepertinya tuan satria sangat mencintaimu"ucap Rani disela tangisannya


"ha...ha....aku pikir kau menangis karena apa"ucap Tiara sambil tertawa


Rani menjadi bingung,kenapa Tiara bisa tertawa seperti itu. Apalagi dia yang menghadapi semuanya , kalau Rani yang menghadapinya ....pasti dia tidak akan bisa setegar Tiara,Rani menatap Tiara dengan sedih


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2