
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Rani mengambil tangan mama Dimas dan menggenggamnya dengan erat sambil mengelus-elus punggung tangan Dimas,mama Dimas tersenyum menatap tangannya yang dielus dan digenggam oleh Rani . Dia senang melihat Rani yang perduli padanya
Dimas memperhatikan Rani yang tersenyum menatap mama nya, seperti nya dia tidak salah pilih. Wanita yang dicintainya pasti bisa membuat mama nya menyukainya dan bisa menyukai mama nya juga,dia benar-benar bersyukur akan hal itu
"ya sudah....ayo kita makan"ucap mama Dimas sambil menepuk punggung tangan Rani
Mereka makan dengan hening,Dimas akhirnya makan sendiri begitu juga dengan Rani tapi sesekali Dimas memberikan potongan tahu atau ayam nya pada Rani menggunakan tangannya Karena memang saat ini mereka makan menggunakan tangan bukan sendok.
Rani pun menerimanya dengan senang, mendapatkan tanggapan yang baik dari mama nya Dimas. Setelah makan Rani ingin membereskan bekas makan mereka,tapi mama Dimas melarangnya
"biarkan pelayan yang melakukan nya ,kamu duduklah diruang keluarga bersama Dimas "ucap mama Dimas
__ADS_1
Mama Dimas menatap Dimas, seolah-olah berbicara pada nya untuk membawa Rani seperti perkataan nya pada Rani. Dimas menggandeng tangan Rani,dia membawa Rani ke dalam ruang keluarga mereka.
Didapur,saat para pelayan membersihkan bekas makan mereka. Mama Dimas mendekati salah satu nya,dia melihat ke arah Dimas yang sudah menjauh kemudian dia pun bertanya pada pelayan nya
"hhmm....siapa yang membersihkan kamar Dimas?"
"saya nyonya"jawab pelayan
"bagaimana?apa kamu menemukan sesuatu diseperai milik dimas?"tanya mama Dimas lagi
Pelayan itu berjalan ke belakang dapur,dimana terdapat mesin cuci dan ruangan untuk mencuci juga menjemur pakaian. Dia mengambil seprai yang dibawa nya dari kamar Dimas tadi dan menunjukan seprai yang ada bercak darahnya
"berarti benar anggapanku,dia adalah wanita baik-baik dan malam ini adalah malam pertamanya dengan Dimas."gumam mama Dimas dalam hati
__ADS_1
"aku ingin tau dia berasal dari mana"ucap mama Dimas dalam hati lagi
Mama Dimas membawakan cemilan untuk Rani dan Dimas,terlihat Dimas yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Rani. Rani yang melihat mama Dimas datang langsung bangkit,membuat kepala Dimas tersentak ke sofa yang diduduki Rani. Rani mengambil nampan yang berisi makanan juga minuman dari tangan mama Dimas tanpa melihat kearah Dimas yang sudah tersungkur diatas sofa ,mama Dimas menahan tawanya saat melihat apa yang Rani lakukan pada Dimas
"sayang.... kenapa tiduran disitu?"tanya Rani dengan wajah polosnya karena dia tidak tau kalau dia lah penyebab nya
"kamu ngak tau?ini karena kamu bangkit tiba-tiba tadi"ucap Dimas menatap mata Rani
Rani terkejut,dia mulai merasa takut. Pasti akan ada hukuman untuk nya , apalagi saat ini wajah Dimas sudah memerah karena marah. Dimas memang memiliki sifat yang keras,jika dia tidak suka dengan lawan bisnisnya yang mengganggu nya maka dia akan bersikap kejam.
Lain halnya dengan wanita yang dicintainya,dia bisa menjadi budak cinta dibuat oleh orang yang dicintainya.
Mama Dimas melihat perubahan ekspresi diwajah Dimas ,dia benar-benar sangat takut jika Dimas akan berbuat kasar pada Rani seperti pada Renata sewaktu Renata mendekati nya dulu.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘