
💖💖💖💖💖💖💖
Rani membuka pintu kamarnya,melihat ke kanan dan ke kiri. Merasa tidak ada orang,dia pun berjalan ke arah dapurnya. Sebelumnya dia sudah mengetahui dimana dapurnya berada,karena ketika hendak menuju ke kamarnya semalam...rani melihat dapur yang berada tak jauh dari kamarnya
Rani berjalan menuju dapur,hingga seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Dengan terkejut,rani membalikkan tubuhnya kebelakang. Melihat siapa orang yang menepuk pundaknya
"tuan dimas?"ucap rani
Dimas memandang tubuh rani dari atas asmapai kebawah,terlihat jelas bukit kembar rani yang menonjol dengan p*t*ng susunya yang tercetak jelas. Apalagi kedua paha rani yang mulus membuatnya sedikit kesulitan untuk menelan saliva nya
"tu...tuan..."panggil rani yang masih melihaf kemana arah pandang mata dimas
"eeh.....ada apa?"tanya dimas tersadar bahwa rani memperhatikan nya
"ii...ini...apakah tuan ada pakaian yang bisa saya pakai?"tanya rani gugup
"pakaianku adalah kemeja semua,seperti yang kau pakai itu...aku akan menyuruh orang buat membeli pakaian dalam dan juga pakaian mu nanti"jawab dimas
"sepertinya tubuh rani sangat bohay....buktinya dia tidak memakai daleman saja sudah nampak besar."gumam dimas dalam hati sambil tersenyum jahil
__ADS_1
Kriiiiuuuuk....
kriiiiuuuuk....
Tiba-tiba suara perut rani berbunyi lagi,rani menatap dimas malu. Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya,melihat tingkah rani yang sudah berlari ke arah dapurnya.
Rani melihat kearah meja makan,karena dia sudah sangat-sangat lapar. Tapi tidak ada apa pun diatas meja,dimas yang mengikuti rani dari belakang langsung menuju kulkas. Melihat-lihat isi kulkas,m dan mengambil beberapa bahan makanan
"hari ini hari libur,setiap hari libur tidak ada pelayan dirumah ini kecuali sekuriti didepan rumah"ucap dimas sambil memotong-motong bahan makanan yang akan dibuatnya
"ooo....jadi selama para pelayan tidak ada,tuan memasak makanan sendiri?"ucap rani sambil memandang dimas yang sibuk membuat masakan
"apa ada yang bisa aku bantu?"tanya rani
"tidak ada....kau duduklah,biar aku yang buat makanannya...dikulkas ada coklat,jadi kau bisa makan coklat itu dulu"jawab dimas
"di lemari bawah juga ada makanan ringan,aku sering ngemil jika malas makan. Ambillah beberapa sambil menunggu makanan yang aku buat siap"ucap dimas lagi
Rani membuka lemari dan mengambil beberapa cemilan,dia ingin memakan cemilan saja. Rani duduk didepan dimas sambil memperhatikan dimas yang sedang masak.
__ADS_1
kriiiiuuuk....
kriiiiuuuk.....
Perut dimas juga berbunyi,dimas memegang perutnya dengan wajah yang sudah memerah karena malu. Rani tertawa kecil, kemudian mendekati dimas. Rani menyuapi dimas potongan keripik singkong yang diambilnya tadi.
"aaaak....."ucap rani sambil menyodorkan keripik singkong didepan mulut dimas
Dimas masih diam saja melihat kelakuan rani,dia menatap rani dengan serius. Rani yang ditatap dimas,langsung membuka mulutnya seperti ingin menyuapi anak kecil
"buka mulut mu tuan,tanganku sudah pegal ni"ucap rani sambil mengerucutkan bibirnya
Dengan refleks,dimas pun membuka mulutnya dan rani memasukan kepingan keripik singkong itu. Rani tersenyum melihat dimas yang penurut
"pintar...aaaakh lagi...."ucap rani tanpa sadar mengelus kepala dimas dan mengambil keripik singkong lagi
bersambung.....
jangan lupa vote,like dan komentar nya ya... makasih....😘😘😘😘
__ADS_1