
#55
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Tiara menangis ntah berapa lama sampai akhirnya tertidur dengan sangat lelapnya,sementara diruang tamu masih duduk dimas dan rani serta ibu kartini
Pak handoko sudah pergi dengan tersenyum karena mendapatkan uang 3x lipat dari apa yang diberikannya kepada rani,dimas memandang wajah rani yang polos. Ada bekas merah dan sedikit bengkak dibagian pipinya, juga rambutnya yang acak-acakan.
"kamu tinggal dimana?"tanya ibu kartini pada rani
"aku tinggal di desa ,dekat pinggiran kota ini"jawab rani gugup
"hheemm...terima kasih karena menantu nyonya dan anak nyonya sudah membantu saya tadi"ucap rani kepada ibu kartini
"dan juga terima kasih tuan karena sudah membayar hutang saya,saya akan menggantinya jika saya sudah dapat pekerjaan"ucap rani lagi sambil melihat dimas yang memandang bagian dada nya yang sedikit terbuka
Rani yang melihat dimas memandangi bagian dadanya,langsing melihat ke arah dadanya yang sedikit kelihatan karena baju bagian depannya yang robek oleh pak handoko tadi. Sontak saja rani menutupi nya dengan kedua tangannya
__ADS_1
Dimas yang ketauan melihat itu,langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah ke arah lain. Ibu kartini melihat gerak-gerik kedua nya kemudian tersenyum penuh arti
"kamu mandi dulu disini,nanti ibu suruh pelayan mengantarkan pakaianmu ke kamar. Dimas....bisa antarkan rani ke kamar mbak ranti kan?"ucap ibu kartini
Ibu kartini sengaja menyuruh dimas mengantarkan rani ke kamar ranti, agar mereka lebih dekat karena dari penglihatan ibu kartini....dimas menyukai gadis polos yang ada dihadapan nya ini,lagian pun dimas sudah sangat dikenal oleh keluarga besar satria
Dari mulai satria ditinggalkan pergi oleh renata,dimas tidak pernah datang lagi ke rumah ibu kartini. Ntah apa yang terjadi oleh kedua sahabat itu,dulu pemikiran ibu kartini mungkin karena renata menyukai dimas makanya renata meninggalkan satria
"ayo....biarkan aku antar kau ke kamarnya mbak ranti"ajak dimas
Rani mengikuti dimas dibelakangnya,rani melihat sekeliling setiap berjalan hingga tanpa sadar dimas berhenti dan rani menabrak punggung belakang dimas dengan keras
"punggungnya kerasa banget,kepalaku sakit sekali." gumam rani dalam hati sambil mengelus-elus kepalanya
"kau lihat kemana saja?sampai aku berhenti tidak melihatnya"ucap dimas
"maaf...tadi aku liat sekeliling,takutnya pas keluar dari kamar.... aku jadi ingat"jawab rani
__ADS_1
"ini kamarnya,mandilah...didalam ada kamar mandinya"ucap dimas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat tingkah rani
Dimas membuka pintu kamar,rani memasukan kepalanya tapi tubuhnya masih berada diluar. Dimas ingin tertawa melihat tingkah rani,tapi ditahannya. Dimas takut menyinggung perasaan rani,dia ingin pergi dari depan kamar nya ranti tapi tiba-tiba ujung bajunya ditarik.
Dimas melihat ujung bajunya yang sudah ditarik rani,dia mengernyitkan matanya. Dimas menatap mata rani,rani menundukan kepalanya
"aa....aku takut sendirian didalam kamar ini,sepertinya seram sekali"ucap rani gugup
"apa?hhhmmmm....ternyata dia ketakutan ya,ha...ha..."gumam dimas dalam hati menertawakan rani
"jaman sekarang masih saja percaya dengan yang namanya hantu,dasar wanita yang unik"gumam dimas lagi
"takut apa?" tanya dimas pura-pura tidak tahu
"hantu...."jawab rani
"ha....ha....ha..." seketika tawa dimas terdengar menggelegar,dia memegangi perutnya yang sedikit sakit karena memang dari tadi dia sudah menahan tawanya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote,like dan komentarnya ya... makasihππππ