Pelayan Hati

Pelayan Hati
#80


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Tiara sibuk mempersiapkan makanan buat makan siang satria,dia memotong dan membuat makanan yang simpel agar bisa dengan cepat ke kantor satria sebelum satria bertemu dengan kliennya


dirumah Dimas....


Rani menutup panggilannya dengan Tiara,dia memberikan ponsel Dimas kembali kepada pemiliknya. Dimas berada disebelahnya sewaktu Rani menelpon Tiara,Dimas mendengar semua percakapan Rani dan Tiara


"apa Tiara ingin ke kantor satria?"tanya Dimas sambil mengambil ponselnya saat Rani memberikannya


"iya...dia ingin mengantakan makanan dulu kepada tuan satria,baru dia akan kemari"jawab Rani


"kalau begitu,kita saja yang jemput dia dikantor satria"ucap Dimas


"tapi..."jawab Rani tapi langsung dipotong oleh Dimas


"telpon saja dia lagi,katakan kita bertemu di cafe depan kantor satria..."ucap Dimas


"sekalian aku ingin membawamu belanja bahan makanan,karena tadi aku liat kulkas kita sudah kosong"lanjut Dimas lagi sambil memandang wajah Rani

__ADS_1


"baiklah...."jawab Rani sambil mengambil ponsel Dimas yang diulurkan oleh tangan Dimas


Rani mulai menelpon Tiara lagi,tapi tidak di angkat. Berulang kali Rani mencoba menelpon kembali,tapi jawabannya tetap sama.


"tidak dijawab"ucap Rani pada Dimas yang masih duduk di sofa


"kalau begitu kirim pesan saja,kita berangkat sekarang biar bisa ke supermarket dulu"jawab Dimas sambil berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya


Sebelum masuk kedalam kamarnya,Dimas berbalik dan menatap mata Rani.


"kau....ganti lah pakaian mu"ucap Dimas lagi kemudian masuk kedalam kamarnya


Rani pun segera mengganti pakaiannya,dia mengenakan dress dengan panjang selutut yang dibelikan secara online oleh Dimas waktu itu


"terima kasih tuan"jawab Rani


Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Rani,membuat Dimas tersadar. Wajah Dimas sudah memerah


"kenapa bisa aku bilang seperti itu? apalagi dia denger,malu sekali rasanya"gumam Dimas sambil menolehkan wajahnya ke arah lain

__ADS_1


Rani memperhatikan Dimas yang merasa malu dengan wajah yang sudah memerah langsung tersenyum,sedangkan Dimas tidak berani menatap wajah Rani. Dimas selalu menolehkan wajahnya kearah dimana Rani tidak ada.


"kau masih ingin berdiri disana?"tanya Dimas saat sudah memasuki mobilnya sementara Rani masih setia berdiri diluar mobilnya


"eh...iii...iya tuan"jawab Rani gugup


Rani dan Dimas sudah berada di dalam mobil menuju supermarket terdekat,sedang Tiara sudah berangkat ke kantornya satria menggunakan taksi. Dia melirik jam tangannya dan mengambil ponselnya


"apa aku harus menelponnya lebih dulu?"tanya Tiara dalam hati


Tiara mengambil ponselnya dan mulai membuka kunci ponselnya,terlihat pesan dari Rani. Tiara tersenyum karena Dimas dan Rani akan menjemput nya dikantor satria,dia membalas pesan Rani. Kemudian dia berencana menelpon satria


tuuut.....


tuuuut....


Beberapa kali tiara menelponnya tapi tidak juga diangkat olehnya,Tiara mencoba menelpon kembali karena sudah hampir dekat dengan kantor satria. Taksinya sudah berhenti didepan parkiran perusahaan satria


Tiara turun menuju lobby perusahaan itu,dia menghampiri dua orang wanita yang sedang duduk dibalik meja bagian resepsionis

__ADS_1


bersambung....


jangan lupa vote like dan komentar nya ya....makasih 😘😘😘


__ADS_2