
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Saat ini citra dan putri sudah memutar film dewasa ditelevisinya,mereka juga sudah menyiapkan cemilan dan minuman dingin dimeja jadi mereka tidak perlu bangkit lagi kedapur untuk mengambil nya. Mereka mematikan lampu seperti biasa seolah mereka sedang menonton di bioskop
tiiiing. ....
Suara bel apartemen putri pun berbunyi,putri merasa bingung karena dia tidak menunggu seseorang. Berbeda dengan citra,dia langsung membuka pintu apartemen putri dan mempersilahkan kedua pria tampan itu masuk
Putri menghidupkan kembali lampunya,dia melihat kedua pria itu dengan tatapan bingung. Kemudian wajahnya menatap kearah citra,putri menarik citra menjauh dari mereka
"kenapa mereka kesini?"tanya Putri bingung
"aku mengundang mereka"jawab citra santai
"untuk apa?kita kan akan bersenang-senang berdua saja"ucap Putri lagi
"untuk membuat kita senang.. kau sudah pernah merasakannya,tapi aku belum....aku ingin melepaskan keperawanan ku pada nya,jika kau tak mau dengan pak polisi itu...maka kau bisa bersama dengan temannya"bisik citra
."kau gila ya... jangan sampai kau jadi bodoh seperti ku"bisik putri lagi
"bagiku tidak masalah,aku tidak ingin menikah. Kalau aku hamil,aku akan punya teman bermain dan juga kerabat jadi aku ngak akan kesepian. Kau tau sendiri kan keluarga ku ngak bener,mana ada yang mau menikahiku jadi dari pada aku dijual karena masih perawan mending aku lepaskan keperawanan ku ini"jelas citra sambil tersenyum sedih
Putri menatap citra dengan kasihan,dia tau kalau citra adalah anak yatim piatu yang tinggal dengan paman dan bibi nya yang gila akan harta. Anak mereka sudah dinikahkan dengan tua Bangka kaya raya sebagai istri ketiga demi mendapatkan harta dari pria tua itu,sedangkan citra berkali-kali ingin dijualnya pada wanita yang bekerja di club' bisa dibilang wanita itu adalah gembong nya para wanita malam. Dia memberikan uang besar bagi mereka yang masih perawan, berkali-kali citra melarikan diri dari mereka tapi selalu ditangkap lagi dan lagi jadi saat ini dia akan melepaskan keperawanan nya. Mungkin jika dia sudah tak perawan lagi maka dia akan bebas, walaupun akhirnya bakalan dijual lebih dulu
"baiklah.... sekarang kita berpesta"teriak citra membuat kedua pria itu bingung
"ayo duduk....kita duduk dibawah saja ya,agar lebih leluasa. "ucap citra sambil tersenyum
Citra memang sangat ceria,dia selalu bisa menutupi kesedihannya. Putri hanya menghela nafasnya,dia tau betul bagaiman kehidupan citra. Dia berkali-kali pindah tempat kos untuk menghindari paman dan bibinya,putri juga tau itu bahkan putri sempat menawarkan untuk tinggal di apartemen bersama nya tapi citra tidak mau. Dia tidak ingin membuat putri terlibat dalam urusan nya dengan pamannya
Saat ini mereka sudah duduk berdua-dua,citra sengaja berada dibelakang putri dan juga Danu. Sesekali terlihat Danu yang sedikit gelisah menonton film bersama putri,tangan Danu menggenggam tangan putri. Putri tidak menolaknya, sebenarnya saat ini putri malah membutuhkan belaian tapi putri menahannya.
Citra tersenyum melihat pasangan didepannya,dia ingin melihat putri bahagia bersama Danu. Sebagai sahabat,putri begitu baik padanya. Dia melirik pria tegap dan kekar juga tampan disampingnya,kemudian citra mengajaknya berbicara. Berkali-kali citra berbicara tapi pria itu hanya tersenyum saja,atau berdehem.
"sepertinya pria ini pria baik-baik"gumam citra dalam hati
"eekkhmmm....pak,anda sudah menikah atau punya pacar?"tanya citra sambil memandang pria disamping nya
"saya belum menikah tapi sudah punya pacar"jawab pria itu
"oooh....siapa nama anda?"tanya citra
"Aldo "jawab pria itu lagi
Citra tersenyum,daritadi begitu lah pria yang disampingnya ini. Jika ditanya langsung dijawab tapi tidak jika tidak dia akan diam saja,citra mengambil minuman kaleng disampingnya dan memberikannya pada Aldo
"hhmm....ini kan weekend,kenapa ngak sama pacar anda pak?"tanya citra penasaran
"saya hanya seorang bawahan,jika komandan memerlukan saya...saya harus datang "jawab Aldo tegas
__ADS_1
"waaah... jadi kalau disuruh Nemani wanita lain seperti sekarang,anda juga harus mau?"tanya citra lagi
Aldo tidak menjawab,dia hanya menganggukan kepalanya saja. Citra kembali berceloteh seperti biasanya,dia memang termasuk orang yang ceria hingga akhirnya dia meminta sesuatu pada Aldo
"hhmm....jika anda bersama pacar anda,apa yang anda lakukan?"tanya citra
Kali ini Aldo menatap mata citra, Aldo mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan citra. Dia masih diam tidak menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab
"wanita ini berisik sekali"gumam Aldo dalam hatinya
"maaf ya....tapi aku pengen tau aja,karena aku belum pernah pacaran atau dekat dengan pria"ucap citra
"bisakah pak polisi membuat aku merasakan sebagai seorang pacar malam ini?"tanya citra menatap aldo
"wanita gila"batin Aldo lagi
"aku ingin merasakan berpacaran,apa seperti ini"ucap citra sambil memegang kedua pipi Aldo dan mengarahkan wajahnya kedepan lalu mencium bibir Aldo
cuuup....
Citra mencium dan memperdalam ciumannya,walaupun tidak dibalas oleh Aldo. Sementara Aldo masih terkejut dengan apa yang dilakukan citra tapi bibir manis citra membuatnya ikut memejamkan mata dan menikmatinya, merasakan dapat balasan dari Aldo. Citra pun mulai duduk dipangkuan Aldo tanpa melepaskan ciumannya,Aldo membuka matanya kemudian melepaskan ciuman mereka. Saat ini citra sudah mengalungkan tangannya dileher Aldo,Aldo berusaha untuk mendorongnya
"aku sudah punya kekasih nona"ucap Aldo dengan tegas
"aku tau....aku hanya ingin merasakan bagaimana pacaran saja,aku ngak minta kamu jadi pacarku pak. Aku juga tau diri kok"jelas citra sambil tetap tersenyum
Citra memperbaiki dudukannya dipangkuan Aldo,kali ini dia membuka kaki nya dan melingkarkan nya dipinggang Aldo. Seperti anak panda yang sedang bergelayutan ditubuh kekar Aldo,citra memang wanita mungil tapi tubuhnya sangat berisi. Citra kembali mencium Aldo,tangan Aldo diarahkannya ke pantatnya,Aldo masih menikmati ciuman citra sesekali ikut membalasnya. Citra tersenyum senang,saat Aldo meremas pantatnya.
"kita ke kamar yuk..... sebentar saja"bisik citra sambil melirik ke arah kamar putri tapi Aldo menggeleng,dia mencintai pacarnya
"aku tau bapak mikirin pacarnya,hanya sebentar saja. Aku ngak akan minta tanggung jawab,tolong bantu aku sekali ini saja"ucap citra dengan manja sambil meraba-raba dada bidang Aldo
"tapi . .."jawab Aldo bingung
Citra menarik tangan Aldo ke kamar putri,dia mendorong tubuh Aldo hingga Aldo jatuh ditempat tidur. Citra langsung baik ke atas tubuh Aldo dan mencium Aldo lagi,ciuman citra kali ini penuh nafsu. Citra banyak belajar dari film-film yang sering ditontonnya,Aldo sampai kewalahan meladeni ciuman citra. Setelah itu,citra membuka resleting celana Aldo,Aldo terkejut saat junior nya sudah dikeluarkan dan berdiri tegak .
"kamu mau apa?ssshh.....aaaahh ....."tanya Aldo saat melihat Citra sudah memasukan juniornya kedalam mulut citra. Citra menjilati dan membenamkan junior Aldo dimulutnya,membuat Aldo merasakan nikmat yang luar biasa
"sepertinya kau sangat ahli... sudah berapa banyak pria yang kau buat seperti ini?berapa banyak pria yang sudah tidur dengan mu hah?"tanya Aldo disela-sela menikmati sentuhan citra
"ini pertama bagiku,baru bapak pria yang aku sentuh"jawab citra sambil terus menikmati junior Aldo dimulutnya,dia belajar banyak dari film-film saja
Aldo membalikan tubuh citra,dia sudah tak sabar lagi. Namanya pria normal,pasti diberikan sentuhan begitu langsung tegak berdiri juniornya. Aldo berusaha untuk masuk kedalam gua sensitif milik citra,terasa sedikit sempit. Aldo berpikir mungkin citra sering memakai sabun kesat untuk menjaga gua nya,Aldo terus mendorongnya hingga terlihat citra mengeluarkan air mata disudut matanya. Citra menangis tapi tidak bersuara,dia menahan sakit dibagian sensitifnya. Aldo terus mendorong hingga akhirnya seperti suara robekan terdengar,Aldo menatap tak percaya pada citra.
"ini pertama kali baginya,tadi aku sudah menuduhnya"gumam Aldo dalam hati menatap wajah citra yang menahan sakit. Kemudian dia melihat bercak darah diseprai,darah keperawanan milik citra
Aldo ingin mengeluarkan juniornya,tapi citra menarik dan membalikan tubuh Aldo ke bawahnya. Walaupun perih ,dia berusaha untuk memompa diatas hingga rasa perih itu bercampur rasa nikmat. Aldo juga menikmatinya,hingga akhirnya Aldo berteriak
"lepaskan....aku mau keluar..."ucap Aldo,dia ingin mencapai puncak tapi citra tidak melepaskannya sama sekali. Aldo menatap citra dengan tajam,dia berusaha untuk menarik juniornya keluar tapi ditahan citra
__ADS_1
"lepaskan....aku tidak memakai pengaman,nanti kau bisa hamil"ucap Aldo
"tidak apa-apa,tembakan saja didalam....aku janji tidak akan meminta tanggung jawab mu bila aku hamil"jawab citra lagi,dia terus memompa agar Aldo mengeluarkan benihnya didalam rahimnya
Merasa sudah tak tahan lagi, akhirnya Aldo menembakan benihnya didalam rahim citra. Citra tersenyum senang,dia merebahkan tubuhnya disamping Aldo,meletakan kepalanya diatas dada bidang nya.
"akhirnya ...."gumam citra senang
cuuup....
"terima kasih"ucap citra sambil mengecup bibir Aldo
"bapak jangan takut,malam ini adalah malam pertama dan terakhir kita kenal. Besok....kita harus melupakan kejadian saat ini,aku ngak akan minta tanggung jawab dari bapak kok. Bapak tidak tau aku,begitu juga aku. Aku tidak tau siapa bapak. Aku tidak akan menggangu bapak lagi"jelas citra
Citra bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,sedangkan Aldo masih tidur dengan kemeja yang berantakan. Dia hanya membuka celananya saja,itupun yang membukanya citra. Dia bangkit dan memakai celananya,juga membersihkan pakaiannya. Aldo keluar dari kamar saat citra belum selesai mandi,dia duduk kembali didepan televisi seperti tadi. Untungnya Danu juga putri tidak menyadarinya,mereka masih fokus pada film yang ditonton. Pikiran Aldo sangat kacau saat ini,dia baru saja menggagahi keperawanan citra. Disisi lain dia masih memiliki kekasih dan dia benar-benar mencintainya
Tak lama citra keluar dan menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan malam, walaupun daerahnya masih terasa perih tapi dia mencoba untuk menahannya. Setelah selesai membuat ,citra berjalan dengan pelan sambil menahan sakit dibagian sensitifnya
"ayo kita makan dulu...."teriak citra
Danu dan putri bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja makan,Aldo mengikutinya dari belakang. Mereka melihat citra yang berjalan dengan sedikit kesusahan,ada rasa bersalah dihati Aldo.
"kau kenapa cit?"tanya Putri saat sudah disebelah citra
"ngak apa-apa kok,tadi jatuh kepeleset dikamar mandi jadi pantatku agak sedikit sakit"jawab citra
Tanpa banyak kata ,mereka pun mulai makan diselingi dengan candaan dari citra. Citra membuat suasana menjadi sedikit ramai,ada saja bahan pembicaraan yang keluar dari bibir nya. Aldo tersenyum melihat senyum ceria citra,padahal saat berbicara dikamar tadi terlihat jelas ada kesedihan Dimata citra.
"baiklah.....karena sudah hampir larut malam, sebaiknya kalian para pria pulang saja"ucap Citra setelah selesai makan.
"ya.... sepertinya begitu,kalian istirahat lah."jawab Danu sambil melihat jam yang berada dipergelangan tangannya
"terima kasih untuk malam ini"ucap citra sambil tetap tersenyum
Putri dan citra pun mengantarkan kedua pria itu kedepan pintu,setelahnya mereka masuk dan menonton film kembali. Putri memandangi wajah citra dari tadi,dia tau pasti sudah terjadi sesuatu pada nya
"citra....apa kau melakukan nya?"tanya Putri
"apa?"citra malah bertanya kembali
"jangan katakan kalau kau melakukannya dengan Aldo ?"tanya Putri ketus
Citra hanya mengangguk,tak ada yang perlu ditutupi olehnya. Toh lama-lama putri bakalan tau,putri membulatkan matanya. Dia memeluk tubuh citra yang diam,karena pelukan putri akhirnya tangis citra pun meluap. Dia menangis dengan keras dipelukan putri hingga beberapa saat,putri melepaskan pelukannya saat tidka mendengar suara tangis citra lagi
"bagaimana jika kau hamil?"tanya Putri
"aku malah berharap bisa hamil,agar ada yang menemaniku nantinya dan mereka pasti akan melupakan ku dan mencari target baru"jawab citra sambil tersenyum dan menghapus sisa air matanya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya .... Makasih 😘😘😘😘