Pelayan Hati

Pelayan Hati
episode 188


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Tangan Dimas sudah melingkar dibagian depan perut Rani,Dimas sudah memeluknya dari belakang. Membuat tubuh Rani gemetar,dia sangat terkejut dengan apa yang dibuat oleh Dimas


Tubuhnya bertambah gemetar saat Dimas mencium tengkuk leher Rani,Rani masih terdiam ditempatnya. Kemudian Dimas melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Rani yang masih terdiam,Dimas membawa Rani untuk duduk ditengah taman.


"kamu suka ngak?"tanya Dimas lagi


Rani menganggukan kepalanya,dia benar-benar senang sekaligus terkejut dengan apa yang dilakukan Dimas.


"tunggu disini,aku akan membeli minum"ucap Dimas


Rani menarik tangan Dimas,dia menatap Dimas yang sudah berdiri. Dimas masih ditempatnya melihat Rani yang menarik tangannya


"ada apa?apa kau lapar?"tanya Dimas lagi


"aku ikut"jawab Rani

__ADS_1


Dimas tersenyum,dia menggandeng tangan Rani dan mengajaknya untuk mencari makanan dan minuman. Dari tadi Rani memandangi setiap pedagang disekitarnya,dia teringat dengan pasar malam sewaktu di desa nya. Hanya saja ini lebih besar dan lebih banyak yang berjualan,di desa nya sering diadakan pasar malam dadakan tapi tidak terlalu sering. Mungkin sebulan sekali,kadang pun dua bulan sekali karena pasar malam itu berasal dari desa-desa seberang


Rani memilih beberapa cemilan dan jus jeruk kesukaannya,karena banyak nya pilihan makanan Rani membuat Dimas juga ikut memegang makanannya


"kau akan memakan semuanya?"tanya Dimas heran


Wanita yang makan bersama nya tidak pernah membeli sebanyak ini,malah mereka terkesan jaga image dihadapan Dimas tapi Rani ....dia benar-benar gadis yang berbeda


Mereka kembali ke bangku taman yang mereka duduki tadi,untungnya belum ada yang duduki. Malam itu langit dipenuhi dengan bintang-bintang,sehingga menambah semakin romantis


"iya....kan hutang ku sudah lunas,maaf kalau lama membayarnya"jawab Rani sambil memakan sebagian makanan yang dibelinya tanpa malu-malu didepan Dimas


"anda tidak mau tuan?"tanya Rani menyodorkan bakso bakar ditangannya


Dimas mendekatkan bibirnya dan menarik tangan Rani yang memegang makanan,Rani terkejut saat mulut Dimas sudah memakan bakso bakar dari tangannya.


"an...anda bisa memakannya sendiri tuan"ucap Rani gugup

__ADS_1


"aku mau di suapi, Sekarang aku sangat lah lelah"jawab Dimas menyandarkan kepalanya dibahu Rani


"ka....kalau begitu,kita pulang saja tuan"jawab Rani masih gugup karena Dimas bersandar di bahunya


"aku ingin menikmati malam ini di taman ini dengan mu,mumpung malam ini sangat cerah"jelas Dimas


Dimas merebahkan tubuhnya dibangku panjang itu,meletakan kepalanya diatas paha Rani dan menelusupkan kepalanya diperut Rani. Tubuh Rani menegang,dia merasakan Dimas menciumi perutnya dari balik baju yang dipakainya. Rasa geli dirasakannya,tapi dia takut untuk bergerak.


Tanpa sadar tangannya sudah mengelus lembut rambut Dimas,Dimas merasa senang. Pekerjaannya sangat menumpuk,apalagi ada kendala diperusahaan nya yang diluar kota. Besok dia harus berangkat keluar kota, apalagi sekarang dia mendengar Rani ingin keluar dari apartemen nya. Menambah beban pikiran nya lagi


"besok....aku akan keluar kota,bisakah.... bisakah kau ikut dengan ku?"tanya Dimas ragu


Tadi tiba-tiba sebuah ide masuk dikepalanya untuk membawa Rani bersamanya ,agar pikirannya bisa tenang. Ntah mengapa saat Rani menyebutkan nama laki-laki lain,membuatnya menjadi tidak tenang.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2