Pelayan Hati

Pelayan Hati
Aldo ~ citra


__ADS_3

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Aldo pulang cepat,tadinya dia ingin lembur memantau anggotanya dinas malam tapi karena kabar mama nya datang. Aldo sedikit merasa resah,dia takut mamanya akan menyuruh citra meninggalkan Aldo lagi.


Saat sampai dirumah,Aldo buru-buru masuk dan mencari keberadaan citra. Aldo masih melihat mobil mama nya di depan halaman rumahnya,tapi supir dan mama nya entah dimana. Aldo masuk ke dalam tanpa suara,dia mencari ke ruang tamu,dapur hingga kamar mandi dapur. Mencari keberadaan istrinya,tapi tak ada siapa pun juga. Dia berjalan ke kamarnya,berharap citra ada di kamar. Tapi juga tak ada,dengan buru-buru dia ingin menelpon anggotanya yang ditugaskan untuk memantau keadaan istri nya dirumah. Karena dari tadi tidak ada laporan yang diberikan oleh anggotanya,jadi dia berpikir semua baik-baik saja hingga akhirnya pintu kamarnya terbuka


ceklek


Mata citra terkejut melihat Aldo yang sudah berada dikamar mereka,biasanya kalau Aldo pulang selalu mengatakan "aku pulang...." tapi saat ini bukannya bersuara ,suaminya itu malah menghamburkan pelukannya ke citra. Dia memeluk citra sambil menangis,citra semakin dibuat terkejut.


"kamu kenapa sayang?ada apa?kenapa nangis?"tanya citra kebingungan


"hiks....hiks....aku takut,aku takut kalian pergi lagi"jawab Aldo sambil menangis


"hhmm....kenapa kami harus pergi?ada apa ?"tanya citra masih bingung


"mama...."jawab Aldo tapi kemudian dia tidak melanjutkan ucapannya


"oooh.....aku sudah janji ngak akan ninggalin kamu sayang,kami ada bersama ayah....cup"jelas citra melepaskan pelukannya kemudian mengecup bibir Aldo sekilas

__ADS_1


Citra memandang suaminya yang masih menangis,dia menangkup kedua pipi suaminya dan menghapus air matanya dengan ibu jarinya. Kemudian dia tersenyum, sudah berapa kali dia melihat Aldo menangis.


"aku takut kehilangan mu....tolong jangan tinggalkan aku"ucap Aldo kembali menarik citra kedalam pelukannya


"iya.....aku janji, sekarang kamu mandi dulu ya sayang....habis itu kita makan"jawab citra lembut mengelus punggung Aldo


"ngak mau..aku mau makan kamu dulu,dari tadi aku pengen"ucap Aldo mengendus leher citra


"hei....aku belum mandi,nanti malam saja. Sekarang kamu mandi duluan,habis itu baru aku mandi. Aku mau Nemani mama dulu "jawab citra lembut


Mendengar kata mama,Aldo langsung menatap citra. Meminta penjelasan tentang mama nya,citra seperti tau maksud Aldo. Dia menarik Aldo untuk duduk dipinggir tempat tidur


"mama minta maaf?kamu udah maafin?"tanya Aldo sambil menatap citra lembut


Citra mengangguk,"sebelum mama minta maaf,aku udah maafin "jawab citra


"terima kasih sayang,kamu memang istri idaman ku...cup"ucap Aldo sambil mencium bibir citra


"kamu mandi dulu,aku mau nemenin mama dibelakang"jawab citra

__ADS_1


"ngak mau ....aku mau mandi sama kamu,ayo kita mandi dulu habis itu baru kita jumpai mama bersama"jawab Aldo yang langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban citra


"sayang....turunin aku,nanti jatuh"teriak citra sambil merangkul leher Aldo dengan kuat


"mana mungkin aku menjatuhkan mu sayang.... sekarang aku ingin mandi bersama-sama"jawab Aldo sambil mencium kening citra


"Al.....diluar ada mama,mama lagi nungguin di taman."jelas citra malu jika mama Aldo tau merek mandi bersama


"tadi kamu bilang mau ngapain ke kamar?"tanya Aldo yang kini sudah mendudukan citra diatas wastafel


"mau mandi"jawab citra bingung


"nah.... sekarang mama ngak akan menunggu kamu,kan kamu mau mandi jadi mandi ajalah dulu. "jelas Aldo lagi


"iya.... sekarang kamu keluar dulu ya,biar aku mandi"jawab citra ingin berdiri dan mendorong tubuh Aldo agar keluar


Aldo menahan tangan citra,dia langsung ******* bibir citra dengan lembut kemudian tangannya menggerayangi bagian bukit kembar nya. Lenguhan pun keluar dari bibir citra,dia semakin bergairah dan bernafsu. Aldo melepaskan ciumannya,dia beralih ke bukit kembar citra yang sudah terpampang jelas didepan wajahnya. Menghisap juga menjilatinya , bermain-main dengan dua benda kenyal itu. Citra semakin memejamkan matanya, menikmati sentuhan bibir Aldo. Semakin lama sentuhan itu semakin menuntut,entah sejak kapan mereka sudah sama-sama polos. Aldo memasukan batangnya dengan perlahan kedalam gua milik citra yang sudah basah,menggoyangkan nya perlahan-lahan karena dia tidak ingin menyakiti anaknya didalam kandungan citra. Dengan perlahan tapi pasti akhirnya mereka mencapai puncak bersama-sama


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2