
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Saat ini citra sudah selesai membersihkan darah juga luka dileher Aldo,tapi dia hanya bisa menutup luka itu dengan di perbannya saja.
"hhmm....ini harus dibawa ke dokter,karena lukanya cukup lebar dan seperti nya harus dijahit "ucap citra merasa bersalah
Melihat Aldo yang diam dan masih memandangi citra. Membuat citra semakin khawatir ,kemudian citra memalingkan wajahnya.
"hhmm....ayo kita ke dokter,aku ngak mau nanti luka mu semakin parah"ucap citra lagi sambil berdiri dari duduknya.
Saat citra hendak berdiri,tangan Aldo menarik tangan citra sehingga citra terjatuh di pangkuannya. Citra terkejut,dia bangkit dari atas pangkuan Aldo tapi Aldo malah memeluk citra dengan erat.
"tuan....tolong lepaskan"ucap citra ,dia tidak ingin disebut pelakor karena saat ini Aldo masih memiliki kekasih
"sebentar saja....aku sangat lelah "jawab Aldo
Aldo mendapatkan cuti selama tiga hari karena dia sudah melakukan perjalanan dinas selama seminggu kemarin,Aldo benar-benar merasa lelah tapi aroma tubuh citra membuatnya nyaman.
Citra hanya terdiam menikmati kehangatan yang diberikan Aldo,pelukan Aldo sangat lah hangat menurut nya.
"bagaimana and bisa membawa saya kesini?paman?"tanya citra bingung
"aku hanya mengatakan kalau kau adalah pacarku ,jadi aku hanya mengancamnya saja."jelas Aldo
"terima kasih kalau begitu,hhmm....anda harus dibawa kerumah sakit sekarang jangan sampai lukanya semakin parah"jelas citra lagi
"aku akan memanggil dokter kesini"jawab Aldo sambil mengambil ponselnya dan mulai menelpon dokter yang merangkap sebagai sahabatnya
"hhmm ....tuan sebenarnya apa yang terjadi? kenapa aku bisa disini bersama anda?"tanya citra penasaran
"kamu pingsan ,jadi saya bawa kesini"jawab Aldo singkat
__ADS_1
"maksudnya bukan itu, paman eekhm pria yang mengejar aku itu gimana?apa mereka pergi gitu aja?"tanya citra
Citra tau pasti ada sesuatu yang dikatakan oleh Aldo,makanya mereka pergi begitu saja. Karena citra tau bagaimana sifat pamannya itu, dia tidak akan melepaskan nya begitu saja
"aku hanya mengatakan kalau kau itu pacar ku,agar mereka tidak mengganggu mu lagi"jawab Aldo
Memang Aldo mengatakan itu,tadinya paman citra ingin berkeras mau mengambil citra dari nya tapi melihat Aldo dengan seragamnya membuat nyali nya ciut. Pamannya itu tidak mau berurusan dengan yang namanya aparat pemerintah,jika dia masih berkeras maka yang ada mereka akan mati sia-sia. Makanya pamannya itu pergi,tapi dia akan kembali lagi mencari citra. Dia belum percaya kalau Aldo dan citra memiliki hubungan,karena dia sempat melihat citra yang ingin lari dari nya juga.
"apa pacar?"tanya citra terkejut
Hati nya sedikit senang mendengar Aldo mengatakan kalau dia pacarnya,tapi dia juga merasa sedikit sakit karena pengakuan itu hanya untuk menakuti pamannya saja
"iya....mulai sekarang jika dia menyakiti mu,bilang saja kalau kau adalah pacarku dan katakan padaku maka aku akan membereskannya"jelas Aldo
Citra tersenyum kecil,dia tidak ingin berurusan dengan Aldo lagi. Baginya Aldo adalah penyelamat nya tapi mungkin lebih baik dia pergi dari kota itu,ketempat terpencil yang tidak diketahui oleh siapa pun.
"kalau begitu terima kasih tuan,and sudah menyelamatkan ku"ucap citra sambil tersenyum
Pintu kamar diketuk dari luar,Aldo berteriak agar orang yang mengetuknya itu masuk kedalam kamarnya. Terlihat pintu terbuka dan menampilkan wajah tampan seseorang dengan setelan putihnya, seperti nya dia dokter yang ditelpon Aldo. Begitu lah menurut citra,citra tersenyum kemudian mendekati dokter itu
"hallo dok...."ucap citra ramah
Dokter itu hanya tersenyum mengangguk,dia memandang ke arah Aldo . Menatap Aldo dari atas ke bawah,terlihat luka yang cukup lebar dibagian lehernya
"kamu siapa?"tanya dokter itu pada citra
"aku....aku tukang bersih-bersih disini, bisa dibilang pelayan tuan Aldo "jawab citra,Aldo terkejut karena citra mengaku sebagai pelayan diapartemen nya
"OOO ...begitu,tolong keluarlah dan buatkan saya minuman"jawab dokter itu yang masih tidak percaya kalau hubungan citra dan Aldo hanya sebatas majikan dan pelayan saja karena reaksi Aldo berbeda saat citra mengatakan pelayannya
"baiklah....tunggu sebentar dok"jawab citra sambil berjalan keluar dari kamar Aldo
__ADS_1
Citra mencari-cari keberadaan dapur diapartemen itu,karena apartemen nya termasuk luas juga mewah. Dia membuatkan minuman jus serta cemilan untuk Aldo juga dokter itu
Sementara di kamar Aldo
"wah..... wanita itu cantik juga,alami....tidak seperti viola yang cantik karena memakai make up"ucap dokter itu berjalan mendekati Aldo yang duduk dipinggir tempat tidur nya saat citra baru saja keluar dari sana.
"diam lah.... sekarang obati luka ku ini"ucap Aldo kesal karena dokter sekaligus sahabatnya itu menatap citra
Dokter Jony mulai menjahit luka dileher belakang Aldo,tak lama kemudian citra datang dengan membawa nampan berisi makanan juga minuman. Dokternya Jony juga Aldo memperhatikan gerakan citra yang meletakan nampannya diatas meja,citra mendekati Aldo dan Jony yang berada ditempat tidur.
"sudah selesai..."ucap dokter Jony
"baiklah... sekarang kau bisa pergi,nanti aku transfer uang berobatnya"jawab Aldo ketus
"ya ampun....masa iya aku ngak boleh minum dulu,lagi pula kan sudah disiapkan oleh ....siapa nama anda nona cantik?"ucap Jony menatap citra yang berdiri tak jauh dari tempat tidur
"citra dok...."jawab citra tersenyum
"ya....citra,saya Jony...salam kenal ya"jawab Jony dan mendapat anggukan dari citra
Aldo melihat ke arah Jony juga citra,dia merasa tidak suka melihat Jony dekat dengan citra. Citra mendekati Aldo dan melihat perban dilehernya
"hhmm....karena tuan Aldo sudah diobati,maka saya bisa pulang sekarang kan ?"tanya citra,tapi masih diperhatikan oleh Jony
"hhmm....pulang bareng saya saja ya,nanti saya antar kerumah kamu langsung"ucap Jony
"ngak usah dok....makasih"jawab citra
Citra masih bingung harus pulang kemana, karena pasti pamannya ngak mungkin gitu aja ngelepasin dirinya. Pasti sudah ada beberapa orang yang berjaga di depan kos-kosan nya seperti dulu,untuk menangkap nya kembali
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘😘