
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Senyuman Rani mengembang saat Dimas mengatakan akan mengikuti apa mau nya,Rani menatap Dimas kemudian memeluknya didepan dokter itu. Entah kenapa selama kehamilan,Rani tidak pernah malu untuk memeluk suaminya didepan umum
."makasih sayang .....cuuup"Ucap Rani sambil mengecup bibir Dimas masih didepan dokter dan perawat
"eekhmm. .... baiklah, sekarang silahkan ibu naik ke atas tempat tidur"ucap dokter itu sedikit gugup melihat tingkah laku pasangan didepannya ini
Rani naik ke atas tempat tidur,kemudian dokter itu mendekati nya dan mulai memegang pakaian Rani. Dimas maju dan menahan tangan dokter itu,dia menatap tajam pada dokter Aurel itu
"apa yang mau kau lakukan?"tanya Dimas
"saya hanya ingin memeriksa ibu Rani dan bayi nya"jawab dokter itu lagi
"sayang.....kamu keluar aja "teriak Rani kesal
"huuuffff.....baiklah,baiklah...."jawab Dimas sambil menarik nafas nya perlahan
__ADS_1
Dokter itu melanjutkan pekerjaannya,dia mengangkat baju Rani tapi sebelumnya menyelimuti bagian bawah Rani. Dia mengoleskan gel dibagian perutnya,Dimas sudah merasa kesal melihatnya tapi karena Rani.... akhirnya dia hanya memperhatikan saja
"lihat lah....."ucap dokter itu sambil tangannya menunjuk ke arah komputer
Terlihat sebuah gerakan kecil dari gambar kecil dilayar,Rani dan Dimas memandangnya dengan wajah bingung karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat layar komputer dengan gambar seperti itu.
"ini adalah calon bayi ibu Rani,umurnya sekitar tiga minggu"jelas dokter itu lagi
Rani dan Dimas tersenyum bersamaan,Dimas tidak menyangka saat pembuatannya pertama kali langsung jadi. Karena tiga Minggu yang lalu lah pertama kali Dimas memaksa Rani,ternyata bibitnya benar-benar berkualitas.
"hhhmmm....pria atau wanita dok?"tanya Dimas tidak sabar
"silahkan kembali ke tempat duduknya ibu Rani "ucap dokter itu lagi
Rani dibantu Dimas turun dari tempat tidur dan duduk ditempatnya semula,dokter itu menuliskan sesuatu dikertas. Kemudian menyerahkannya pada Rani
"ini vitamin dan obat anti mual untuk ibu hamil,untuk saat ini kondisi ibu dan bayi nya sehat"jelas dokter itu
__ADS_1
"karena kandungannya masih sangat muda jadi tolong jangan terlalu banyak melakukan aktivitas agar tidak lelah"jelas Dokter itu lagi
"hhmmm....jadi kalau bercinta apa masih bisa dok?"tanya Dimas tanpa rasa malu
Rani menatap Dimas dengan tajam,tangannya sudah mencubit paha Dimas dibawah meja. Dokter itu seakan mengerti,dia menganggukan kepalanya
"bisa....tapi karena masih muda,anda harus perlahan-lahan tuan jika tidak maka bisa terjadi keguguran pada bayi anda"jawab dokter itu
"baiklah....aku akan melakukannya dengan perlahan,kamu tenang saja sayang....aku ngak akan membuat anakku terluka"ucap Dimas menatap Rani kemudian dia mengelus-elus perut Rani
Rani hanya tersenyum,dia merasa sangat senang dimanja oleh suaminya.
"eekkhmmm....ada yang mau ditanya lagi tuan....ibu Rani ,jika tidak ada maka silahkan berkunjung bulan depan untuk memastikan keadaan janin anda"jelas dokter itu saat lagi-lagi pasangan ini bermanja-manja didepannya
"baiklah dok,terima kasih"ucap Dimas
Dimas pun menuntun Rani keluar dari ruangan dokter itu,kemudian Dimas menyuruh Rani untuk duduk dibangku yang disediakan didepan ruangan dokter. Dimas menuju apotik untuk menebus resep obat Rani, sekarang Dimas sudah menjadi suami yang penurut menurut Rani.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih ππππ