
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Dimas dan Rani sudah berada didepan aula tempatnya akan melangsungkan pernikahan,Rani benar-benar tidak percaya kalau ini sungguhan. Dia berjalan bergandengan dengan Dimas,berjalan menuju altar tempat mereka melakukan janji suci pernikahan.
Saat berjalan menuju altar,terlihat beberapa orang sudah memenuhi aula tersebut. Apalagi disana ada mama Dimas juga ibu dan adik Rani ,ada juga satria dan Tiara....Raka dan Lia. Mereka semua sudah berada disana,Rani merasa terharu. Matanya sudah berkaca-kaca,ingin rasanya dia menangis
"kamu kenapa sayang?"tanya Dimas menggenggam tangan Rani dengan lembut
"aku....aku....hiks...hiks...."jawab Rani dengan isakan tangisnya
"sayang....jangan menangis, nanti make up mu luntur"ucap Dimas menggoda Rani
"maafkan aku"jawab Rani
Mereka mengucapkan janji suci pernikahan,setelahnya mereka menandatangani buku nikah suami istri.
"sekarang kalian resmi menjadi suami istri,silahkan dicium mempelai wanitanya"ucap pemimpin pernikahan
__ADS_1
Dimas mencium kening Rani dan bibirnya sekilas,disambut tepukan tangan oleh para tamu undangan. Rani tersenyum malu-malu,dia benar-benar tidak menyangka bakalan menjadi istri Dimas. Apalagi membayangkan pernikahan yang sangat lah mewah menurutnya
Dimas dan Rani sudah duduk berdampingan diatas pelaminan yang dipenuhi dengan bunga-bunga,Rani benar-benar senang
"terima kasih mas....sudah mau menerima ku "ucap Rani
Dimas tidak menjawabnya ,dia langsung mengecup bibir Rani didepan semua tamu undangan. Dimas bergabung dengan teman-teman nya,termasuk satria. Rani berbincang dengan Tiara
"terima kasih kak....kalau waktu itu kakak tidak menolong saya ,mungkin saya tidak akan bertemu dengan mas Dimas dan mungkin saja saya tidak akan menikah dengan mas dimas"jelas Rani malu
"semua itu sudah takdir,dan memang mungkin kamu sudah berjodoh dengan Dimas "ucap Tiara sambil tersenyum
Dimas menatap Rani,jantungnya berdebar saat melihat wajah Rani. Sementara saat melihat Tiara,tidak ada perasaan yang tersimpan untuk Tiara. Mungkin karena Tiara sudah dimiliki oleh satria
Paman Renata datang mendekati Dimas juga Rani yang kini sudah berada diatas pelaminan
"maafkan saya tuan....saya pikir anda dan keponakan saya memiliki hubungan karena waktu itu anda dan Renata kan pernah datang ke hotel kami....jadi saya memberitahu mengenai aula yang anda pesan"jelas paman Renata
__ADS_1
"anda harusnya minta maaf pada istriku,karena Renata sudah membuatnya malu"ucap Dimas dengan dingin
"hhmmm....nyonya....maafkan saya,saya tidak tau. "ucap paman Renata
Rani tersenyum,baru ini dia dipanggil dengan sebutan nyonya. Rani menganggukan kepalanya,menyatakan kalau dia sudah memaafkannya
."katakan sesuatu sayang"ucap Dimas sambil menarik pinggang Rani
"iya....aku sudah memaafkan bapak,tolong jangan panggil saya nyonya...panggil saja Rani"jawab Rani
"mana mungkin saya memanggil anda dengan sebutan nama anda saja,terima kasih nyonya....ini....sebagai hadiah dan kompensasi untuk permintaan maaf saya"ucap paman Renata menyerahkan sebuah amplop berukuran sedang
"tidak usah,trima kasih"jawab Rani
"mohon diterima nyonya,kalau tidak saya pasti akan dikeluarkan dari hotel ini"ucap paman itu lagi
Dengan cepat Rani langsung mengambil hadiah dari tangan paman Renata,dia takut jika paman Renata itu akan dipecat. Dimas tersenyum melihat Rani mengambil hadiah nya seperti dirampas saja.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘