
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Masih setengah perjalanan menuju apartemen Dimas,bara sudah tertidur dibangku penumpang. Dimas sudah hampir sampai didekat kos-kosan dekat apartemen nya,dia berjalan perlahan-lahan saat melintasi tempat itu.
Banyak wanita muda berlalu lalang memasuki area kos-kosan,Dimas menatap satu persatu wanita disana dengan menjalankan mobilnya agak sedikit pelan. Tidak terlihat tanda-tanda Rani disana,hingga dia mulai berjalan ketempat kos-kosan yang kedua.
Setelah mengamati lagi dan cukup lama disana,Dimas juga tak melihat adanya Rani ditempat itu. Dimas meraup wajahnya dengan kasar,dia sungguh-sungguh menyesal sudah membuat Rani pergi.
Saat ingin menuju kos-kosan yang ketiga,bar terbangun. Dia mengucek-ngucek matanya,mengamati keadaan sekitarnya.
"kita udah sampe om?"tanya bara pada Dimas yang masih mengamati jalanan didepannya
"hhmm....sedikit lagi,kita jemput Tante Rani dulu ya"jawab Dimas sambil tersenyum
"iya....tapi bala haus om"ucap bara
__ADS_1
Dimas tersenyum mendengar pernyataan bara, sebenarnya dirinya juga haus tapi dia tidak tega membangunkan atau meninggalkan bara dimobilnya untuk membeli minuman. Tak jauh dari mereka terdapat mini market,Dimas menepikan mobilnya.
Dimas membawa bara ke dalam mini market,dia memilih-milih minuman dingin di kulkas itu. Bara juga memilih satu,dia melihat makanan ringan didekatnya
"bara mau?kalau bara mau,ambil saja yang bara suka. Om kesana dulu,mau ambil permen dan roti"jelas Dimas sambil menunjuk etalase dibagian belakang
"kalau sudah selesai,bara tunggu disini aja ya. Biar om yang jemput bara"ucap Dimas sambil mengelus kepala bara
Bara menganggukan kepalanya,dia sibuk memilih-milih makanan ringan kesukaannya. Di ambilnya beberapa dan dimasukan kedalam keranjang yang berada dibawah kakinya,Dimas memang meletakan keranjang belanjaannya didekat bara.
"Tante....Tami Balu mau demput Tante lani,eeh... tau-tau nya Tante lani udah kecini"ucap bara sambil memeluk Rani
Rani tersenyum mendengar jawaban dari bara yang terlihat lucu,dia menatap sekeliling nya. Mendengar bara mengatakan mau menjemput nya membuatnya bertanya-tanya,siapa yang ingin menjemputnya?apa mungkin mbak Tiara?begitulah pikirannya
Dimas berjalan mendekati bara,dia melihat wanita yang dicintainya sudah berada didekat bara. Dimas mempercepat jalannya ,saat berada didekat mereka. Dimas meraih tubuh mungil Rani,dia memeluknya dengan erat dan menghirup aroma tubuh Rani yang sangat dirindukannya.
__ADS_1
Padahal baru sehari dimas tidak bertemu Rani,tapi rindu dihatinya sangat membuncah sehingga merasa ingin meledak.
"sayang....kenapa kau pergi?jangan tinggalkan aku?aku ngak bisa hidup tanpa mu"ucap Dimas mengeluarkan semua yang ada dihatinya
Rani tertegun mendengar ungkapan hati Dimas,dia seakan tak percaya seorang Dimas yang tidak pernah berhubungan dengan wanita bisa-bisanya mengatakan hal seromantis itu padanya yang hanya wanita biasa saja
Dimas masih memeluk Rani, seolah-olah dia tidak ingin berpisah dengan wanita dipelukannya ini. Bara memerhatikan om dan tantenya yang berpelukan pun merasa heran,Rani melihat bara yang mengernyitkan dahi karena bingung membuat Rani melepaskan pelukannya.
Dimas menatap mata Rani yang sudah berada didepannya,Rani mendorong dada bidang Dimas.
"kamu kenapa?maaf kan aku"ucap Dimas menatap Rani
"hhmm....itu...bara liatin kita,semua orang juga"jawab Rani dengan wajah yang sudah memerah
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘