
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Satria menyambutnya dengan tenang,dia juga memperkenalkan dirinya. Mereka masih bertatapan,seolah mengerti...Tiara langsung mengajak satria untuk pulang kerumahnya dan bertemu dengan neneknya
"ayo mas....kita pulang,maaf ya Raka. Aku mau pulang dulu,besok aku jelasin deh"ucap Tiara berpamitan dengan Raka
"jelasin?apa maksud nya ini?"batin satria dalam hati sambil menatap Tiara dengan tajam
"kenapa Tiara harus menjelaskan hubungan kami pada pria itu?"tanya satria lagi masih dalam hati
Satria tidak Ingin menanyakan langsung pada Tiara,dia takut Tiara marah dan meninggalkan nya lagi. Satria masih terdiam sambil berjalan beriringan dengan Tiara,tangan tidak lagi menggenggam tangan Tiara.
"kita sudah sampai"ucap Tiara membuyarkan lamunan satria akan Raka
Satria memandangi rumah kecil didepannya,kemudian dia menatap Tiara dengan wajah sedihnya.
Satria merasa sedih,karena Tiara pasti sangat menderita saat hamil dia bekerja apalagi tinggal dirumah kecil seperti ini. Pasti rasanya tidak nyaman,dan bara....satria memandang bara,dia juga merasa kasihan pada bara.
Disaat bara lagi aktif-aktifnya berlari kesana-kemari,tapi tempatnya terbatas karena sempit rumahnya. Mata satria sudah berkaca-kaca,dia bisa merasakan penderitaan Tiara dan putranya
__ADS_1
"mas....ayo masuk"ucap Tiara lagi
Satria mengikuti langkah kaki Tiara,hingga dia melihat lantai yang beralaskan ambal yang tidak begitu tebal didepannya.
"sepertinya ini ruang tamu nya"ucap satria dalam hati
"mas....letakan bara dikamar saja"ucap Tiara sambil melangkah didepan satria ,menunjukan kamar Tiara dan bara
Sampai dikamar,
"mana tempat tidurnya?"tanya satria menatap sekeliling nya
"tidurkan disini saja mas"ucap Tiara sambil duduk di kasur yang berada dilantai
satria meletakan bara ke atas kasur,kemudian duduk didekat bara sambil mengelus kepalanya dan matanya beredaran menelisik setiap inci bagian didalam kamar itu.
"Ra....kenapa ngak ada tempat tidurnya?bara bisa masuk angin kalau begini"ucap satria
Dikamar itu hanya ada lemari kecil ,sebagian baju-baju Tiara dan bara hanya dimasukan didalam keranjang pakaian yang biasa digunakan untuk pakaian kotor.
__ADS_1
Satria menatap nya dengan miris,Tiara hanya tersenyum. Kemudian Tiara keluar dari kamarnya,dia ingin membuat makan malam untuk satria dan juga dirinya karena memang dari tadi dia belum makan.
Satria merebahkan tubuhnya disamping bara,dia memeluk erat tubuh bara sambil menangis. Sementara Tiara sudah berada didapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk memasak,tak lama kemudian nenek datang
"Ra....kamu belum makan?"tanya nenek karena melihat Tiara sedang menyiapkan bahan makanan
"iya nek....nenek sudah makan?"tanya Tiara
"sudah....kamu ngak usah masak,itu tadi nenek masak ayam sambel ijo....masih ada beberapa potong lagi,kamu makan itu aja"ucap nenek
"iya nek....Ara cuma mau masak sayurnya,biar makannya pake sambel ayam"jawab Tiara
Tiara kembali memotong bahan sayuran yang tersedia didalam kulkas kecilnya,dia sudah memulai memasak sambil senyum-senyum sendiri
Nenek mengernyitkan dahinya,biasanya kalau malam-malam begini....Tiara jarang mau makan pakai sayur kalau makan malam,lagi pula dia juga sering makan apa adanya dan malas untuk memasak lagi
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘
__ADS_1