
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Rani merasakan sesuatu keras menusuk pangkal pahanya dibagian bawah,dia bisa tau kalau itu junior milik Dimas yang sudah berdiri.
Dimas berusaha menahan nafsunya,dia bangkit dari atas tubuh Rani. Melihat Rani yang masih polos,dia pun memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak membuatnya semakin bernafsu. Rani menyadari perubahan dari Dimas,Rani menarik tangan Dimas dan membawanya ke dalam kamar mandi. Dimas merasa terkejut karena sudah ditarik paksa masuk kedalam kamar mandi
Rani memeluk tubuh Dimas,Dimas masih berdiam diri karena takut akan semakin membangkitkan nafsu nya. Rani melepaskan pelukannya dan menatap mata Dimas
"maaf kan aku,aku....aku belum bisa percaya pada tuan saat ini. Aku rasa....ini terlalu cepat,tapi...tapi aku bisa melepaskan hasrat tuan yang tertunda"jelas Rani
"aku rasa tuan belum tau benar mengenai perasaan anda, jadi lebih baik kita tidak melakukannya dulu"ucap Rani lagi
Dimas mendengar kan ucapan Rani,dia tau maksud Rani bahwa dirinya mungkin hanya terobsesi oleh tubuh Rani saja.
"mungkin dia benar"batin Dimas
"tapi....apa maksudnya dengan membantu melepaskan hasrat yang tertunda?"tanya Dimas dalam hati
__ADS_1
Dimas menatap Rani dengan bingung,Rani sudah menundukan wajah nya berhadapan dengan junior Dimas yang masih berdiri didalam sangkar nya. Rani membuka celana training yang dipakai oleh Dimas,Dimas membelalakkan matanya. Menatap Rani dengan tidak percaya,terlihat jelas juniornya sudah mengeras. Dengan cepat Rani mulai mengguullum junior Dimas,membenamkan semuanya juga menjjjillatti nya dengan perlahan sehingga menghasilkan suara desahan dari bibir Dimas
Rani mempraktekkan apa yang telah dilihatnya didalam film yang ditontonnya waktu itu,Rani berdiri sambil mengarahkan kepala Dimas ke gundukan yang masih sangat kenyal itu. Ini pertama kalinya Rani melakukan hal seperti ini,dia benar-benar merasa malu tapi dia juga menikmatinya.
Dimas masih terkejut tapi karena sudah disuguhi gundukan yang kenyal,tanpa berpikir panjang lagi Dimas pun mulai mengguullum dan menggghiisaaap nya secara perlahan-lahan. Rani merasakan sensasi yang belum pernah dirasakannya,tubuhnya sudah bergetar hingga suara desahan-desahan pun terdengar ditelinga Dimas
Dimas menciumi leher Rani yang mulus,dia memberikan gigitan-gigitan kecil dileher Rani. Tanpa sadar Rani mengalungkan tangannya ke leher Dimas,mendekap tubuh Dimas. Dengan lidah Dimas yang masih bermain dileher Rani,tangan Dimas pun mulai bergerilya merrremasss-reemaas gundukan Rani dan sebelah lagi meraba-raba area sensitif Rani
Rani semakin menikmati setiap sentuhan Dimas,Rani memejamkan matanya merasakan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan nya.
"ma...su...kin....ja...RI....nya"bisik Rani sudah tidak tahan lagi
"kamu mau???hhmm....Rani... "ucap Dimas lagi menatap wajah Rani yang sudah berkabut gairah
Rani masih mendesah,dia tidak dapat berpikir jernih. Rani sudah benar-benar ingin lebih lagi, hingga akhirnya dia menganggukan kepalanya. Mendapat persetujuan dari Rani,Dimas pun mengangkat tubuh Rani dan membawanya ke tempat tidurnya. Dimas merebahkan tubuh Rani diatas tempat tidur dan menindihnya.
Dimas mencium dan melllummat bibir Rani dengan lembut,kemudian kembali menjjjillatti leher Rani. Tangannya sudah meeereemass kedua gundukan milik Rani yang kenyal. Desahan-desahan pun terdengar bersahutan didalam kamar Dimas,hingga akhirnya Dimas menancapkan senjatanya yang dari tadi sudah berdiri tegak.
__ADS_1
"aaakkh.....sa... kit"ucap Rani menatap senjata Dimas yang masih masuk separuh
"be....sar banget....ja...Ngan ....tuan"ucap Rani menatap senjata Dimas
"seben...tar...udah nanggung ni...hhmm....sebut nama ku"jawab Dimas
blessss....
Bersamaan dengan masuk nya senjata Dimas,Rani pun merasakan perih yang luar biasa. Suara robekan pun terdengar jelas,tak terasa air mata Rani menetes. Dimas belum menggerakkan senjatanya sama sekali karena melihat wajah Rani yang meringis kesakitan
"di....mas.....aaakh.... seperti ada yang mengganjal"ucap Rani
"iya.... boleh aku gerakan?"tanya Dimas menatap wajah Rani
Rani menganggukan kepalanya,Dimas mengerakkan maju mundur secara perlahan-lahan. Membuat Rani mulai menikmatinya lagi,perih tapi lama-lama enak juga. Begitu lah yang dipikirkan Rani,hingga akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama-sama
"aakhh....Rani....aku mencintaimu"teriak Dimas sambil mengecup bibir Rani
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘😘