
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Dan benar saja,setelah mengatakan nenek menunggunya. Satria melepaskan pelukannya dan terduduk,dia menatap wajah Tiara yang tersenyum. Dengan cepat satria menempelkan bibirnya pada bibir Tiara,******* bahkan mengulumnya lebih lama membuat bibir Tiara terasa kebas.
"eehmmm....."ucap Tiara sambil mendorong tubuh satria
"ayo kita makan dulu,nenek sudah menunggu"ucap Tiara lagi
"ciumannya masih terasa manis, seperti biasanya....membuat aku kecanduan"gumam satria dalam hati sambil menatap wajah Tiara yang manis menurutnya
Tiara berdiri dan menarik tangan satria agar dia juga ikut berdiri,tapi saat menariknya malah Tiara yang terjatuh di dada satria.
"aaakh....."teriak Tiara
Satria langsung memeluknya kembali,ntah kenapa wangi tubuh Tiara benar-benar sangat dirindukannya. Tiara mendorong tubuh satria lagi
__ADS_1
"ayo.....kasihan nenek sudah menunggu kita"ucap Tiara cemberut
Satria tertawa pelan, melihat Tiara cemberut membuatnya nampak semakin menggemaskan. Satria mendekati Tiara,dia membisikan sesuatu
"kamu harus janji kasih aku ciuman setelah aku menemui nenek,gimana?"bisik satria
"kamu itu ya....ngak berubah juga, selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan"ucap Tiara geram
Tiara berjalan keluar kamarnya, meninggalkan satria yang masih tertawa pelan. Sudah lama satria tidak melihat Tiara yang selalu ngambek seperti ini,rasanya sangat menggemaskan
Satria pun keluar dari kamar Tiara,dia memang ingin sekali bertemu dengan neneknya Tiara. Dia ingin meminta maaf pada neneknya karena telah membuat Tiara menderita,akibat kelakuannya
"nek.....apa kabar?"tanya satria saat sudah duduk diatas ambal
"baik....kamu lihat sendiri kan?bagaimana kabarmu?kenapa kamu agak kurus sekarang?"tanya nenek sambil memperhatikan tubuh satria
__ADS_1
Satria hanya tersenyum, dia tidak menjawab pertanyaan nenek,dia diam saja dan memandangi wajah nenek. Nenek tersenyum membalas senyum satria
"nek....maaf kan aku,selama ini sudah membuat Tiara dan nenek menderita."ucap Satria sedih
"makan lah dulu,setelah itu mandi dan istirahat lah dikamar Tiara. Besok kita bicara lagi,nenek mau istirahat juga"jawab nenek sambil berdiri dan berjalan menuju kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Tiara
Di rumah itu memang hanya memiliki dua kamar,itu pun kamarnya agak kecil. Satria memandangi punggung belakang nenek,ada rasa bersalah yang sangat besar yang terasa didadanya pada nenek.
"makan lah dulu,pasti mas belum makan kan?"tanya Tiara sambil menyerahkan piring nya kepada satria
Satria mengambil nya dan memakan makanannya bersama Tiara,Tiara juga makan. Satria memperhatikan wajah Tiara yang sedang makan,rasanya sangat damai. Tiara menyadari tatapan satria yang menatapnya dari tadi
"habiskan....jangan menatapku saja,nanti ngak kenyang"ucap Tiara tanpa melihat mata satria
Satria tersenyum,dia benar-benar sangat senang. Saat-saat seperti ini lah yang selalu dirindukannya,dia ingin segera membawa Tiara dan putranya kembali ke rumahnya secepatnya. Setelah makan,Tiara membersihkan bekas makan mereka . Satria memandangi Tiara,hal yang dulu biasa dilakukan Tiara dan juga hal yang dirindukan nya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih πππ