
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Mendengar ucapan Rani,Dimas jadi tersenyum. Apalagi melihat wajah Rani yang memerah,Dimas dengan cepat mengecup bibir manis Rani. Membuat Rani membulatkan matanya, wajah nya semakin merah dan terasa panas .
"om... udah tayak papa bala ada,cium-cium mama didepan banak olang"ucap bara sambil melipatkan kedua tangannya didepan dada.
"jelas dong,itu namanya om dan papa sama-sama sayang dengan orang kita cintai"jelas Dimas tanpa rasa malu
Rani membulatkan matanya,dia benar-benar merasa malu. Ucapan Dimas sangat tidak pantas untuk anak-anak seperti bara,Rani mencubit perut Dimas
"aakh....sakit sayang"teriak Dimas sambil memegang tangan Rani
Semua mata menatap ke arah mereka,tapi Dimas tidak memperdulikan nya. Dia malah memeluk pinggang ramping Rani,sambil menggandeng tangan kecil bara. Dimas ngak mau kalau ada yang mencoba melirik Rani,Rani hanya miliknya.
Perasaan Dimas benar-benar sangat senang saat ini,wajah Rani memerah. Dimas berjalan ke arah kasir dan membayar belanjaan mereka,keranjang Rani pun sudah penuh dengan berbagai barang. Tadinya dia ingin membeli beberapa makanan untuk stok di kos-kosan nya dan membeli beberapa perlengkapan mandi,tapi tak disangka saat akan membayar dia malah melihat bara.
__ADS_1
Dimas menarik keranjang belanjaan Rani dan membayar nya,awalnya Rani menolak nya tapi Dimas memaksanya dengan melototkan matanya ke arah Rani sehingga Rani hanya bisa berdesah saja.
Barang-barang belanjaan dibawa oleh Dimas ke dalam bagasi mobilnya,dia menarik Rani yang masih berdiri disamping mobilnya.
"aku...aku tidak ikut ke apartemen anda,aku sudah mengambil barang-barang ku"ucap Rani menahan tarikan tangan Dimas
"baiklah....kalau begitu kita ke kos-kosan mu saja"jawab Dimas mendorong tubuh Rani untuk masuk ke bangku penumpang yang berada dibelakang dengan bara
Rani hanya bisa mengikuti Dimas,dia tidak bisa membuat Dimas marah. Jika Dimas sudah marah,maka akan sudah untuk membujuknya. Pasti ujung-ujungnya Rani harus melayani kemesumannya
Rani sudah duduk dibelakang bersama dengan bara, tidak butuh waktu lama. Dimas dan Rani sudah sampai didepan lorong menuju kos-kosan yang akan Rani tempati
Rani berjalan lebih dulu sambil menggandeng tangan bara,Dimas mengikutinya dari belakang. Dia sengaja tidak menurunkan belanjaannya,karena dia hanya ingin mengambil barang-barang Rani dan membawa Rani kembali ke apartemen nya
Sepanjang lorong,Dimas merasa sedikit tidak suka. Sudah jalannya agak sempit, kos-kosan nya berupa kamar dan kamar mandi saja. Kecil dan agak pengap,kamar kos Rani berada diujung lorong. Dua atau tiga pintu dari ujung,belum mentok ke dinding ujungnya
__ADS_1
Rani berhenti didepan pintu kamar kos nya,dia membuka pintu itu. Untungnya tadi Rani sudah menyapu dan mengepel kamarnya,jadi tidak terlalu kotor.
"ayo masuk"ajak Rani pada bara dan Dimas
"ini Kamal ciapa Tante?"tanya bara memandangi sekeliling nya
"sekarang Tante tinggal disini"jawab Rani sambil tersenyum
"dimana belanjaan ku?"tanya Rani menatap tangan Dimas yang kosong
"dimobil,bereskan pakaianmu....kita kembali ke apartemen"ucap Dimas sambil mencari tempat yang bisa didudukinya
Tidak ada kasur,hanya ada karpet dan sebuah lemari kecil dengan meja kecil juga. Rani duduk di karpet yang terbentang dilantai,dia duduk bersebelahan dengan bara sedangkan Dimas masih berdiri didepan pintu.
Rani memandang wajah Dimas,dia merasa kesal. Seenaknya saja dia menyuruh Rani kembali ke apartemen nya,apa dia lupa dengan yang dikatakan nya semalam. Rani menampilkan wajah cemberut nya,dia tidak ingin kembali ke apartemen Dimas
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘😘