
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Saat Danu hendak keluar,putri pun keluar dengan memakai dress mini nya yang hanya sebatas lututnya. Rambutnya yang masih acak-acakan,dia berjalan menuju ruang tamunya mendekati Danu.
"sudah kan?anda bisa keluar dari sini"ucap Putri ketus
Danu tersenyum,biasanya wanita yang bertemu dengan nya selalu berusaha menggodanya tapi wanita didepannya ini malah bersikap ketus. Melihat Danu yang tersenyum membuat putri semakin kesal
"kenapa senyum-senyum?anda bisa keluar sekarang"ucap Putri marah
"baiklah....terima kasih atas minumannya"jawab Danu yang berjalan ke arah pintu keluar
"eeh....hhmm....iii...itu...tolong jangan bilang siapa pun tentang yang anda lihat tadi dan...dan anggap saja anda tidak melihatnya"jelas putri yang sudah menutupi tubuhnya dengan tangannya
Danu berbalik melihat wajah putri yang sudah memerah menahan malu,juga dengan kedua tangannya yang menyilang di bagian dadanya.
"kalau jangan bilang siapa pun,aku ngak akan bilang tapi mengenai mata ku yang melihat tubuhmu....aku ngak janji,karena mungkin aku akan membayangkannya nanti"jawab Danu menggoda putri
__ADS_1
"ka...kamu...."teriak putri melihat Danu
Danu tertawa sambil berjalan keluar,dia merasa senang bisa menggoda wanita cantik itu. Baru ini dia tertawa lepas melihat tingkah laku wanita, biasanya yang ada kesal karena mereka mengejar-ngejar dan berusaha merayu dirinya
Ditempat lain....Dimas terbangun dan meraba-raba tempat tidurnya,merasa tidak mendapatkan apa pun . Dimas duduk dan mengamati sekeliling nya,dia merasa senang membayangkan kegiatan panasnya dengan Rani tadi malam.
Dimas segera membersihkan dirinya,setelah membersihkan dirinya. Dia ke arah dapur mencari keberadaan Rani tapi dari tadi tidak terlihat,hingga dia melihat mama nya yang sedang sarapan.
"pagi ma ..... dimana rani?"ucap Dimas masih menatap sekeliling nya mencari keberadaan Rani
"kalian bertengkar ya?Rani sudah pergi ,katanya dia ada urusan"ucap mama Dimas
"mana mama tau,Rani cuma bilang dia ada urusan "jelas mama Dimas
Tanpa pikir panjang lagi,Dimas mengambil kunci mobilnya yang terletak diatas kulkas tempat dia biasa meletakan bila dirumah orang tuanya. Mama Dimas melihat Dimas yang sudah berjalan dengan cepat menuju pintu keluar
"Dimas.... sarapan dulu nak"teriak mama Dimas tapi Dimas tidak memperdulikan nya
__ADS_1
Dimas menjalankan mobilnya ke apartemen,dia tau kalau Rani pasti berada diapartemen nya. Dia mengingatkan kembali ucapan nya tadi malam,kepalanya terasa sedikit pusing
"apa aku sudah menyakitinya?"tanya Dimas dalam hati sambil memijit keningnya dengan sebelah tangannya
"aku ngak mau kehilangan kamu ran,maafin aku"gumam Dimas sedih
Dimas mengendarai mobilnya dengan cepat,setelah sampai diparkiran. Dimas berlari menuju apartemen nya dan membuka kode password nya,melihat dan mencari-cari keberadaan Rani. Dia membuka lemari pakaian Rani,lemari itu kosong. Tak ada satu pun pakaian lagi didalamnya,membuat Dimas semakin panik.
"apa yang sudah aku lakukan?"
"Rani... kamu dimana?"
"apa yang harus aku lakukan?"
Dimas bingung,dia tidak dapat berpikir lagi. Membayangkan Rani meninggalkan nya ,membuat rasa takut dihatinya membuncah. Seketika terlintas saat Rani mengatakan ingin bekerja direstauran yang berada di gedung apartemen itu juga,Dimas keluar dari apartemen nya menuju restauran yang dikatakan Rani
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya. makasih 😘😘😘😘