
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Setelah saling bertukar tanya,Aldo membawa citra ke teras depan rumahnya. Menikmati udara pagi yang segar juga memandang halaman rumahnya yang sudah penuh dengan bunga,Aldo masih menggenggam tangan citra dan mendekap tubuhnya di pelukannya. Kemudian dia mengelus perut citra yang semakin membesar sambil tersenyum senang
"apa kabar anak ayah?"tanya Aldo masih mengelus perut citra. Citra juga senang karena bisa berkumpul dengan Aldo lagi,citra tak bosan-bosannya memandangi wajah Aldo
"besok kita periksa ya.....aku mau tau keadaan anakku"ucap Aldo sambil memandang citra lembut,citra hanya menganggukan kepalanya
Ditempat lain, putri dan Danu masih tertidur didalam kamar di rumah mama nya Danu. Tadi malam putri terasa berbeda ,karena putri sangat lah agresif membuat Danu hampir tak bisa menyeimbangi nya. Tidak seperti biasanya,makanya Danu kelelahan dan kesiangan bangun.
Mama Danu sudah menyiapkan tespeck agar pagi ini jika putri bangun akan langsung dites,jadi mau tak mau putri harus menikah dengan Danu. Begitu lah yang dipikirkan mama Danu.
ceklek....
Pintu kamar Danu dibuka oleh mama nya menggunakan kunci cadangan,mama meletakan tespeck yang dibelinya di atas meja. Kemudian membangunkan putri dengan cara menggoyangkan lengannya,putri membuka matanya perlahan. Melihat kesekeliling nya dan matanya membulat sempurna mendapati mama Danu sudah berada didalam kamarnya.
"ma...."ucap Putri pelan
Putri memegang selimutnya dengan kuat diatas dadanya,menutupi tubuhnya yang polos. Wajahnya sudah memerah menahan malu,dia mengingat semua yang dilakukannya pada Danu tadi malam. Entah kenapa dia suka sekali dengan aroma tubuh Danu juga batang nya yang terlihat sangat besar dimatanya. Putri menundukan kepalanya,bingung harus berkata apa
__ADS_1
"ayo bangun sayang....coba kamu tampung air seni mu disini"ucap mama danu
Tanpa banyak kata,putri bangkit dari atas tempat tidur dengan membawa selimut ditubuhnya. Danu menarik selimut itu, terjadi lah tarik menarik hingga mata Danu terbuka
"sayang....kamu mau kemana?"tanya Danu melihat putri sudah mau bangkit dari tidurnya
Danu menarik putri dan memeluknya,menjadikan Danu guling untuknya tanpa melihat ada nya mama nya didalam kamar. Putri mendorong Danu dan memukul tangan Danu,Danu diam saja. Pukulan putri tak berasa apa pun pada nya hingga akhirnya Danu merasa mual yang teramat sangat saat ini,dia langsung berlari ke kamar mandi dengan keadaan polos. Mama juga putri yang melihatnya menggelengkan kepalanya
uweeek..... uueeekkk....
Suara muntahan terdengar menggema didalam kamar mandi,mama Danu langsung keluar untuk menghubungi Dokter pribadi mereka. Sementara Putri berjalan ke kamar mandi dan memijit-mijit punggung belakang Danu dengan lembut,tubuh Danu terasa sangat lemas. Dia terduduk dilantai kamar mandi,rasanya tak sanggup mengangkat tubuhnya lagi.
Danu menggelengkan kepalanya,dada nya terasa sakit akibat muntah dan mual diperutnya. Putri membantu Danu untuk berdiri dan mendudukannya dipinggir tempat tidur,memberikan air yang ada diatas meja. Kemudian putri masuk kedalam kamar mandi lagi dan menampung air seni nya seperti yang dikatakan mama Danu, setelah itu putri membersihkan dirinya.
Danu berbaring lagi ditempat tidur saat putri sudah rapi dan wangi,putri mendekati Danu dan menatap nya hingga mama Danu masuk bersama seorang pria paruh baya.
"coba diperiksa dok"ucap mama Danu
Dokter pun memeriksa Danu, sedangkan mama Danu mendekati putri dan menatap putri dengan lembut juga tersenyum membuat putri malu mengingat paginya dibangunin oleh calon mertuanya
__ADS_1
"sudah kamu tampung sayang?"tanya mama Danu lembut,putri hanya mengangguk
Mama Danu mengambil wadah yang berisi air seni putri,dia langsung memasukan tespeck yang diletakan nya diatas meja tadi pagi. Sedangkan putri masih melihat dokter memeriksa Danu
"bagaimana dok?Danu sakit apa?"tanya Putri setelah melihat dokter selesai memeriksa keadaan Danu
"semuanya baik-baik saja kok,tuan muda Danu sehat"jawab dokter
"tapi tadi pagi dia muntah-muntah, apa salah makan?"tanya Putri bingung
"kondisi perut tuan muda baik-baik saja nona,tidak ada yang perlu dikhawatirkan"jelas dokter lagi
"tapi..."belum lagi putri bicara,mama Danu sudah menyela
"eeekhm ...eekkhmm.. sudahlah,sebaiknya dokter Fahmi pulang saja. Berikan resep vitamin dan obat anti mual untuk Danu saja"jelas mama Danu
Dokter Fahmi menulis kan resep untuk Danu dan memberikannya kepada kepala nelayan agar segera ditebus,kemudian mama Danu keluar dari kamar Danu bersama dokter dan mengantarkan dokter.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘😘