
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Paginya.....
Putri mengerjapkan matanya,dia berusaha untuk membuka matanya dengan sempurna. Menatap sekeliling nya yang merasa asing,kepalanya masih sedikit pusing. Dia ingin duduk tapi sepertinya ada sesuatu yang menimpa perutnya,dia pegang bagian atas perutnya. Ternyata sebuah tangan kekar melingkar diperutnya,malam tadi dia bermimpi bercinta dengan Danu. Tapi pagi ini dia mendapatkan wajah Danu yang sudah tertidur pulas disampingnya,rasa terkejut dihati putri. Apalagi dia melihat tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benang pun,pikirannya kembali mengingat mimpi itu.
"apa yang aku lakukan?itu bukan mimpi"gumam putri pelan karena menyadari mimpinya adalah kenyataan.
Putri menarik dirinya untuk duduk,dia berusaha menenangkan pikirannya. Saat ini Danu sudah tau kalau dirinya tidak suci lagi,mungkin danu akan menjauhinya. Ada perasaan sedikit kehilangan dihati putri,bila memikirkan Danu akan menjauhinya. Tapi itu lebih baik,dia tidak perlu menghindari Danu lagi .
Putri mengangkat tangan kekar Danu,dia meletakan nya diatas tempat tidur dan bangkit dari tidurnya. Putri berjalan tanpa sehelai benang pun kedalam kamar mandi,sudah lama dia tidak melakukannya. Tapi kali ini rasanya benar-benar nikmat,dia membayangkan batang Danu yang berada di mulut nya tadi malam. Hampir sama dengan Randy,tapi agak sedikit besar dari nya. Mungkin karena tubuh Danu lebih besar juga berotot,apalagi dengan Danu yang seorang komandan yang sering berlatih.
"aaakh....aku harus melupakannya"gumam putri
Putri membersihkan dirinya,mandi dengan cepat agar bisa pergi dari sana juga dengan cepat. Setelah selesai,putri keluar menggunakan jubah mandi yang tergantung didalam kamar mandi. Dia mengutip setiap pakaiannya yang tercecer dilantai kamar itu,memakainya satu persatu kemudian merapikan rambutnya ke atas. Dia segera keluar dari kamar Danu dengan pelan agar Danu tidak terbangun,saat berada didepan pintu. Putri berpas-pasan dengan mama Danu,tubuh putri sudah mulai menegang. Dia takut jika mama Danu berpikiran yang tidak-tidak, tapi terlihat senyuman dibibir mama nya Danu.
"kamu sudah bangun?"tanya mama Danu dengan lembut
"hhmm....maaf Tante,saya....anu....itu..."jawab putri gugup juga bingung
__ADS_1
"kenapa?tadi malam kepala kamu pusing,jadi Tante suruh kamu istirahat didalam kamar Danu. Apa masih pusing?"jelas mama Danu yang tau kalau putri merasa takut
"su. . sudah baikan Tante,sa....saya mau pulang dulu karena ada telpon mendadak dari teman saya"ucap Putri cepat
"apa Danu sudah bangun?"tanya mama Danu
"eng....eemm....itu,Danu masih tidur . Saya pulang naik taksi saja Tante,apalagi saya harus kerja hari ini"jawab putri masih dengan gugup nya
"kita pergi bersama saja"ucap papa Danu dari belakang yang tak lain pak Doni
Putri tau kalau papa Danu adalah pemilik perusahaan nya,apalagi saat bertemu Danu dikantor papa nya waktu itu. Tadi malam dia baru menyadari kalau Danu anak dari pemilik perusahaan nya,putri menjadi semakin tidak enak hati
"kalau begitu diantar kan supir saja ya,hari ini kamu ngak usah masuk kantor dulu. "ucap mama nya Danu
"iya....mungkin kamu masih ngak enak badan,jadi istirahat lah dirumah dulu"ucap papa Danu juga
"baiklah... kalau begitu saya permisi dulu"jawab putri
Putri berjalan bersama mama dan papa nya Danu menuju teras,mobil pak Doni pun sudah berada didepan.
__ADS_1
"papa pergi dulu ya ma...."ucap pak Doni mencium kening istrinya
Pak Doni masuk kedalam mobilnya dan pergi,sementara Putri masih menunggu mobil yang digarasi dikeluarkan dulu.
"sebentar ya put,mama ambil sesuatu dulu"ucap mama Danu masuk kedalam rumahnya
Mobil yang akan mengantarkan putri sudah berada didepan nya,tinggal menunggu mama nya Danu keluar baru lah dia masuk kedalam mobil. Tak lama mama Danu datang membawa paperbag ditangannya
"ini....nanti sarapan dirumah ya"ucap mama Danu memberikan paperbag yang dibawa nya tadi
"Ng...ngak usah Tante "jawab putri merasa tidak enak
"ngak apa-apa,dimakan ya...biar ada tenaga"ucap mama Danu
Putri pun berjalan masuk kedalam mobil yang akan mengantarkannya dan pamit pada mama Danu,mama Danu memeluk serta mencium pipi kanan dan kiri putri.
Beberapa saat kemudian,putri sudah sampai diapartemen nya,dia masuk dan merebahkan tubuhnya. Mengingat-ingat lagi kejadian malam tadi,dia menghela nafasnya saat merasakan hatinya akan sakit jika terus bersama Danu. Dia tidak ingin berharap lebih pada Danu,biar semuanya berjalan seperti apa adanya.
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih ππππ