
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Seminggu sudah citra istirahat di apartemen milik putri,citra sudah memeriksakan kehamilannya bersama putri. Saat ini citra sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja,dia akan menyelesaikan segala urusan pekerjaan nya terlebih dahulu. Putri dan Danu sudah meminta ijin pada pak Doni untuk citra,bahkan putri dan Danu juga sudah menceritakan kalau citra akan berhenti dari perusahaan pak Doni.
Walaupun putri dan Danu tidak menceritakan masalah citra pada pak Doni,tapi pak Doni sangat menyayangkan keputusan citra untuk keluar dari perusahaan nya. Pak Doni malah ingin citra tetap bekerja tapi diperusahaan yang lain yang berada diluar kota,Danu juga menyetujuinya. Pak Doni melakukannya karena citra adalah teman putri dan putri adalah wanita yang disukai oleh anaknya,jadi dia ingin membuat teman dari calon menantunya itu merasa nyaman
Citra sudah berada didepan perusahaan pak Doni,dia harus menyelesaikan pekerjaan yang tersisa disana selama seminggu ini. Setelah itu dia akan pindah ke perusahaan diluar kota yang masih merupakan milik pak Doni juga,citra sudah merasa lebih baik. Rasa mual dan lemas nya sudah tidak terlalu dirasanya karena dia sudah meminum obat mual dan vitamin dari dokter kandungan yang direkomendasikan oleh mama nya Danu
Mama nya Danu berpikir kalau putri yang hamil,tapi ternyata dugaannya salah. Dia merasa kecewa,tapi mama Danu tetap berusaha untuk membuat putri segera hamil dan dinikahi oleh Danu.
"citra....kamu sudah baikan?"tanya pak Doni yang tiba-tiba sudah berada dibelakang nya
"sudah pak,terima kasih karena sudah memberikan saya ijin untuk istirahat"jawab citra
Putri dan Danu tidak memberitahukan mengenai kehamilan citra,mereka hanya mengatakan kalau citra hanya sedang tidak enak badan. Bisa demam atau masuk angin,begitulah yang dikatakan Danu. Danu sudah mengurus tempat tinggal untuk citra didekat perusahaan milik keluarga nya yang berada diluar kota,dia juga sudah mengurus semua nya hingga menyediakan kendaraan untuk mengantar citra kesana.
Pak Doni berjalan lebih dulu didepan citra,putri yang baru saja tiba juga melihat citra dan pak Doni yang berjalan didepannya
"cit....kamu dah mulai kerja?"tanya Putri menghampiri citra yang sudah berhenti berjalan
"iya....aku mau cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaan yang disini,agar aku cepat pergi dari sini"bisik citra sambil tersenyum menatap putri
__ADS_1
"OOO....aku jadi ngak punya teman dong nanti?"tanya Putri sedih
."kan ada pak Danu sih....kamu ajak aja dia nginap diapartemen mu,kan kamu bisa nyalurkan nafsu mu itu. Daripada menyentuhnya sendiri,lebih enak disentuhin"ucap citra pelan.
"kamu. ...."jawab putri sambil melotot
Citra memang pernah melihat putri yang memainkan daerah sensitif nya juga meremas-remas kedua buah dada nya dengan lembut sambil sesekali memasukan hitnya kedalam gua miliknya dan berdesah dengan memejamkan matanya,dia merangsang tubuhnya sendiri dengan menonton film dewasa.
Putri merasa terkejut,wajah nya sudah terlihat memerah karena malu. Dia tidak tau kalau citra pernah melihatnya melakukan hal itu sendiri,citra menabrak lengan putri dengan lengannya sambil tertawa
"sudah....sudah....ngak usah dibahas,tapi lebih baik dienakin sama pak Danu ketimbang melakukannya sendiri"bisik citra lagi menggoda putri yang wajah nya semakin merah
Saat putri dan citra sedang berbicara,tak lama terdengar suara wanita berteriak tak jauh dari pintu masuk. Membuat citra juga putri menoleh ke arahnya,tak hanya mereka yang melihatnya tapi hampir semua karyawan yang sedang berjalan masuk untuk bekerja
Putri menatap wanita paruh baya yang terlihat masih cantik juga elegan,tampak sekali kalau wanita itu berasal dari kalangan atas seperti mama nya Danu hanya saja mama nya Danu sangat terlihat lembut dan ramah berbeda dengan wanita yang kini jalan mendekati mereka. Aura wajah wanita itu seolah ingin menelan citra hidup-hidup.
"siapa cit?"bisik putri ditelinga citra
"mama Aldo "jawab citra pelan
Citra tersenyum saat mama Aldo sudah berada dihadapannya,dia benar-benar tau kalau hal ini pasti terjadi. Cepat atau lambat mama Aldo pasti akan mencarinya, dia sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi mama Aldo
__ADS_1
"apa kabar nyonya?"tanya citra ramah
"saya ingin bicara dengan mu berdua,bisa kita bicara?"tanya mama Aldo menatap putri dan citra secara bergantian,dia menatap putri dari atas hingga kebawah
"kau ....bisakah kau pergi sekarang?"tanya mama Aldo dengan ketus
Putri masih terdiam,dia menatap mama Aldo dengan tatapan tajam. Dia tidak suka dengan sikap mama Aldo yang sombong dan angkuh menurutnya,tapi citra langsung menggenggam tangan putri. Dia tau putri sudah sangat kesal.
"kita bicara dicafe depan saja nyonya....put,kamu duluan saja ya. Nanti aku nyusul"ucap citra lembut
"silahkan nyonya"ucap citra mempersilahkan mama Aldo untuk jalan lebih dulu
Mama Aldo pun berjalan dengan anggun dan angkuh menuju cafe seberang perusahaan nya,citra mengikutinya dari belakang. Citra terus berdoa dalam hati,menenangkan hati dan pikirannya agar tidak panik juga gelisah karena itu bisa berpengaruh untuk bayi yang dikandungnya
Saat sudah berada didalam cafe,citra dan mama Aldo duduk berhadap-hadapan. Mama Aldo masih menatap tak suka pada citra yang ternyata hanya dari kalangan bawah, tidak seperti keluarganya.
"ada hal apa yang ingin nyonya katakan pada saya,maaf....saya tidak bisa lama karena saya harus bekerja kembali"ucap citra lebih dulu saat sudah duduk berhadapan
bersambung .....
...***ayo..... kira-kira apa ya yang mau dikatakan mama nya Aldo???besok lagi ya....karena aku mau lanjut cerita Stella ~ Ferry juga dara ~ Bagas....yuk intip cerita mereka di cinta.......
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘***