Pelayan Hati

Pelayan Hati
Putri ~ Danu


__ADS_3

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Didalam mobil Danu,putri sudah duduk dibangku penumpang. Dia menatap jalanan dari samping,terlihat wajahnya yang sangat kesal. Danu tetap tersenyum,dia melirik ke arah putri sesekali. Melihat putri yang menutupi dada nya dengan menggunakan tas nya,tanpa mau melihat ke arah Danu.


"eekhm....mau aku antar kema..."ucapan Danu terpotong oleh bunyi ponsel putri


kriiing....kriiing....


"ya cit....iya,kamu langsung saja ke apartemen ku ya...hhmm....iya...nanti aku langsung kesana,iya....aku yang belanja dulu....hhmm...ok"jawab putri panjang lebar , kemudian dia menutup panggilan ponselnya


"berhenti di supermarket dekat apartemen saja"ucap Putri tanpa melihat Danu


"siap bos"jawab Danu yang masih menjalankan mobilnya


Keheningan masih terjadi,tak ada pembicaraan diantara keduanya. Mereka sama-sama diam,Danu hanya fokus menyetir dan memandangi wajah putri sesekali sedangkan putri masih merasa malu mengingat pertama kali bertemu dengan Danu yang disangkanya Randy waktu itu


Mobil sudah sampai didepan supermarket,terlihat citra yang sudah berdiri menunggu putri. Putri turun begitu saja saat mobil Danu sudah terparkir sempurna,dia berjalan ke arah citra dengan tenang


"udah lama say?"tanya Putri sambil merangkul lengan citra dan membawanya kedalam supermarket

__ADS_1


Awalnya putri menyuruh citra untuk masuk langsung ke apartemen nya saja,tapi citra tidak mau karena tadinya sebelum putri diantar oleh Danu. Citra dan putri akan berbelanja ke mall yang ada dikota itu,tapi karena pak Doni menyuruh putri diantar oleh Danu maka putri menyuruh citra untuk duluan ke apartemen nya dan dia yang akan berbelanja ke supermarket didepan Apartemen nya saja. Tapi citra tidak mau,dia ingin berbelanja bersama-sama


Dan disini lah akhirnya mereka,masuk kedalam supermarket. Memilih-milih makanan dan minuman kaleng untuk dinikmati sambil menonton film-film yang sudah mereka download sebelumnya,tanpa disadari putri sepasang mata selalu memperhatikan gerak-gerik nya hingga akhirnya mereka berada dimeja kasir untuk membayar belanjaan mereka.


"semuanya total xxxx nona"ucap kasir itu memberitahu jumlah tagihan yang harus dibayarnya


"ini..."ucap seorang pria yang masih memakai pakaian seragam polisi menyerahkan kartu nya pada pegawai kasir


Sedang putri masih meraba tas nya ,berniat mengambil dompetnya didalam. Matanya membulat sempurna melihat Danu sudah berada dihadapannya, apalagi Danu berniat membayar belanjaan nya.


"tapi pak..."jawab pegawai kasir itu


"dia pacar ku,calon istriku. Jadi pakai ini buat bayar semuanya"jelas Danu


"tunggu....tunggu ....kenapa putri bisa mengenal pak polisi ini?"tanya citra dalam hati ,dia merasa bingung karena putri tidak menceritakan apa pun tentang nya


"pacar siapa?"tanya Putri bingung


"ini....pakai ini saja"ucap Putri lagi

__ADS_1


"sudah digesek kartu nya Bu "jawab pegawai kasir itu,dia bingung harus memanggil apa pada putri karena sebelumnya dia memanggil nona


"sudah tidak apa-apa"jawab Danu


Danu mengangkat semua belanjaan putri,putri hanya menuruti nya dan memilih mengikutinya dari belakang. Putri tidak ingin cari ribut,karena masih banyak yang mengantri dibelakang mereka. Citra juga mengikuti putri dan Danu,dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.


Setelah sampai diluar supermarket,putri menarik bungkusan dari tangan Danu tapi Danu menahan nya. Entah kapan Danu bisa merasakan kalau putri akan menarik bungkusan nya,mungkin insting polisi nya yang membuatnya dapat segera merasakannya.


"ayo....aku bawakan ke apartemen mu"ucap Danu sambil sebelah tangannya menarik tangan putri dan sebelah lagi membawa bungkusan makanan.


Citra jadi semakin penasaran,ada hubungan apa pak polisi ini dengan putri. Dia masih mengikuti putri dan Danu yang masih bergandengan hingga mereka sampai didepan apartemen putri,citra membulatkan matanya. Bahkan pak polisi itu mengetahui apartemen milik putri,pasti hubungan mereka sangat spesial. Begitu lah yang dipikirkan citra


"nah.... sekarang buka pintunya"ucap Danu menatap putri


Tanpa menjawab,putri mengambil bungkusan ditangan Danu.


"terima kasih.... sekarang kau sudah bisa pergi "ucap Putri menatap Danu ,menunggunya untuk pergi


Danu masih diam menunggu putri membuka pintunya,mereka saling menatap membuat citra merasa kesal. Citra berjalan ditengah-tengah mereka,dia menekan password apartemen putri dan membuka pintunya membuat putri menatap citra dengan tajam.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2