
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Rani mulai berpikir,dia harus bisa menjinakkan singa yang sedang marah. Dia tidak ingin mendapat amukan dari Dimas,Rani harus cepat berpikir. Mama Dimas masih menatap Rani,dia ingin membela wanita itu tapi takut nantinya Dimas akan lebih marah lagi . Karena dulu sewaktu dia membela Renata,Dimas malah marah-marah dan tidak pernah datang lagi kerumah mama nya. Dia lebih memilih tinggal di apartemen nya saja , karena hampir setiap hari Renata datang kerumah mama Dimas untuk bertemu dengan Dimas
Dimas tidak suka dikejar-kejar oleh wanita,apalagi yang hanya mau dengan hartanya saja. Persahabatan Dimas dengan satria juga sedikit tergantung karena adanya Renata,hingga akhirnya dia bertemu dengan Tiara juga Rani.
Dimas memandang Rani dengan tajam,Rani meletakan nampan yang diambilnya dari mama Dimas ke atas meja . Dia mendekati Dimas ,kemudian memeluk tubuh Dimas sambil berbisik
"sayang....kamu marah ya? aku tadi ngak sengaja,karena liat mama bawa nampan,kan aku pengen jadi menantu yang baik"bisik Rani lembut
Rani melepaskan pelukannya,dia menangkup wajah Dimas dengan kedua tangannya sambil tersenyum kemudian mengecup kening,pipi juga bibir Dimas sekilas. Dimas langsung tersenyum,dia senang karena Rani sudah mulai memahaminya.
Mama Dimas terkejut,mulutnya sedikit terbuka melihat tingkah laku anaknya yang seperti anak kecil. Untungnya Rani mengerti mau nya Dimas,mama nya ikut duduk disamping Rani.
"jangan ulangi lagi"ucap Dimas sambil membawa tubuh Rani kedalam pelukannya.
"kalian ini buat mama cemburu saja,kalau saja papa Dimas masih hidup....pasti mama ngak kayak kambing congek gini liatin kalian"jelas mama Dimas
__ADS_1
Rani hanya tersenyum,dia melepas pelukan Dimas dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Dimas karena posisi Dimas masih setengah memeluk.
"kenapa mama ngak nikah lagi?kan mama masih muda"tanya Rani yang mendapat tatapan tajam dari Dimas
"ya ampun,aku salah apalagi?"gumam Rani dalam hati sambil menelan Saliva nya
"ha ..ha....Dimas ngak mau ada orang lain dalam keluarga kita,mama juga belum menemukan yang seperti papa Dimas "jelas mama Dimas saat melihat tatapan tajam dari Dimas untuk Rani
Rani tersenyum kecut,dia sudah takut dengan tatapan Dimas. Dimas mengeratkan pelukannya pada pinggang Rani,membuat Rani meringis kesakitan karena cengkraman tangan Dimas yang kuat
"aaw ....."teriak Rani tanpa sadar
"Ng....ngak apa-apa kok ma"jawab Rani gugup
"ya sudah. ...mama istirahat dulu,kalian nonton lah dengan santai ya"ucap mama Dimas dan berjalan menuju kamarnya
Rani menatap wajah Dimas yang masih menatapnya,dia ingin bertanya apa salahnya. Kenapa tiba-tiba Dimas bersikap seperti itu
__ADS_1
"kamu kenapa?apa salah ku?"tanya Rani cemberut
"kenapa kamu tanya mama ngak nikah lagi?"tanya Dimas
"aku kan cuma pengen tau aja,mama masih muda jadi ngak ada salahnya jika mama menikah lagi. "jawab Rani
"kenapa kamu marah?"tanya Rani penasaran
"jadi kalau aku mati duluan,kamu juga bakal nikah lagi?"ucap Dimas
"aku ngak mau kamu nikah lagi,aku mau selama nya dengan mu. Walaupun aku mati,ingat itu"jelas Dimas
Rani tertegun mendengar ungkapan Dimas,dia tidak menyangka jika Dimas sudah berpikiran kesana
"ha....ha....kamu memang lucu sayang"ucap Rani sambil tertawa
Dimas memandangi wajah Rani yang tertawa,dia benar-benar suka dengan ekspresi Rani tertawa. Membuat Rani terlihat lebih cantik lagi
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih ππππ