Pelayan Hati

Pelayan Hati
putri~danu


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Citra dan Aldo sudah sampai di apartemen putri,Aldo memaksa untuk mengantar citra. Dia tidak ingin citra menghilang lagi,jadi dia memilih mengantar langsung ke apartemen putri. Bahkan Aldo ikut masuk kedalam apartemen putri,dia membawakan tas ransel yang berisi pakaian citra.


Sebelum citra dan Aldo sampai,putri masih mandi. Citra sudah menghubungi nya dan mengatakan kalau dirinya bersama Aldo dan sedang jalan menuju apartemen nya,saat itu putri baru saja bangun tidur jadi dia berniat mandi dulu. Baru selesai mandi,bel apartemen nya pun berbunyi.


Putri membuka pintu apartemen dengan hanya menggunakan jubah mandi dan handuk kecil dikepalanya,dia dengan cepat membukanya karena bel terus-terusan berbunyi.


Saat membuka pintu,bukannya Aldo dan citra yang terlihat tapi Danu. Putri mendekati Danu yang berdiri didepan pintu kemudian mendorong Danu agak menjauh kebelakang nya sedikit,dia menengok ke kanan dan ke kiri memastikan kalau citra dan Aldo ada bersama Danu. Danu pun mengikuti apa yang dilakukan putri dengan wajah bingung,kemudian dia menatap putri lagi.


"kau cari siapa?"tanya Danu bingung


"citra dan Aldo,tadi katanya mereka sudah dijalan. Aku pikir yang datang tadi mereka"jawab putri


Danu memegang kedua bahu putri dan mendorongnya ke belakang untuk masuk kedalam apartemen putri,tubuh putri pun mundur perlahan-lahan kebelakang. Danu tersenyum senang sedangkan putri masih bingung,Danu menutup pintu apartemen putri dengan kaki nya. Kemudian dia mendekati wajahnya ke wajah putri,putri memundurkan wajahnya. Dia tau kalau Danu ingin menciumnya,tangan putri mendorong wajah Danu.


"kau mau apa?"tanya Putri menatap Danu dengan kesal

__ADS_1


"menciummu....kamu wangi sekali...hhmm..." ucap Danu seperti menarik nafasnya ,menghirup aroma sabun yang berasal dari tubuh putri


"gila... "jawab putri kesal


Danu menarik tengkuk putri dan menyatukan bibirnya dengan bibir putri,********** dengan lembut. Putri masih meronta-ronta dengan mendorong tubuh Danu,tapi kekuatan Danu benar-benar kuat hingga akhirnya dia pun pasrah. Danu terus ******* dan menggigit kecil bibir putri hingga putri membuka mulutnya,Danu pun langsung menelusuri mulut putri dengan lembut. "hhmm....hhmmm...." lenguhan putri akhirnya keluar juga. Tangannya kini sudah melingkar dengan cantik dileher Danu,ciuman Danu pun dibalas nya dengan lembut.


Tangan Danu mulai menelusuri bagian-bagian sensitif ditubuh putri,dengan bibir yang masih memagut. Tangannya masing-masing mengambil perannya,yang satu sibuk dengan sebelah dada putri dan yang satu lagi sudah berada di gua miliknya. Danu mengangkat tubuh putri, menggendong nya seperti bayi koala kemudian dia membawa putri ke dalam kamar nya. Danu sudah tau dimana kamar putri,karena Danu pernah membawa citra ke kamar putri saat citra pingsan waktu itu. Danu merebahkan tubuh putri dan menindihnya tanpa melepaskan pagutan bibirnya,dia mulai lagi dengan aksinya. Jarinya sudah masuk kedalam gua milik putri dan mengobok-obok isinya membuat putri mendesah tak karuan,dia benar-benar menikmatinya. Jubah mandi putri sudah terbuka dengan lebar membuat Danu melepaskan pagutannya dan menatap tubuh putri,putri yang melihatnya berusaha menutupi tubuhnya. Dia merasa malu,tapi dengan cepat tangan putri ditahan oleh Danu. Danu menciumi setiap inci kulit mulus putri membuat putri kegelian,putri menarik rambut Danu dan menekan kepala Danu yang sedang bermain Didaerah dada nya.


Danu sudah tak sabar,dia membuka kaos nya dan memperlihatkan otot-otot ditubuhnya yang kekar. Perutnya pun sudah nampak keras,putri meraba dada Danu dengan tangan dan jarinya. Danu tersenyum melihat wajah putri yang sudah memerah karena ditatap oleh Danu,Danu membuka resleting celananya dan menampilkan underwear berwarna hitam dengan batang yang sudah menonjol dibaliknya. Mata putri melotot melihatnya


"kau sudah pernah menikmatinya waktu itu,apa kau tidak ingat karena kau minum obat perangsang?"tanya Danu dengan wajah yang menggoda


Putri melototkan matanya ke arah Danu,dia masih bingung dengan kata-kata obat perangsang. Apa Danu yang memasukan obat itu dan menjebaknya?begitulah yang dipikirkan putri


"kau tau dari mana hah?obat perangsang?"tanya Putri menatap tajam pada Danu


Danu tau maksud tatapan putri,dia tidak menjawabnya malah mengeluarkan batangnya dari balik underwear dan memasukannya langsung kedalam gua milik putri. "Aaaahhh.....sssshhmm....apa yang kau lakukan?"tanya Putri mendesah sambil menatap tajam pada Danu,Danu terlihat tersenyum menanggapinya

__ADS_1


"kau menikmatinya kan?hhmm....."ucap Danu masih memompa batangnya yang sudah berada di dalam gua milik putri. "a...aaku tanya... ssshh...kenapa kau menjebakku?"tanya Putri yang masih memejamkan matanya ,menikmati apa yang Danu lakukan. "aku tidak menjebakmu,aku juga baru tau....mama ku yang menjebak kita berdua,hhmm....mama bilang batangku tidak berfungsi dan tidak bisa mencoblos milikmu ini"jelas Danu membuat mata putri melotot terkejut. Danu masih tersenyum melihat reaksi putri,dia terus memompa batangnya dengan lembut. "tapi....kau lihatkan?batangku sudah membesar dan menerobos gua milikmu,kau juga merasakannya...bagaimana?apa ini enak?"tanya Danu sambil menghempas-hempaskan batangnya didalam gua milik putri. "aaakhh....ssshh....aaakkh.... enak,hhmm...nikmat..."jawab putri tanpa sadar merasakan sensasi yang luar biasa ditubuhnya.


Akhirnya mereka mencapai puncak bersama,putri memeluk tubuh Danu yang sudah berkeringat. Begitu juga dengan Danu,dia menghirup aroma sabun yang masih tersisa ditubuh putri.


"terima kasih karena sudah menerimaku"ucap Danu masih memeluk dan mengelus punggung putri


Tak lama bel apartemen putri berbunyi,putri ingin bangkit dari tidurnya tapi Danu menahannya. Danu menatap putri yang wajahnya terlihat kelelahan, sebenarnya Danu juga merasa sangat lelah tapi karena dia terbiasa latihan di militer jadi membuat stamina nya masih terjaga.


"biar aku saja yang bukakan pintunya,kamu...mandi lagi sana"ucap Danu dan bangkit dari tempat tidur putri


Danu melihat cairan miliknya atau milik putri yang tumpah diatas kasur, membuat nya tersenyum. Sebelum keluar dia menatap sekeliling kamar putri,dulunya dia hanya membayangkan nya saja tapi saat ini dia sudah melakukan sendiri. Bel kembali berbunyi membuat Danu tersadar,putri mendorong tubuh Danu untuk keluar membukakan pintu.


Danu keluar dengan pakaian yang sudah melekat ditubuhnya,rasanya memang agak lengket tapi dia harus memakai nya dulu. Terlihat Aldo yang sedang merangkul bahu citra dengan lembut saat Danu membuka pintu apartemen putri


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2