
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Melihat citra tidur dengan nyenyak nya,membuat hati Aldo merasa senang. Dengan perlahan dia naik ke atas tempat tidur,berbaring disamping citra kemudian memeluk citra dengan lembut. Citra yang memang tidur membelakangi Aldo,jadi Aldo dapat memeluknya dari belakang
Citra tersentak,dia merasa ada yang memeluknya bahkan menciumi leher belakang nya. Citra membalikan tubuhnya,dia menatap wajah yang memeluknya ditengah lampu tidur. Didekatkannya wajahnya ke pria yang memeluknya,tangannya dan wangi tubuh pria itu benar-benar sangat dirindukannya.
"Al???"gumam citra
"apa aku bermimpi?"tanya citra lagi
Citra mendekatkan wajahnya,dia menyentuh bibir lembut Aldo dengan ibu jari nya. Kemudian dia menciumnya sekilas dan memandangi bibir itu lagi,karena merasa nyata. Citra pun ******* bibir Aldo dengan lembut,rasa yang selama ini dirindukannya. Aldo mengerjapkan matanya,dia merasakan ******* bibir citra. Dengan cepat Aldo membalasnya ,bahkan tangannya sudah menelusuri bukit kembar milik citra dan semakin memperdalam ciumannya.
"rasanya seperti nyata....aku benar-benar merindukanmu... Al "ucap citra pelan saat bibir Aldo sudah menelusuri leher mulus citra
Aldo sudah membuat tanda-tanda kecil di leher citra,tanpa melepaskan pakaian tidur yang dipakai citra. Aldo memasukan kepalanya kedalam kaos oblong milik Aldo yang dipakai citra,citra membawa beberapa kaos Aldo dan selalu memakai nya saat tidur. Bibir Aldo sudah bermain dengan bukit kembar milik citra didalam kaos nya,menelusuri bagian perut citra yang sudah semakin membesar. Diperkirakan usia kehamilan citra sudah mencapai bulan ke empat,Aldo mengecup perut citra dan citra merasa kegelian. Aldo terus menelusuri bagian daerah sensitif citra karena citra hanya memakai kaos dan underwear saja bila tidur,kaos Aldo yang dipakainya sepanjang paha citra makanya dia tidak pernah memakai celana lagi untuk tidur.
Perlahan-lahan Aldo mulai mengelusnya dan menekan sedikit demi sedikit gua milik citra,lenguhan dan desahan pun keluar dari bibir citra. Aldo kembali menarik underwear citra dan menghempaskan nya entah kemana,dia mulai menjilati dan memasukan lidahnya kedalam gua citra yang sudah hampir sebulan ini tidak disentuhnya. Perlahan tapi pasti lidah nya bermain di gua itu,bersamaan dengan tangannya yang meremas-remas kedua dada citra membuat citra semakin mendesah tak karuan. Aldo segera membuka pakaian yang dipakainya,dia memasukan batangnya yang dari tadi sudah mengeras. Memompanya perlahan-lahan,karena dia tidak ingin menyakiti citra juga anaknya. Setelah memompa cukup lama, akhirnya mereka mencapai puncak bersama-sama dengan desahan dan pelukan yang sama-sama merindu.
Citra kembali tertidur setelah bercinta,Aldo membersihkan sisa-sisa cairan percintaan mereka di gua milik citra dengan tissu basah. Dia memakaikan underwear yang baru dan membawa underwear lama citra kedalam keranjang pakaian kotor yang berada didalam kamar mandi,Aldo pun membersihkan dirinya kembali kemudian ikut berbaring disamping citra. Memeluknya dengan nyaman,selama ini dia tidak bisa tidur memikirkan citra bahkan sering kali dia menyibukkan diri dengan pekerjaan nya sampai larut malam.
__ADS_1
Pagi pun tiba,mereka tidur berpelukan sepanjang malam hingga pagi ini. Aldo bangun lebih dulu,dia beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi,Aldo berpakaian dan menuju keluar kamarnya tapi sebelum itu dia memberikan ciuman dikening citra dengan lembut.
Didapur,Aldo mengambil beberapa bahan makanan dikulkas. Dia akan membuatkan sarapan untuk citra juga untuknya,Aldo memang terbiasa masak sendiri jika di apartemen nya. Sementara didalam kamar,citra sudah terbangun. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya,mengingat semalam dia bermimpi bercinta dengan Aldo. Terasa begitu nyata untuknya,tak mau berpikir lama. Citra masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya,biasanya dia melihat tubuhnya dicermin tapi entah kenapa pagi ini dia hanya mandi saja tanpa melihat apa pun.
Seperti biasa,jika bangun tidur. Citra akan ke halaman rumahnya,dia akan duduk-duduk disana beberapa menit sambil menunggu tukang roti lewat. Dia suka sarapan roti dulu untuk mengganjal perutnya ,sebelum membuat sarapan. Karena bila langsung memasak sarapan,maka perutnya akan terasa sangat lapar.
Saat di halaman rumahnya,dia sudah melihat Bu Wati tetangga sebelahnya sedang menyiram bunga. Seperti nya Bu Wati juga sedang menunggu tukang roti datang,citra mendekatinya
"pagi Bu... "sapa citra ramah
"pagi....waaah nak citra,ternyata nak Aldo lebih tampan dari fotonya ya?hhmm ....apalagi nak Aldo seperti nya sangat agresif ya,sampe-sampe ngak nunggu lama langsung nyergap kamu,padahal baru aja sampe"jelas Bu Wati panjang lebar sambil tersenyum memandangi leher citra yang sudah banyak tanda-tanda merah
Toet.....toet.....
Citra dan Bu Wati keluar dari gerbang masing-masing,mereka berjalan menuju tukang roti yang sudah berhenti diantara pagar Bu Wati dan citra. Beberapa ibu-ibu lainnya juga berdatangan,mereka membeli sambil memperhatikan citra. Citra jadi merasa aneh diperhatikan seperti itu, apalagi ibu-ibu itu pada senyum-senyum ngak jelas
"kenapa buk?"tanya citra akhirnya,dia penasaran dengan ibu-ibu yang tersenyum-senyum sendiri
"suami kamu ternyata ganas juga ya cit"ucap salah seorang dari ibu-ibu itu
__ADS_1
"namanya sudah lama ngak ketemu sama istrinya ,ya begitu lah buk"ucap yang lainnya
"tapi ngak apa-apa kan udah sah"jawab yang lainnya lagi
"ganas bagaimana bu?"tanya citra masih ngak mengerti
"aahh....sudah lah,ngak usah dibahas juga buk."ucap Bu Wati akhirnya
Citra masih penasaran dengan apa yang terjadi ,dia masuk kedalam rumahnya dengan membawa roti yang dibelinya sambil mengunyah roti yang dimulutnya
"sayang.....udah bangun?"tanya Aldo
"suara itu?"gumam citra sambil menoleh ke dapur
Citra melihat Aldo memakai celemek memasak,dia sudah menata makanan diatas meja makan. Mata citra membulat sempurna,dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Apa dia masih bermimpi juga?begitulah pikirannya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘😘
__ADS_1