
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Citra mengantarkan Aldo ke teras rumah mereka,pagi ini Aldo akan dinas seperti biasanya. Walaupun dipindah tugaskan tapi dia tetap saja memiliki jabatan yang lumayan tinggi juga,hari ini Aldo akan berada di lapangan hingga malam.
"aku pulang agak malam,kamu tidur duluan saja ya sayang... "ucap Aldo sambil mengecup kening citra
"iya....kamu hati-hati ya sayang,jangan lupa makan dan kabari aku "jawab citra membalas ciuman Aldo di bibir nya
Aldo tersenyum senang,momen seperti ini selalu yang ditunggu-tunggu oleh Aldo dari dulu. Aldo menunduk,menyetarakan wajahnya dengan perut citra. Dia ingin berbicara dengan putri nya,ya....citra mengandung seorang putri ,karena mereka sudah melakukan pemeriksaan.
"si cantik papa jangan buat mama sakit ya...jaga mama ya sayang,nanti papa pulang agak malam"ucap Aldo pada si jabang bayi didalam perut citra,dia juga mengecup perut citra membuat citra kegelian
"udah sayang ...nanti kamu terlambat"ucap citra sambil mengelus rambut Aldo dengan lembut
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kejadian itu,dia merasa ingin ikut bersama dengan citra dan Aldo mengalami momen-momen seperti itu.
Aldo masuk kedalam mobilnya dengan disupiri seorang anggotanya,tak lama ponsel Aldo berdering. Sebuah telpon dari anggotanya yang ditugaskan nya untuk memantau gerak-gerik disekitar rumahnya,dengan sedikit khawatir Aldo mengangkat ponselnya.
"ada apa?"tanya Aldo tegas,dia baru saja sampai di persimpangan tiga rumah nya jaraknya juga ngak terlalu jauh dari rumahnya
"pak....nyonya datang,dari tadi nyonya memperhatikan kalian. Saat ini nyonya sudah berada dirumah bapak bersama ibu citra,mereka masuk kedalam rumah tapi saya tidak tau mereka sedang apa"lapor anggota Aldo
Hati Aldo sedikit resah,tapi dia berusaha menetralkannya. Bagaimana pun,mama nya tidak mungkin akan menyakiti citra apalagi saat ini citra sedang hamil cucu nya. Darah daging keluarga nya,juga bisa dibilang pewaris keturunan Aldo. Aldo harus bersikap tenang
"kamu pantai terus,jika ada kejadian yang agak gawat langsung laporkan pada saya"jawab Aldo tegas
__ADS_1
Setelah menutup ponselnya,Aldo mencari nomor ponsel pelayan dirumahnya. Dia memang selalu berjaga-jaga untuk hal buruk seperti ini,dia takut jika sesuatu terjadi pada citra juga anaknya
"iya pak"jawaban dari pelayan yang ditelpon nya
"apa ada yang terjadi dirumah?"tanya Aldo khawatir
"tidak ada pak,hanya saja ada seorang ibu-ibu datang. Sekarang lagi duduk diruang tamu dengan ibu citra"jawab pelayan itu
"apa yang sedang mereka lakukan?"tanya Aldo lagi membuat sang pelayan bingung,tadinya dia sedang membuatkan minuman untuk tamu majikannya tapi karena Aldo bertanya seperti itu jadinya dia mengintip citra dan mama Aldo yang sedang bercerita diruang tamu
"lagi duduk dan bercerita pak"jawab pelayan itu,hati Aldo terasa sedikit lega. Dia menyandarkan tubuhnya ke bangku penumpang dibelakangnya
"kalau begitu kamu foto apa saja yang mereka kerjakan dan kirim pada saya"ucap Aldo dengan nada memerintah
Pelayan itu mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera nya pada citra dan ibu nya,dia mengambil beberapa foto dan mengirimnya ke nomor Aldo. Ponsel Aldo berdering tanda ada beberapa pesan masuk,Aldo membuka satu persatu foto itu. Terlihat wajah mama nya yang sedih,Aldo tau kalau mamanya seperti merasa bersalah pada mereka. Aldo pun membiarkan nya dan mulai bekerja seperti biasanya,karena dia sudah sampai didalam ruangan kantornya
"cit...."panggil mama Aldo pelan
"ma...hhmm... kenapa bisa kesini?"ucap citra gugup,dia memegang perutnya takut jika mama Aldo menyuruhnya menggugurkannya seperti dulu
"cit....bagaimana kabarmu?anak aldo?"tanya mama Aldo dengan pelan sambil menatap perut citra
"ba...baik ma....hhmm...maksud saya nyonya"jawab citra takut
"ma...maafkan saya"ucap mama Aldo pelan
__ADS_1
Citra membulat kan matanya,dia terkejut mendengar ucapan mama Aldo. Mungkin dia hanya salah dengar,mama Aldo memeluk citra saat citra masih merasa bingung dengan apa yang terjadi
"cit....maaf kan mama,mama sudah berusaha memisahkan kalian"ucap mama Aldo dalam pelukan citra
Citra membalas pelukan mama Aldo,dia merasa bersyukur. Akhirnya penantian nya berbuah manis,mama Aldo mengakuinya juga. Citra membawa mama nya Aldo kedalam rumahnya. Mendudukan nya di atas sofa yang tidak begitu mewah, citra menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman untuk mereka.
"duduk dulu nyonya...."ucap citra sambil duduk disebelah nya
"tolong jangan panggil aku nyonya,panggil aku mama cit"jawab mama Aldo yang kini sudah menangis,melihat mama Aldo menangis. Citra pun jadi ikut menangis,dia memeluk mama Aldo sambil duduk
"harusnya aku yang minta maaf ma....karena telah membuat mas Aldo meninggalkan kalian,aku sudah pergi sendiri tapi...tapi....mas Aldo yang menemukan ku hiks....hiks...."jelas citra masih dengan tangisnya
Mama Aldo melepaskan pelukannya,dia menghapus air mata di pipi citra kemudian mengecup kening citra dengan lembut. Menatap mata citra yang masih menangis,dia tidak menyangka kalau citra memiliki hati yang sangat baik. Mama Aldo bersyukur sekali karena Aldo bisa mencintai wanita yang sabar dan kuat seperti citra.
"terima kasih nak.... karena kamu mau bertahan bersama Aldo ...terima kasih"ucap mama Aldo lagi
Pelayan pun datang dan memberikan minuman untuk citra juga mama Aldo,citra mengambilkan minuman mama Aldo
"minum ma....mama nginep disini kan?"tanya citra
"apa boleh?"tanya mama Aldo menatap citra
"boleh lah ma....ini kan rumahnya anak mama juga "Jawab citra sambil tersenyum
Saat ini citra dan mama nya Aldo sedang memasak, mereka ingin membuat makan malam juga cemilan bersama . Selama ini citra selalu memasak sendiri,tidak pernah pelayan yang memasak buat Aldo. Pelayan hanya menyiapkan bahan-bahan nya juga membereskan perlengkapan masaknya setelah citra selesai memasak.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘