
Kedua tangan Azlina menahan dada lelaki itu. Begitu terkejut ketika tiba-tiba Alvaro merebahkan tubuhnya di ranjang dengan posisi lelaki itu memerangkap tubuhnya di atas.
Jari telunjuk Alvaro membelai perlahan pipi Azlina, lalu tersenyum setelahnya. "Kamu sangat cantik hari ini." Jelas saja wajah Azlina membias merona mendengar Alvaro mengatakan hal itu. Wanita mana yang tidak akan berbunga-bunga jika dipuji oleh lelaki yang dicintainya? Pun dengan Azlina, hatinya dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran di mana kupu-kupu ikut berterbangan di atasnya. "Sebelum kita pulang, bisakah kita melakukan itu dulu?"
"Hah?!"
Namun, satu tarikan di bagian jarik Azlina membuat perempuan itu tak sempat untuk terkejut, karena Alvaro sudah memulainya tanpa menunggu pesertujuan darinya.
...***...
Satu per satu foto digeser dari layar ponsel Alvaro. Di sana terdapat banyak foto yang diambil ketika menghadiri acara wisuda sekolah Azlina. Keduanya tampak serasi dengan pakaian yang mereka kenakan serta wajah yang juga cantik dan tampan.
"Fotonya bagus-bagus, ya?"
Alvaro mengangguk, meletakkan dagunya di bahu Azlina yang masih tertutup selimut. Rencana mengobati pipi Azlina yang memar ternyata berlanjut dengan adegan ranjang yang panas. Sepertinya memang tak bisa dihindari karena setiap bersama, Alvaro selalu menginginkan lebih dari sekadar bertemu.
Dia mulai ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi, hingga hari hampir menjelang sore pun, Azlina belum juga bisa pulang ke rumahnya.
"Karena ada Kakak di sana. Suamimu yang tampan."
"Oh, yeah." Azlina memutar bola mata malas disambut kecupan hangat di pipinya oleh Alvaro.
"Akuilah kalau Kakak tampan dan seksi." Sedikit terkekeh Alvaro mengucapkannya, membuat wajah Azlina semakin merah menahan malu. "Maaf, ya? Seharusnya setelah kamu lulus, Kakak berencana mengajakmu berbulan madu. Tapi, kita justru ketemunya jadi kucing-kucingan begini. Kakak belum bisa membahagiakanmu, Zi." Alvaro berbisik lirih. Ada nada penyesalan yang kental dari nada suaranya. Dia ingin sekali menyenangkan istrinya itu, karena sejak awal pernikahan tak sekali pun dia membuat Azlina bahagia.
"Heem, tidak apa. Kakak yang semangat, ya. Aku akan sabar menanti."
"Terima kasih. Kakak bersyukur mendapatkanmu."
Tangan lelaki itu mengusap perut Azlina yang tertutup selimut, menimbulkan sensasi menggelikan yang tak bisa ditahan perempuan itu. Sehingga tangan lelaki itu segera ditahan oleh Azlina.
"Kakak!"
"Sudah jadi belum, ya?"
"Apa?" Azlina mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel Alvaro ke arah suaminya. Dia membalikkan badan untuk menghadap lelaki itu.
__ADS_1
"Anak kita."
Wajah Azlina berubah masam, dia masih belum siap jika memiliki anak. Cita-citanya ingin menjadi seorang designer terkenal tentu saja masih ingin segera dia raih. Dia takut jika keberadaan anak justru menahannya dalam meraih cita-cita itu. "Kak, aku masih ingin kuliah."
Alvaro mengerti akan hal itu, tetapi pikiran egoisnya mengatakan jika Azlina hamil maka mamanya pasti akan merestui hubungannya dengan Azlina.
"Jika kamu hamil, Kakak akan mengantar jemput kamu kuliah. Jangan cemas, ya? Hamil pun kamu masih bisa kuliah."
"Tapi, Kak ...."
Alvaro menempelkan jari telunjuknya di bibir Azlina, mengusapnya perlahan. "Kakak akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah Kakak perbuat kepadamu. Jangan mencemaskan apa pun. Kamu mengerti?"
Anggukan Azlina lakukan setelah itu, menundukkan wajah dengan menyentuhkan keningnya di dada telanjΓ ng lelaki itu. Entah apa yang terjadi setelahnya, dia hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.
***
Maaf dikit. Masih rempong di dunia nyata π
Oh, ya, Kak. Kapan hari ada yang sempat bingung sama cerita ini. Sengaja di bagian depan enggak dikasih tulisan Spin off, ya. π
Jadi, bagi pembaca baru, saya mau ngajak kenalan.
Okey, saya izin memperkenalkan karya saya satu per satu. Bagi pembaca lama, makasih, ya, sudah setia menemani saya nulis di sini. Aduh, tanpa kalian mungkin saya udah kabur dari jauh-jauh hari. π
Berikut Karya saya yang sambung-menyambung itu.
Terjerat Cinta Dunia Mafia
Covernya begini, ya. Entah udah berapa kali ganti judul π. Authornya labil, jadi ganti judul berkali-kali. Bukan karena apa, awal mula nulis banyak hujatan jd bingung ngasih judul.
__ADS_1
Ini adalah kisah Sean dan Salwa. Bermula ketika Salwa yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara memutuskan mengubah nasib perekonomian keluarga dg menjadi seorang TKW di negeri orang. Namun, nahas di sana dia justru mengalami banyak tragedi penganiayaan dan sampai hilang ingatan padahal di Indonesia keluarganya sedang menunggu kiriman uang.
Di sanalah Sean bertemu dengan Salwa, lalu saling jatuh cinta yang mana Salwa saat itu menjadi pembantunya.
Bagi yang suka tema action romantis, boleh banget dicoba baca ini. Tapi, kan, ya, karena ini novel pertama, harap dimaklumi jika tanda baca dan penggunaan kalimat yang masih kaku dan tidak sesuai PUEBI. πββ
Terjerat Cinta Dunia Mafia 2
Ini juga ganti judul sekali. Maklum, Authornya masih ABG labil ππ€
Ini menceritakan tentang Kisah Sean dan Salwa yang sudah meninggalkan dunia mafia. Sean memutuskan pulang ke Indonesia dan mengajak Salwa hidup damai di sana. Nah, di sinilah kisah Salwa dan Alvaro diulas. Karena ketika Salwa memutuskan melanjutkan kuliah, dia dipertemukan dengan cinta pertamanya saat masih SMA, yaitu Alvaro. Alvaro ternyata menjadi seniornya di kampusnya itu.
Di akhir cerita ada kejadian manis, di mana Alvaro untuk pertama kalinya bertemu dengan Azlina kecil. Jadi, saat di jalan nyegat Azlina pas mau kabur di hari pertunangannya dengan Liora, bukan awal bertemunya mereka, karena mereka pernah bertemu saat di ulang tahun pernikahan Sean dan Salwa. Apa ada yang masih ingat?
Nindy (Hijabers Norak Penakluk Hati)
Ini bagi yang sudah baca Terjerat Cinta Dunia Mafia, pasti kenal sama Yang Pou Han dan Nindy. Yang Pou Han musuh besar Sean yang juga suka sama Salwa. Masalahnya dia selalu apes percintaannya. Selalu saja wanita yang disukai Yang Pou Han lebih memilih Sean daripada dirinya.
Kisah Nindy ini agak berbeda, pertama kalinya saya mencoba membuat novel yang tidak terlalu banyak konflik, tentunya kisah Alvaro juga minim konflik ya.
Bagi yang suka baca kisah laki-laki pelit, yang sok cuek, tapi sebenarnya perhatian kepada istrinya, boleh deh baca ini. Romance komedi, enggak ada romantis-romantisnya, karena mereka adanya bertengkar terus. Bagi yang udah baca, terima kasih.
Nah, sudah dulu perkenalannya. Siapa tahu ada yang belum baca, lalu tertarik buat baca. Hehehe.
__ADS_1
Terima kasih, salam sayang selalu.
πππ