Pengantin Kecil Alvaro

Pengantin Kecil Alvaro
120. Terbongkar


__ADS_3

Sunyi seakan menjelma, menyapa semua orang yang tampak bersitegang di ruangan itu. Mereka semua saling beradu pandang, antara terkejut dan juga murka. Alvaro mengepalkan tangan dengan dada yang naik turun menahan amarah.


"Jadi, kalian selama ini bersekongkol?" Matanya menatap ke arah Almeera yang masih mematung berdiri di depan sofa. Perempuan itu hanya bergeming, terlampau terkejut dengan kedatangan Alvaro yang tiba-tiba. Bahkan, dia belum sempat menyusun skenario dalam pikirannya. "Kau ... tidak kusangka sepicik itu, Almeera? Bagaimana kau bisa berbuat seperti itu?"


Almeera menggeleng, berusaha mencari kembali kepercayaan Alvaro kepadanya. "Aku tidak seperti itu, Al!"


"Lantas, kamu seperti apa?" Alvaro menatap Almeera dengan lelaki itu secara bergantian. "Ada hubungan apa kalian berdua?"


Menahan gemuruh di dada akan ucapan mereka yang sempat terdengar olehnya di luar tadi membuat Alvaro ingin melampiaskannya dengan segera. Namun, dia masih berusaha tenang untuk tidak terpancing emosi karena masih ada banyak hal yang menjadi pertanyaan dalam benaknya.


"Kami tidak memiliki hubungan apa-apa. Sungguh, aku hanya mencintaimu." Almeera berusaha menenangkan dan mengambil hati Alvaro, meskipun dia menyadari bahwa semua itu tidak mungkin lagi terjadi, tetapi dia masih berusaha untuk terus mencoba.

__ADS_1


"Cukup, Almeera! Aku tidak tahu sedekat apa hubungan kalian berdua. Hanya saja aku kecewa, ternyata selama ini kalian sudah mempermainkanku. Kau, Almeera dan kau ..., Soni."


Alvaro menghela napas kasar, menyugar rambutnya yang sebelumnya tertata rapi. Dia tak menyangka jika dirinya begitu bodoh dikelabuhi oleh dua orang yang dekat dengannya dan itu telah berlangsung cukup lama.


Lelaki bernama Soni itu pun angkat bicara. "Apa maksudmu, Al? Aku tidak mengerti."


"Jangan pura-pura tidak mengerti apa-apa!" Alvaro meninggikan suaranya, tak melepaskan tatapan geramnya kepada dua orang di depannya itu. "Kau berpura-pura menjadi temanku, memberiku masukan agar bisa dekat dengan Almeera. Kau seolah-olah berjuang untukku dengan mencari informasi mengenai dia. Kau mencari banyak informasi yang tidak aku ketahui dan memanfaatkan hal itu untuk mengeruk keuntungan dariku. Ya, aku tak masalah dengan sejumlah uang yang telah aku gelontorkan untuk mendapatkan informasi tentangnya karena aku menganggap kau sudah bekerja keras untuk mendapatkan informasi itu."


"Kau tidak pernah berhubungan dengan Ren, bukan? Kau dan Ren hanya saling mengenal, tetapi bukan sepasang kekasih. Dan kau mengaku sebagai kekasih Ren agar membuatku berusaha keras mengejar-ngejar dirimu yang sebenarnya telah memberikan umpan tanpa aku sadari."


Alvaro mengepalkan tangan, merasa menjadi manusia paling bodoh di dunia ini. Atas dasar cinta dan pertemanan, dia terlalu naif memercayai mereka berdua. Dia menatap ke arah Soni kemudian, lalu melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"Kau berpura-pura membantuku, membuatku tergila-gila pada Almeera, tetapi sesungguhnya uang telah terjadi adalah kau sedang memberiku umpan agar terbelenggu pada rencana kalian."


Alvaro berdecih kemudian, seolah-olah ingin meludah. "Pantas saja ketika kau mengetahui Azlina adalah istriku, Almeera yang sebelumnya jual mahal kepadaku tiba-tiba saja datang ke rumahku, meminta perlindunganku dan mengatakan jika Ren telah berselingkuh di belakangnya."


Alvaro tertawa bodoh, mentertawakan dirinya sendiri yang begitu naif dan buta terhadap kebenaran.


"Dan karena hal itu, aku dan Azlina bertengkar hebat setelahnya. Membuatku berpikir siapa yang harus kupilih antara dirinya atau Almeera."


Lelaki itu tak bisa lagi menahan rasa kesalnya mengingat itu semua, sehingga dia segera menuntaskan kalimatnya. "Dan semua itu bisa terjadi karena kalian telah bersekongkol sejak lama!"


》Enggak PHP ya, ini masih ada satu bab πŸ™ˆπŸ˜…πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2