Pengantin Kecil Alvaro

Pengantin Kecil Alvaro
133. Kakak Ipar Menyebalkan


__ADS_3

"Di mana dia tinggal? Bolehkah saya meminta alamatnya?"


"Salwa dan suaminya yang mengurus kepergian Azlina. Ibuk tidak memiliki alamatnya." Wanita itu beranjak dari duduknya seraya berkata, "Jika kamu masih mau menginap, langsung saja ke atas. Ibuk mau kembali ke kamar."


Alvaro mengangguk mengerti. Baiklah, malam ini dia hanya bisa membayangkan Azlina dengan tidur di kamar sang istri sendirian.


Begitu Bu Darmini pergi dari ruang tamu menuju kamar, Alfatih yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik, akhirnya ikut bicara. "Aku punya alamatnya." Dia menyandarkan tubuh di punggung sofa, menatap sedikit menantang ke arah Alvaro.


"Apa? Mana? Berikan kepadaku!"


"Tidak mau. Usaha sendiri sana minta sama Mbak Salwa! Kamu kan temennya."


"Eh, kamu, ya!" Alvaro melompat ke arah Alfatih, mengapit kepala kakak ipar bocilnya itu dengan lengannya.


"Main kasar? Aku teriak Ibuk ini?"


Sebelum Alfatih berteriak meminta tolong, Alvaro segera membungkam mulut lelaki itu. "Dasar anak kecil, tukang ngadu!" cebiknya kesal.

__ADS_1


Memilih mengalah, Alvaro akhirnya melepaskan Alfatih. Demi apa dia memiliki ipar yang menyebalkan itu, setiap berbicara selalu saja membuat darahnya berdesir ingin segera memukul lelaki itu.


"Panggil aku Kakak Ipar tampan, nanti aku kasih informasi cuma-cuma."


Alvaro mendengkus, bisa-bisanya dia dikerjain oleh anak kecil. "Ogah! Aku mau tidur saja!"


Alvaro segera beranjak, tetapi penawaran Alfatih selanjutnya begitu menggiurkan untuk ditolak.


"Yakin? Aku menyimpan alamat lengkapnya juga nomor teleponnya. Oh, ya, Kak Sean menyuruh adik angkatnya yang tampan untuk menjaga adikku di sana. Awas, ya, dia sangat tampan dan kaya!"


Alfatih malah memanas-manasi alvaro. Jelas saja Alvaro tak terima, rasa cemburu sudah mengakar kuat. Bagaimana Sean bisa menyuruh seorang laki-laki untuk menjaga Azlina. Bagaimana jika lelaki itu ada rasa dengan istrinya? Apalagi Azlina makin bertambah usia terlihat makin cantik saja. Dia semakin kesal dibuatnya.


Alfatih terkekeh kecil melihat pemaksaannya berhasil. Lelaki itumengusap rambutnya dengan kepala menegak. "Iya, Adik Ipar. Kamu sangat beruntung memiliki Kakak Ipar tampan dan berhati malaikat sepertiku."


Perkataan penuh percaya diri Alfatih membuat Alvaro ingin muntah saja, tetapi lelaki itu tetap bergeming sampai mendapatkan apa yang diinginkan.


"Ini, sudah kukirimkan ke nomormu. Oh, ya, lain kali kamu harus lebih hormat denganku! Aku ini kakak iparmu, mengerti!" Alfatih terkekeh lagi. Dia segera beranjak dari duduknya untuk kemudian meninggalkan Alvaro yang masih kesal dengannya.

__ADS_1


Senyum Alvaro mengembang setelah melihat rentetan tulisan lengkap yang dikirimkan Alfatih ke nomor ponselnya. Dia merasa tak sabar lagi untuk bertemu Azlina, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan selain menunggu esok hari untuk menyusul perempuan itu.


...***...


Perjalanan panjang dilakukan Alvaro demi membawa pulang sang istri. Dia sudah mendapatkan jadwal kuliah Azlina dari Sean Paderson. Ternyata mantan saingan cintanya itu tidak terlalu buruk sebagai Kakak Ipar. Meski hubungannya dengan Sean tidaklah begitu baik, tetapi pria itu mau memberi tahu informasi terkait Azlina.


Ya, Sean masih belum menyukainya sejak insiden dirinya dan Salwa saat itu.


Drama di pagi hari terjadi, ketika Alvaro berpamitan kepada kedua orang tuanya. Mama Rani tak setuju jika Alvaro pergi selang sehari keluar dari rumah sakit.


"Mama ikut!"


"Ya ampun, Ma. Mama gangguin aja. Aku kan pengen berduaan sama Zizi. Enggak pengertian banget."


Mama Rani takut jika terjadi apa-apa dengan anaknya itu sehingga memutuskan ikut menyusul Azlina ke Paris. "Lagian Mama juga baru pulang dari Paris sama Papa. Ngapain ikut Varo ke sana? Pokoknya Varo mau berangkat sendiri. Titik! Enggak boleh ada yang ngintil!"


Akhirnya diputuskan lelaki itu berangkat sendiri pagi itu juga diiringi wajah tak rela Mama Rani yang masih mencemaskan kesehatan putra satu-satunya itu.

__ADS_1


》》Tinggalin jejak, jangan lupa. 🤭😅😅


__ADS_2