
Pagi ini Via pengen segera ketemu Sutan dan menanyakan perihal isi amplop yang diberikan padanya. Tapi orang yang ditunggu belum juga muncul, padahal Via gak sabar pengen tau jawabannya. Ketika jam pelajaran hampir mulai, Sutan baru datang, sehingga waktu untuk Via menanyakan perihal amplop tertunda dan terpaksa harus menunggu waktu istirahat. Guru bidang studi matematika sudah memasuki ruangan dan pelajaran pun mulai dibahas. Tet.. tet.. tet bunyi bel tanda istirahat setelah jam pelajaran ke 2 usai. Via yang sedang menunggu Sutan dengan melamun, dikejutkan suara Sutan yang menyapanya, "Via, yuk temani aku kekantin laper belum sarapan"!! ajak Sutan. Tapi Via buru-buru menarik tangan Sutan untuk duduk karena ada yang mau dia tanyakan perihal isi amplop. " Tunggu, aku mau nanya dulu , kenapa kamu ngasih aku ini"?? tanya Via sambil memperlihatkan isahut amplop. Yang ditanya hanya tersenyum simpel terus berkata "Itu buat kamu, gak seberapa tapi ini hasil keringatku"!! " Tapi, tapi ini buat apa, gak usah repot-repot kamu tabung aja" !! sahut Via. "Vi, aku setiap pulang sekolah membantu pamanku di bengkel, digaji setiap minggu sekali, makanya aku pengen berbagi sama orang yang kusayang, apa salah" ?? Sutan berusaha menjelaskan kemudian melanjutkan kembali omongannya "Aku melakukan ini ikhlas, makanya setiap kali aku terima gaji akan membagi buatmu, terserah uangnya kamu mau pake apa aja itu hakmu, tapi kalo kamu gak mau pake lebih baik ditabung, suatu saat kamu butuh bisa digunakan " Sutan berkata dengan lembut sambil membelai rambutnya membuat mata Via berkaca-kaca. "Ya uda, yuk kekantin ajak Sutan sambil menarik tangan Via, lalu mereka berdua menuju kantin tuk mengisi perut. Karena jam istirahat uda dari tadi suasana kantin rame dan mereka gak kebagian tempat duduk,sehingga mereka masih berdiri sambil mencari tempat yang kosong. Tiba-tiba dari arah dalam ada Anang yang memanggil mereka tuk memakai tempat bekas dia dan temannya, akhirnya mereka menuju kearah Anang setelah membawa makanan dan minuman yang mereka pesan. Setelah Anang berlalu mereka menikmati makanan yang dipesan. Bel berbunyi tanda masuk kembali, mereka segera menyudahi makannya dan kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Sebenarnya hati Via senang bahkan bahagia dengan perlakuan Sutan dan merasa bangga karena walaupun masih sekolah Sutan mampu menghidupi dan membayar sekolah sendiri tapi Via masih diliputi perasaan bingung apa pantas dia menerima semua ini. Ketika waktu pulang, Via sekali lagi bertanya pada Sutan "Apa kamu sudah kasih orang tuamu"?? " Aku sudah kasih orang tuaku, ini sisa buat pegangan aku makanya aku bagi sama kamu" !! jawab Sutan dengan nada lembut. "MasyaAllah, aku bahagia diperlakukan begini"!! Via menjawab sambil terisak haru. " Sudah yuk kita pulang, uda sore nanti kamu dicariin kakakmu kalo pulang terlambat "!! Ajak Sutan sambil menggandeng tangan Via. Memang kakak Via agak keras, kalo pulang terlambat pasti diinterogasi. Mereka pun pulang dengan tujuan yang berlawanan arah sehingga ketika Via sudah mendapatkan angkutan barulah Sutan menyebrang untuk naik angkutan menuju rumahnya. Sampai dirumah cepat-cepat ganti pakaian dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugas dia, setelah selesai kemudian dia mandi dan istirahat, sebelum nanti dilanjutkan dengan belajar dan menyiapkan pelajaran buat esok harinya. Ketika sedang beristirahat dia ingat uang pemberian kekasihnya, akhirnya diambil dan dimasukkan dalam kotak yang buat menyimpan barang-barang peninggalan ibunya, baru kemudian setelah itu dia melanjutkan istirahat kembali.