
Hari ini Kaynara dan Arya belanja bulanan, setelah sarapan Kaynara dan Arya segera pergi Arya hanya mengunakan celana panjang dan baju kaos baju santai dan Kaynara sama baju yg sama Arya , mereka mulai memilih bahan makanan sama sama Kaynara tentu senang bisa belanja di temani Arya seperti itu meski terkesan sederhana tapi sangat berarti untuk kedua nya
"Kita ngak beli makanan ringan atau cemilan"tanya Arya
"Boleh juga tapi lihat dulu kita udah banyak belanja nya nanti uang nya ngak cukup"ujar Kaynara
"Uang ku masih cukup kok"ujar Arya tersenyum mengandeng tangan Kaynara memilih beberapa makanan ringan
"Arya sekalian beli itu"Kaynara menunjuk letak nya semua pembalut dan Kaynara memilih beberapa bahan makanan lain
"Kamu menyuruh ku mengambil nya"tanya Arya mengaruk kepalanya
"Tentu saja"ujar Kaynara menatap Arya yg perlahan maju
"Kamu pakai yg mana Kay"tanya Arya pelan Kaynara tersenyum tipis mendekati Arya meraih tangan Arya
"Yg ini ahh suami ku ini manis sekali"ujar Kaynara tertawa saat Arya melirik ibu ibu yg menatap nya Arya meletak kan ke tempat belanjaan mereka
"Heh sengaja ya buat ku malu"bisik Arya sebal
"Ngak juga aku kan sibuk kamu kan paling tau aku seperti apa"kekeh Kaynara
"Sialan semua memperhatikan aku kamu ya"Arya mencubit pipi Kaynara sebal dan Kaynara hanya cekikikan memeluk lengan Arya
"Ayo ibu ibu itu menatap mu penuh kekaguman nanti mereka menyukai mu meraka ngak tau jika pawang cowok manis ini sangat galak"ujar Kaynara melangkah
"Tentu saja aku tampan dan manis"ujar Arya bangga
"Heh awas kamu tebar pesona"kesal Kaynara
"Siapa juga mau tebar pesona"ujar Arya meletakkan tangannya di bahu Kaynara
"Sana"kini giliran Kaynara yg grogi Arya memang selalu membuat jantung nya berirama
"Apa lagi yg harus di beli"tanya Arya
"Masih bahan makanan seperti daging ikan sayuran dan sabun mandi "jelas Kaynara
"Kayak nya di sana"ujar Arya
"Ayo"Kaynara melangkah bersama Arya
"Hai Kaynara kebetulan ketemu di sini"seseorang menepuk bahu Kaynara menghentikan langkah kedua nya
"Pak Halim "ujar Kaynara
"Ya kebetulan "ujar Kaynara terkesan santai dia memeluk lengan Arya
"Pak Halim sama siapa di sini sama istri nya"tanya Kaynara karna memang Kaynara tidak pernah bertanya hal pribadi pada klien nya
"Istri,saya belum nikah "kekeh Halim
"Saya ke sini hanya ingin berbelanja beberapa bahan makanan "ujar Halim tersenyum
"Ohh gitu ya udah kami duluan ya pak Halim"ujar Kaynara lalu melangkah pergi bersama Arya
"Dia seperti mengincar mu saja ngak tau apa orang udah punya suami masih aja ingin mendekati mu"kesal Arya
"Hanya kebetulan Arya"ujar Kaynara memilih beberapa sabun
"Dia menatap mu itu Kay kamu ngak lihat ada tujuan tertentu aku tidak suka itu"kesal Arya
"Apa sih Arya kamu ngawur ngomong nya aku sama kak Halim hanya sebatas rekan kerja aku masih orang yg sama kamu sangat penting untuk ku"ujar Kaynara
"Ya sudah ayo cepat selesai kan aku kesal menatap wajah nya"kesal Arya melahap bersama Kaynara
Dret dret
"Tante Lin telpon"Kaynara menatap ponsel nya dia segera mengangkat telepon nya
"Ya hallo tan"ujar Kaynara
"Kay kamu bisa ke tempat lokasi syuting ngak ada sedikit masalah ini tante dalam perjalanan"ujar Lin
"Masalah apa tan aku lagi sama Arya"ujar Kaynara menatap Arya yg juga menatap nya
"Ada yg mengacaukan tempat syuting kita di sana juga ada yg meminta pacak karna kita sudah memakai tempat itu"jelas Lin
__ADS_1
"Jika bisa kamu datang ya tante tunggu "Lin segera mematikan sambungan teleponnya
"Ada masalah"tanya Arya
"Iya tante Lin bilang tempat lokasi syuting ada yg mengacaukan nya dan juga di tempat itu ada yg meminta uang sewa tidak terima tempat itu di pakai"jelas Kaynara
"Ya udah kamu berangkat aja biar aku lanjut kan belanja"ujar Arya
"Tapi"Kaynara ragu
"Tidak apa nanti aku tunggu di Apartemen dan menunggu mu memasak lagi"ujar Arya tersenyum
"Ya udah aku berangkat dulu"Kaynara pamit dan pergi Arya pun melanjutkan belanjaan mereka
"Kaynara kamu ingin ke lokasi syuting juga kebetulan saya juga mau ke sana kamu ikut saya aja"ujar Halim, Kaynara melirik tempat itu memang tidak ada taksi
"Ya udah ayo"ujar Kaynara lalu berangkat bersama
🚘🚘🚘
"Kamu nikah sama Arya udah berapa lama"tanya Halim pokus ke jalanan
"Satu bulan lebih "jawab Kaynara singkat
"Apa sih yg kamu lihat dari Arya maksudku kamu kan anak dari Kalvin Adiwinata yg sukses kamu juga CEO SKY Entertainment anak nya Nanda Sky tapi kok mau sama Arya yg hanya berstatus orang biasa dan profesi sebagai dosen setidaknya ya dia punya perusahaan mungkin sebagai CEO juga jadi dokter minimal punya perusahaan deh"tanya Halim melirik Kaynara yg tersenyum kecil
"Memang kelihatan Arya itu biasa saja tapi bagi saya Arya segalanya hidup nafas detak jantung dan kebahagiaan dia bisa membahagiakan saya dengan hal sederhana saya sudah cukup dengan cinta Arya yg tulus pada saya dan apa pun keadaan Arya mau dia dosen tukak parkir atau pengemis saya tetap ada di samping nya saya rasa tidak perlu di jelaskan "ujar Kaynara santai
"Gila nih cewek mana penjahat nya papa bilang dia ini penjahat lebih dari Nanda ini mah ngak sama sekali bisa kejebak sendiri aku udah cantik lagi "batin Halim berusaha pokus
"Dulu nya Arya itu CEO perusahaan Santoso grup tapi hak nya di ambil oleh om nya"jelas Kaynara
"Berarti Arya dari keluarga Santoso "tanya Halim
"Iya dia anak nya Robi Santoso "ujar Kaynara
"Ya aku pernah mendengar berita mengenai keluarga Santoso"ujar Halim
"Berarti yg di bicarakan beberapa bulan lalu itu Arya suami nya Kaynara"batin Halim
Mobil mereka sampai lokasi syuting Kaynara dan Halim segera turun mendekati Lin yg bicara dengan seseorang cukup serius
"Ada masalah pak"ujar Kaynara serius
"Kami sudah meminta izin kenapa jadi bermasalah dan siapa yg menghancurkan tempat ini"ujar Kaynara nampak kesal dia sangat kesal jika ada yg mengganggu kebersamaan nya dengan Arya
"Saya tidak tau nona siapa mengacaukan nya saya hanya meminta uang sewa nya"ujar nya Kaynara memijit keningnya pusing
"Udah tan berikan saja waktu ku sudah tersita dengan mereka aku sampai meninggalkan Arya aku udah satu minggu penuh bekerja tidak bisa apa menghabiskan waktu bersama suami ku"kesal Kaynara
"Santai jangan mengeluh lagian setiap malam kamu bersama Arya"ujar Lin tersenyum kecil
"Tante jangan berusaha menggoda ku ya"Kaynara tersenyum malu mendapatkan godaan itu
"Bapak bisa berurusan sama saya soal sewa nanti saya bayar"ujar Lin
"Oke saya permisi"ujar nya pergi
"Jadi gimana tan soal fasilitas ini semua nya hancur "ujar Kaynara
"Kantor ku dekat dari sini ambil fasilitas ku saja"ujar Halim
"Ya bisa ayo biar saya bantu biar cepat "Kaynara berlalu bersama Halim
"Kaynara ini ngak bisa apa menatap mata Halim jika ada tujuan tertentu
Kaynara membantu Halim mengambil beberapa fasilitas nya karna Kaynara hari ini ingin menghabiskan waktu bersama Arya , Kaynara ingin masalah ini cepat selesai
"Yang itu bawa juga"tunjuk Halim , Kaynara membawa semuanya di bantu pekerja yg lain mereka meletakkan di mobil tapi Kaynara menginjak kabel itu membuat nya hampir terjatuh Halim dengan sigap memeluk pinggang Kaynara yg hampir terjatuh Halim sejenak menatap mata Kaynara
"Gila cewek ini cantik banget ternyata "batin Halim
"Pak Halim pak Halim lepas kan saya"ujar Kaynara
"Ahh ya maafkan aku"ujar Halim melepas kan pelukan itu lalu mereka segera masuk mobil dan berangkat
###
__ADS_1
Kaynara di antar oleh Halim ke apartemen membuat Halim tau alamat Kaynara tapi Halim tidak tau Kaynara tinggal di lantai berapa.Kaynara masuk ke Apartemen melihat Arya menyusun bahan makanan di kulkas membuat Kaynara merasa bersalah dia mendekati Arya
"Biar aku bantu"ujar Kaynara memegang tangan Arya menatap mata Arya
"Apa urusanmu sudah selesai kamu nampak capek"Arya menyeka keringat Kaynara
"Ya sudah selesai "ujar Kaynara tersenyum membantu Arya menyusun bahan makanan mereka
Karna hari libur Gavin mengajak Erin menemui keluarga Martha karna Gavin juga sudah mendapatkan alamat rumah orang tua Martah
"Kenapa aku harus ikut"tanya Erin saat mereka berada dalam mobil
"Biar mereka tidak bisa menjebak ku jika ada kamu"ujar Gavin membuat Erin mengerti .Mobil sampai mereka segera turun dan masuk ke rumah itu menunggu orang tua Martha datang
"Gavin ngapain ke sini"ujar papa Martha mendekat
"Saya hanya ingin memperingati saja om jika anak om itu sudah menganggu hubungan saya dan istri saya jika tidak saya benar mengambil tindakan untuk Martha"ujar Gavin serius
"Gavin maafkan om atas apa yg om lakukan dulu Martha sangat mencintai mu sejak kamu meninggalkan Martha dia benar gila oleh mu melakukan hal hal di luar dugaan kami selaku orang tua tidak dapat mengontrol Martha lagi dia tidak bisa mendengarkan kami"jelas nya
"Saya harap kalian bisa menjaga Martha karna jika tidak saya benar memberi Martha pelajaran "ujar Gavin serius
"Bukan kah kamu sangat mencintai Martha Gavin"ujar mama Martha mendekat
"Itu dulu tante sekarang saya sangat mencintai istri ku aku harap tante bisa menjaga Martha saya ke sini hanya mengigat kan saya permisi"ujar Gavin menggandeng Erin pergi
"Mas kayak nya Martha ini sangat berbahaya "ujar Erin cemas
"Jangan khawatir aku akan selalu menjaga mu"ujar Gavin tersenyum
"Gavin aku mohon jangan tinggalkan aku"Martha datang dan memeluk Gavin
"Lepas"ucap Gavin
"Dengar ya Martah aku tidak lagi mencintaimu dan aku sangat mencintai istri ku aku tidak akan meninggalkan nya sampai mati pun dan kamu jangan mengganggu kami jika tidak aku benar memberi mu pelajaran "ujar Gavin
"Ayo sayang"ujar Gavin lagi mengajak Erin masuk mobil
"Gavin kenapa kamu tega pada ku aku tidak bisa kehilangan mu aku benar akan melakukan hal nekat"lirih Martha mengacak rambutnya frutasi
###
Martha benar gila dia memulai rencana nya tidak peduli yg terjadi dan apa yang akan Gavin lakukan pada nya Martha membuat rencana dia ingin melenyapkan Erin agar bisa mengantikan posisi Erin
"Padahal aku sudah mendapatkan informasi jika Erin akan ke kantor tapi kenapa dia belum juga sampai "gumam Martha menunggu di jalan yg sepi tidak lama ada mobil keluarga Adiwinata Martha segera memakai masker nya dan menghadang
"Buka pintu nya"ancam Martha dengan pistol di tangan sopir itu membuka pintu nya
"Ayo ikut dengan ku"ucap Martha menarik Erin
"Mau apa kamu"tanya Erin takut
"Ayo ikut"Martha menyeret Erin ke mobil dan membawa Erin pergi
"Gawat aku bisa habis sama tuan Gavin"gumam nya lalu mengeluarkan ponsel nya
Sedangkan Gavin lagi pusing menatap komputer nya karna ada yg memberi virus pada komputer perusahaan semua pekerja sibuk dengan virus itu termasuk Bimo
"Dasar licik siapa ingin menjatuhkan perusahaan ini"gumam Gavin pokus ke ponsel nya berdering di lihat nya sopirnya yg menelpon
"Ya Hallo"ujar Gavin pokus ke komputer
"Tuan maaf saya di cegat di jalan dan orang itu membawa nona Erin"ujar nya
"Apa"triak Gavin sampai berdiri sopir itu menceritakan kejadian nya Gavin segera lari
"Tuan mau kemana"tanya Boy saat Gavin keluar dari ruangan nya
"Saya harus selamat kan istri saya sudah di culik"ujar Gavin
"Tuan tunggu lalu bagaimana perusahaan tuan bisa kehilangan perusahaan"ujar Boy
"Saya tidak peduli yg penting istri saya selamat"Gavin segera lari
"Ada apa"tanya Bimo mendekat
"Istri tuan Gavin di culik dia lebih memilih istri dari pada perusahaan keluarga nya"ujar Boy
__ADS_1
"Ini biar saya ambil ahli saya mantan asisten Santoso Grub dan bos saya bisa menangani ini saya telepon dulu"Bimo mengeluarkan ponsel nya meminta bantuan pada Arya karna dulu Arya pernah juga mengalami virus semacam ini dan Arya bisa menyelesaikan nya