
Setelah mendapat kan informasi mengenai Alen, Kaynara di jemput oleh Nabila menuju kampus bersama , Kaynara sangat jengkel pada Nabila karna Nabila bangun kesiangan di telepon Kaynara tadi Nabila baru menyadari jika mereka harus ke kampus hingga Nabila harus buru buru jika tidak Kaynara benar ngamuk karna menunggu lama
"Tuh karna kamu kita telat "kesal Kaynara
"Iya karna semalam aku nemani kamu jadi bangun kesiangan"ujar Nabila
"Entah apa yg terjadi kita melewati hal yg penting "ujar Kaynara
"Kak mau tanya bukan nya akan ada pengawas tapi kenapa kita belum berkumpul di aula"tanya Nabila pada senior nya
"Ini jika datang telat"ujar nya
"Tadi udah kumpul tapi pihak dewan dan pimpinan donatur marah besar karna pak Aldo ketahuan korupsi di laporan keuangan banyak fasilitas baru yg dia beli tapi ternyata tidak ada sama sekali hingga mereka menghakimi pak Aldo"jelas nya
"Lalu bagaimana"tanya Nabila penasaran
"Belum ada keputusan"ucap nya.
"Tuh dengar meski kita tidak menyaksikan aku yakin pak Aldo benar di keluar kan dari sini"bisik Nabila kegirangan
"Kita lihat nanti"ujar Kaynara lalu melangkah menuju kelas nya dengan tongkat nya
"Heh jika udah ngak bisa jalan ngak usah ke kampus "ujar Sabrina mendekat
"Bukan urusan mu ya kamu iri pada ku sehingga terus menganggu ku"sinis Kaynara
"Iri tidak sama sekali"ujar Sabrina sinis dan duduk karna sudah ada dosen
####
Aldo di hakimi oleh pihak kampus karna merusak ke percayaan pihak kampus serta mengelap kan uang dengan modus membeli beberapa fasilitas kampus nyata nya tidak ada barang itu tentu itu semua rencana Nabila dan Kaynara yg memang sengaja membuat Aldo di pecat
"Pak maafkan saya jangan laporkan saja ke polisi"minta Aldo
"Hah pak Aldo sangat mengecewakan padahal kami sudah percaya tapi nyata nya apa"ujar nya
"Iya maaf pak"ujar Aldo
"Oke kami tidak akan melaporkan itu tapi kami minta ganti rugi dan juga kami akan memecat pak Aldo secara tidak hormat"ujar nya
"Baik lah saya terima"ucap Aldo dia mengajar di kampus karna ingin mengendalikan Kaynara mengawasi senjata nya untuk menghancurkan Kalvin dan Nanda
Aldo mengemas barang nya siap pergi dari sana dia tidak habis pikir siapa yg berani menjebak nya seperti ini meski begitu berarti dia lebih pokus menjalankan bisnis,saat Aldo keluar dari ruangan dia melihat Kaynara dengan tongkat nya berjalan mendekati dengan berjalan
"Banyak juga nyawa mu bocah"ujar Aldo menatap Kaynara
"itu karna bapak saja tidak berhasil membunuh ku"ujar Kaynara santai
"Meski kamu lepas dari pandangan ku tapi kamu tidak akan lepas dari incaran ku"ujar Aldo tersenyum jahat
"Sekarang aku lebih kuat dari sebelumnya bapak tidak akan bisa menghancurkan aku"ujar Kaynara santai Aldo segera berlalu pergi
"Ternyata Kaynara sudah sangat berani dapat dari mana dia keberanian ini"gumam Aldo saat sampai rumah memeriksa rekaman cctv
"Oke aku tidak perlu menunjuk ini aku akan membuat rencana yg akan membuat Kaynara benar mati kali ini"ujar Aldo tersenyum misterius
####
Kaynara dapat telepon jika dia harus check up ke rumah sakit soal kaki nya Kaynara malas akan hal itu tapi Nanda sangat memaksa nya bahkan Nanda menyempatkan waktu menemani Kaynara
"Ngak perlu sebenarnya seperti ini ma"ujar Kaynara malas
"Harus Kay demi kesehatan mu pokoknya semua harus sempurna"ujar Nanda merangkul Kaynara menuju ruangan dokter
"Selamat sore nyonya"ujar dokter itu berdiri menjabat tangan Nanda
"Sore dok seperti yg saya hubungi saya ingin memeriksa kan kaki anak saya"ujar Nanda serius lalu duduk
"Apa terasa tidak nyeri nona"tanya nya
"Kemarin sedikit nyeri hari ini belum ada tanda rasa nyeri bahkan kaki saya sudah mendingan saat berpijak "ujar Kaynara
"Oke saya periksa sebentar ya nona"ujar dokter itu berdiri lalu mengajak Kaynara duduk di brandar dengan kaki menjuntai dokter itu duduk di kursi membuka perban kaki Kaynara dengan lembut
"Coba gerak kan jari jari kaki nya nona"ucap dokter itu Kaynara mengerak kan nya dengan pelan
"Sedikit putar nona"ujar dokter lagi Kaynara memutar kaki nya dengan pelan
__ADS_1
"Apa terasa nyeri"tanya nya
"Tidak "jawab Kaynara singkat
"Jalan kan tanpa tongkat nona"ujar dokter ingin memegang bahu Kaynara bermaksud membantu Kaynara
"Jangan menyentuh ku"tajam Kaynara,Nanda menghembuskan nafas nya pelan anak nya ini tidak jauh berbeda dari Kalvin
"Maafkan anak saya dok"ujar Nanda tidak enak lalu membantu Kaynara menurun kan kaki nya Kaynara berjalan masih pincang tidak sempurna
"Melihat dari gejala dan perkembangan kaki nona seperti nya mulai sembuh nyonya"ujar dokter kembali duduk
"Terimakasih banyak dok"ujar Nanda tersenyum lebar
"Saya kasih salap ya Nyonya jika terasa pegal dan nyeri di olesi"jelas dokter
"Terimakasih dok"ujar Nanda tersenyum lalu mengajak Kaynara pulang
"Kay tidak boleh seperti itu pada orang yg lebih tua "ujar Nanda menasehati anak nya
"Ma aku malas"ujar Kaynara
"Kamu tidak boleh seperti itu sayang itu menyakiti perasaan orang lain"ujar Nanda lembut
"Iya iya"ketus Kaynara malas Nanda segera masuk mobil Kaynara memutari mobil Nanda masuk mobil tapi saat Kaynara membuka pintu mobil ada sebuah tangan menarik nya ke dalam mobil dan mobil itu kabur menculik Kaynara
"Kay"teriak Nanda melihat itu dia segera melaju kan mobil nya mengejar nya
"Kalvin"teriak Nanda di telepon
"Sayang kamu kenapa"ujar Kalvin panik yg masih di kantor
"Kaynara di culik dan di bawa pergi"Isak Nanda
"Kamu tenang sayang tenang kamu mengejar penculik itu"tanya Kalvin menenangkan
"Iya ini aku masih mengejarnya dengan mobil"ucap Nanda
"Kamu kirim lokasi nya terus ikuti mobil itu"ujar Kalvin sangat cemas lalu sambungan telepon putus Kalvin segera berangkat
"Aww"pekik nya
"Sialan kamu"triak nya mencekik leher Kaynara
"Aku tidak akan kalah kali ini pak Aldo sialan"teriak Kaynara lalu mengerak kan tangannya meninju dada aldo dengan keras
"Awww breksek aku akan melenyapkan mu"teriak Aldo lalu mobil berhenti di tepi jurang Aldo menyeret Kaynara
"Aldo lepas kan anak ku"teriak Nanda berlari
"Berhenti jika tidak anak mu aku dorong ke jurang ini"ujar Aldo menghentikan langkah Nanda
"Aku tidak takut sini aku bisa loncat sendiri"ujar Kaynara marah
"Sialan kamu Aldo"ujar Kalvin sudah datang
"Bagus jika begitu"ujar Aldo puas itu yg dia inginkan
"Bocah tengik hari ini kamu akan tiada "kekeh Aldo menepuk wajah Kaynara
"Haha pak Aldo"ujar Kaynara tersenyum misterius
"Kamu kira aku takut dari pak Aldo aku belajar cara nya kejam dari pak Aldo aku tau cara nya bertahan"ujar Kaynara melayangkan pukulan tapi Aldo menahan nya
"Besar juga nyali mu bocah berapa tahun hah hampir 15 tahun ya aku menjadi guru mu"kekeh Aldo
"Kamu itu anak ku bocah tentu kamu bisa meniru jadi seperti aku"ujar Aldo tertawa
"Aldo lepaskan anak ku"ujar Kalvin
"Anak haha dia anak ku kamu lupa Nanda punya anak saat tidak bersama mu"ujar Aldo tertawa
"Kamu jangan macam-macam Aldo "ujar Nanda
"Nanda kamu melupakan setiap malam kita menikmati tidur yg panjang"ujar Aldo tertawa
"Hentikan"Kaynara berteriak emosi tapi Aldo memeluk dari belakang meletakkan pisau di wajah Kaynara
__ADS_1
"Mau apa kamu Aldo"ujar Kalvin sangat cemas
"Kenapa mengemis seperti itu Kalvin dia bukan anak mu"ujar Aldo terkikik
"Tutup mulut mu Aldo Kaynara adalah darah daging Kalvin kamu jangan merusak pikiran anak ku"ujar Nanda emosi
"Nyata nya anak mu sudah rusak Nanda"kekeh Aldo
"Apa mau mu"ujar Kalvin lagi
"Tanda tangani surat penyerahan perusahaan kalian"ujar Aldo serius memberi kode pada anak buah nya untuk menyerahkan berkas itu
"Breksek kamu Aldo"ujar Kalvin tajam
"Kalvin kamu sudah mengagalkan aku menikmati Alen hingga dia menjadi milik mu"bentak Aldo
"Kamu pria menjijikan "ujar Aldo lagi
"Kamu pria yg menjijikkan Aldo Alen itu adik kamu sendiri kamu malah tega ingin menikmati nya menyetubuhi nya"ujar Kalvin
"Karna nanda aku kehilangan Alen aku akan membalas mu"ujar Aldo tanpa ragu Nanda menanda tangani surat itu
"Aku sudah selesai lepas kan anak ku"ujar Nanda menunjuk kan bukti nya
"Tidak mudah Nanda"ujar Aldo tersenyum licik lalu mendorong Kaynara dari jurang itu
"Tidak"teriak Nanda terduduk saat tidak melihat Kaynara
"Kurang aja kamu"ujar Kalvin lalu menghajar Aldo anak buah Aldo ikut membantu Aldo melawan Kalvin
"Kaynara"teriak Nanda berlari ke tepi jurang dia menangis
"Mama"panggil Kaynara yg masih tergantung berusaha naik
"Kay"ujar Nanda tengkurap lalu mengulur kan tangannya
"Ayo pegang tangan mama"ujar Nanda sangat khawatir Kaynara berusaha meraih Nanda tapi sangat susah Kaynara melihat akar itu akan putus dia mengambil resiko menginjakkan kaki nya lalu meraih tangan Nanda tergantung di tangan nanda
"Ayo Kay"triak Nanda berusaha menarik Kaynara, Kaynara pun menginjak tepi jurang itu dan loncat hingga Kaynara memeluk nanda dengan erat
"Mama tidak sanggup kehilangan kamu"Isak Nanda memeluk Kaynara dengan erat lalu menciumi wajah itu tatapan Kaynara benar membunuh entah untuk Nanda atau siapa
"Kay"ujar Nanda menepuk wajah Kaynara lalu Kaynara berdiri melihat papa nya di keroyok Kaynara berjalan dengan pelan
"Pak Aldo"triak Kaynara lari lalu mendorong Aldo menindih Aldo
"Kamu tidak akan bisa mengendalikan aku"teriak Kaynara meninju Aldo
"Kamu tidak akan bisa memisahkan aku dengan papa ku sialan"triak Kaynara berdiri menarik Aldo
"Aku akan melepaskan beban ku lenyap lah kamu"teriak Kaynara lalu mendorong Aldo hingga Aldo terjun bebas dari jurang itu anak buah Aldo hanya melongo
"Aghhhhhhh"Kaynara berteriak dengan keras seakan melepaskan beban nya dia terduduk terisak menangis atas kepiluan hati nya rasa ragu mengusik hati nya Nanda merengkuh anak nya itu memeluk dengan erat tubuh Kaynara yg semakin menangis
"Sayang kamu itu anak papa"lirih Kalvin memeluk Kaynara merasakan kesakitan Kaynara yg memeluk Nanda begitu erat meminta kekuatan
Kaynara memutuskan pulang bersama Nanda karna Nanda dan Kalvin bawa mobil berbeda Kalvin juga merobek surat yg di tanda tangani Nanda tadi siapa tau nanti ada yg mengambil keuntungan itu lebih baik Kalvin menghancurkan itu, Kaynara menatap ke luar jendela amara nya selama ini tidak bisa dia bendung lagi melihat Aldo sudah lama Kaynara ingin membasmi Aldo tapi apa daya Kaynara rasa takut kehilangan mama nya membuat nya takut hanya mampu menahan
"Pak Aldo "ujar Kaynara tertahan Nanda hanya diam menunggu kejujuran anak nya itu
"Sejak aku kelas 2 SD pak Aldo sudah mulai mengusik ku dia selalu bisa menghancurkan mental ku meragukan aku ini anak papa"lirih Kaynara
"Kenapa tidak jujur"ucap Nanda sesekali menoleh pada Kaynara
"Rasa takut dari di sekap pak Aldo menghilangkan keberanian ku aku takut kehilangan mama aku takut pak Aldo kembali menculik mama memisah kita"lirih Kaynara menyeka air mata nya Nanda menghentikan mobilnya
"Jangan menenangkan aku karna sekarang pun aku tidak mampu untuk tenang jangan memeluk ku karna aku tidak mau membutuhkan kekuatan aku ini orang yg lemah jangan paksa aku untuk kuat"ujar Kaynara menyeka air matanya lagi Nanda memeluk anak nya lagi
"Mama tidak berharap kamu kuat atau pun lemah mama berharap kamu bertahan sayang"lirih Nanda mengecup kepala Kaynara
"Aku tidak berguna aku lemah"Isak Kaynara sesegukan menangis di dekapan mama nya setelah puas Kaynara mendongak
"Apa aku akan di tahan karna melenyapkan pak Aldo"ujar Kaynara lirih
"Meski kamu juga melakukan kesalahan papa tidak akan membiarkan kamu di tangkap jangan ulangi lagi sayang jangan membalas kejahatan orang dengan kejahatan itu tidak akan habis nya"ujar Nanda mengelus kepala Kaynara
"Iya ma maafkan aku tidak jujur pada mama maafkan aku selalu berbuat salah dan menyusahkan mama"lirih Kaynara memeluk Nanda dengan erat membiarkan semua perasaan nya di ketahuan Nanda betapa Kaynara tertekan dan menderita karna kelakukan Aldo yg selalu menghantui nya
__ADS_1