
Nanda dan Kalvin sangat bahagia dengan berita kehamilan Nanda yg kedua selain Kalvin menginginkan anak perempuan dia juga senang memberi Gavin teman baru untuk nya Kalvin senang anggota keluarga nya bertambah akan Kalvin pastikan jika mereka akan hidup bahagia Kalvin tidak akan membiarkan keluarga nya kekurangan
"Terimakasih aku sangat bahagia"ucap Kalvin mencium tangan Nanda sesekali melirik jalanan
"Terlihat dari wajah mu jika kamu bahagia "ucap Nanda tersenyum menatap wajah Kalvin yg tersenyum berseri
"Love you my wife"ujar Kalvin tersenyum Nanda tersenyum menatap Kalvin
"Kalvin awas"teriak Nanda saat sebuah truk mengarah ke samping Kalvin memutar setir mobilnya tapi sayang truk itu terlalu cepat melaju sampai menabrak mobil Kalvin yg berguling beberapa kali di tabrak kendaraan lain
Brak
Pin pin
Nanda merasakan kepalanya nyeri Nanda sempat menoleh ke arah Kalvin yg berlumur darah karna truk itu menabrak ke arah Kalvin,Samar samar Nanda mendengar para warga menghampiri mobil mereka sampai Nanda kehilangan kesadaran
"Ada kecelakaan"ucap para warga
"Cepat tolong "ucap yg lain mereka membuka mobil yg terbalik karna keadaan kaca mobil semua pecah mereka menolong Kalvin dan Nanda
"Bawa ke mobil saya"ucap nya membuka kan mobilnya para warga memasukkan Nanda ke mobil dan mobil itu melaju Kalvin juga di masuk kan ke mobil yg lain segera menuju rumah sakit di sini keadaan Kalvin yg parah karna truk itu menabrak ke arah nya
####
"Aduh Gavin kenapa nangis terus sih"bujuk Daniah untuk berhenti Nangis
"Mau ketemu sama mama nenek Gavin mau jenguk mama"isak Gavin sesegukan
"Iya bentar lagi mama dan papa akan pulang"ucap Daniah menghibur
"Mau ketemu mama hiks hiks hiks"Gavin terus memberontak
Dret dret
"Hallo"ucap Daniah
"Selamat siang dengan Nyonya Daniah Adiwinata"ucap nya
"Iya saya sendiri"ucap Daniah dengan mengelus kepala Gavin
"Saya dari pihak rumah sakit nyonya mau mengabarkan jika sekarang ini tuan Kalvin kecelakaan ada tindakan serius yg harus kami bicarakan "jelas nya
"Apa kecelakaan "ucap Daniah kaget rasanya badan Daniah lemas mendengar berita itu
Karna Daniah tidak ingin Gavin ikut ke rumah sakit jadi Gavin di titip kan Daniah pada Lin sedang kan Daniah ke rumah sakit barang ibu Amel Landa dan Jo mereka segera menuju rumah sakit
"Dok gimana anak saya"ucap Daniah cemas
"Nyonya kepala tuan Kalvin mengalami benturan cukup keras kami harus mengoperasi nya "ucap dokter
"Apa separah itu dok"ucap Jo kaget keadaan Kalvin
"Iya tuan"ucap nya
"Lalu menantu saya Nanda bagaimana keadaan nya Dok"ucap Daniah cemas
"Nona Nanda"ucap nya heran
"Tapi nyonya setau saya kecelakaan itu terjadi hanya tuan Kalvin yg di bawa para warga"ucap nya
"Tidak pasti Nanda ada jelas jelas tadi berangkat barang mau periksa "ucap Daniah
"Saya tidak tau nyonya karna hanya tuan Kalvin yg di bawa ke rumah sakit ini "ucap dokter
"Saya permisi karna saya harus segera mengambil tindakan"ucap nya berlalu
"Amel bagaimana anak ku"ucap Landa memeluk Jo
"Tenang Nanda akan baik baik saja"ucap Jo
"Kalian di sini aja tungguin Kalvin biar aku mencari tau Nanda ke mana"ujar Amel datar segera pergi
Amel memeriksa rekaman cctv rumah sakit apa Nanda dan Kalvin ada atau tidak datang ke sana tentu Amel menemukan rekaman Nanda dan Kalvin dari datang ke rumah sakit sampai pulang
"Jadi apa yg harus kita lakukan Bu"tanya Aron
"Saya merasa ada hal tidak beres mari kita periksa TKP"ucap Amel pergi bersama Aron menuju tempat kecelakaan
"Permisi pak saya mau bertanya kronologi kecelakaan"ucap Amel pada polisi
__ADS_1
"Ohh ibu Amel"ujar nya segan lalu menunjukkan rekaman cctv Amel memperhatikan truk ini sepertinya memang sengaja ingin menabrak mobil Kalvin serta ada yg membawa Nanda dengan mobil
"Ibu Amel seperti nya nona Nanda di culik"bisik Aron
"Terimakasih pak terus selidiki kecelakaan ini"ucap Amel pergi
"Aron kita harus temukan supir itu"ujar Amel masuk mobil bersama Aron
"Saya hubungi anak buah saya untuk mencari truk itu Bu"ucap Aron mengeluarkan ponselnya untuk menelpon
"Bu truk itu berada di gedung kosong tidak jauh dari sini "ucap Aron sudah mendapatkan informasi
"Ayo kita ke sana"ujar Amel , Aron segera melajukan mobilnya
"Aron"ujar Amel serius
"Bagaimana hubungan mu dengan Lin"tanya Amel membuat Aron berhenti mendadak dan menoleh ke arah Amel
"Maaf saya lancang ibu Amel"ucap Aron
"Jaga Lin dengan baik Lin adalah tanggung jawab Nanda kamu ngerti apa maksud saya"ujar Amel serius
"Baik Bu"ucap Aron melaju kan mobil nya
"Kok bisa bu Amel mengetahui hubungan ku dengan Lin padahal aku sudah serapat mungkin menutup nya"batin Aron lalu menghentikan mobilnya
"Bu Amel itu truk nya"ucap Aron serius mereka segera keluar
"Seperti nya truk ini setelah menabrak mobil Kalvin dia segera ke sini"ucap Amel serius lalu Aron memeriksa ke dalam mobil
"Ibu Amel supir nya tiada"ucap Aron melihat pria itu mati dengan kepala nya di tembak
"Rencana yg sempurna siapa pelaku dan siapa berani menculik Nanda "gumam Amel mengusap wajah nya kasar
"Hanya keluarga Kasim yg berani tapi mereka sudah lama tidak terdengar kabar nya"gumam Amel
"Aron kamu punya tugas baru sekarang"ucap Amel serius
"Siap bu"ucap Aron serius
"Kamu cari Nanda sampai ketemu apa pun caranya temukan Nanda kamu mengerti"ucap Amel
####
Kalvin mengalami koma karna benturan di kepala nya membuat keluarga semakin terpukul apa lagi Nanda belum ada kabar sama sekali di tambah keadaan Kalvin sekarang ini yg lebih membuat keluarga tidak bisa berkutik Gavin terus menangis mencari mama nya tidak berhenti menangis
"Gavin ngak mau yg lain Gavin mau ketemu sama mama "ucap Gavin menangis dengan keras
"Gavin jangan nakal ya papa lagi sakit dan mama lagi di culik om Aron lagi berusaha mencari mama"ujar Daniah memberi pengertian
"Mama ngak ninggalin Gavin kan nenek"ucap Gavin menangis memeluk Dani
"Tidak dong mama kan saya sama Gavin tapi ada orang jahat mencuri mama Gavin jangan nakal ya papa juga masih sakit "ucap Daniah
"Mama cepat pulang Gavin tidak mau mama tinggal kan"ucap Gavin menangis sesenggukan Daniah memeluk Gavin pilu kenapa bisa terjadi seperti ini
"Kamu jangan cemas Nanda akan segera di temukan"ucap Jo memeluk Landa
####
Nanda mengerjabkan mata merasakan kepalanya nyeri lalu Nanda membuka mata dengan sempurna itu bukan kamar nya atau rumah sakit Nanda ingat banget kenapa dia sampai seperti ini karna kecelakaan itu tiba tiba Nanda mengingat Kalvin
"Kalvin "ucap Nanda duduk merasakan tangan nya di infus Nanda melirik sekitar tempat itu sangat asing
"Tuan nona Nanda sudah sadar"ucap seseorang di telepon orang itu memantau Nanda dari kamera
"Di mana aku"ujar Nanda panik
"Aku tidak boleh kehilangan anak ku apa anak ku masih ada"ucap Nanda melepaskan infus nya lalu Nanda membuka pintu kamar dan ternyata banyak sekali bodyguard yg berjaga lalu seseorang berlari mendekati Nanda membuat Nanda memicingkan matanya mundur dengan pelan saat orang itu mendekat
"Kamu baik baik saja"ucap nya menutup pintu kamar
"D...D....Daren"ucap Nanda kaget
"Ya ini aku"ucap Daren tersenyum
"Kenapa aku di sini apa anak ku baik baik saja dan bagaimana keadaan Kalvin "ucap Nanda panik
"Anak mu baik baik saja Nanda jangan khawatir kamu di sini karna"ucap Daren membelai wajah Nanda
__ADS_1
"Jangan melewati batas Daren"ucap Nanda menepis tangan Daren
"Aku ingin pulang ketemu sama Kalvin"ucap Nanda
"Ssstt Nanda kamu di sini karna aku kamu ingin lihat Kalvin kan oke ini yg terkahir"ucap Daren lalu menyalah kan televisi menayangkan keadaan Kalvin yg koma karna kecelakaan itu dan hilang nya Nanda
"Kalvin"ucap Nanda menangis menyentuh layar televisi itu
"Kamu harus menuruti aku Nanda"ucap Daren serius
"Tuan bos menyuruh membawa nona Nanda karna pergerakan ibu Amel sangat cepat"ucap bodyguard itu
"Siap kan mobil nya"ucap Daren
"Baik bos"ucap nya lalu pergi
"Tidak aku mau pulang"ujar Nanda , Daren menggendong Nanda karna takut Nanda memberontak membahayakan bayi nya sendiri
"Lepaskan aku Daren sialan kamu jangan melewati batas"teriak Nanda ,Daren segera memasukkan Nanda ke mobil
"Kamu hanya milik ku Nanda jangan membuat ku marah"ucap Daren masuk mobil segera melaju membawa nya ke suatu tempat
###
"Papa cepat sembuh bantuin ibu Amel cari mama"ujar Gavin mengengam tangan Kalvin
"3 bulan ini Gavin bolak balik masuk rumah sakit karna terus demam Kalvin juga belum sadar"ujar Daniah kasihan dengan Gavin
"Ibu Amel dan Aron berusaha mencari Nanda tapi Nanda seakan hilang"ucap Landa sedih
"Aku yakin Nanda akan segera di temukan "ucap Daniah mereka saling menguatkan
"Aku titip Gavin ya karna keadaan Kalvin aku harus mengurus perusahaan kamu kan punya Ibu Amel mengurus perusahaan "ujar Daniah
"Aku akan jaga Gavin dengan baik jangan khawatir "ucap Landa tersenyum
###
"Daren lepaskan aku bajingan"triak Nanda melempar Daren dengan pot bunga tapi Daren mengelak
"Nanda kamu jangan pikirkan untuk pergi karna aku akan mengatur hidup mu aku akan miliki mu Nanda"ucap Daren
Plak
"Kurang ajar kamu Daren berani kamu melakukan hal sekeji ini pada ku aku lagi mengandung anak Kalvin tapi kamu lancang menculik ku aku membenci mu bajingan "teriak Nanda menampar Daren dengan keras Daren hanya menyunggingkan senyum
"Nanda kamu jangan marah seperti itu"ucap Daren mengelus perut Nanda yg mulai membesar
"Lepaskan aku sialan "ucap Nanda mendorong Daren membuat Daren tertawa
"Aku pergi sebentar sayang "ucap Daren tersenyum dan melangkah pergi Nanda duduk di kasur menangis dengan keadaan nya kenapa dia seperti ini di kurung di kamar itu bahkan Nanda tidak tau bagaimana keadaan Kalvin dan anak nya itu hati Nanda sangat sakit
"Aku sangat merindukanmu Kalvin "ucap Nanda menangis sesegukan
####
Aron sangat serius jika menyangkut tugas nya Aron mulai mencurigai Daren karna Aron pernah melihat Daren pergi di pinggiran kota membuat Aron bertanya kenapa Daren ke sana secara Daren artis yg sibuk dan Aron memantau Daren yg sering membeli susu hamil
"Daren ini pernah dekat dengan Nanda tidak salah jika aku mencurigai nya tapi nama baik nya sangat bagus tidak pernah di gosip kan karir nya sangat bagus "ucap Aron berfikir memperhatikan Daren yg lagi syuting lalu Daren tidak sengaja melihat Aron
"Itu bukan nya orang kepercayaan ibu Amel kenapa memantau ku seperti itu apa dia mencurigai ku ini sangat bahaya"ucap Daren mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang setelah itu Daren mendekati Aron
"Kenapa kamu memantau ku"tanya Daren santai
"Saya tidak memantau anda"ucap Aron datar
"Kamu tidak usah bohong aku tau itu"ucap Daren tersenyum
"Apa kamu ada hubungannya dengan hilang nya nona Nanda"ucap Aron datar membuat Daren tertawa
"Dulu memang aku mempunyai hubungan dengan Nanda tapi tidak sekarang aku sudah melanjutkan hidup bahkan aku akan segera menikah"ucap Daren tersenyum
"Nikah"ucap Aron
"Iya aku tidak berurusan lagi dengan Nanda karna aku mencintai pasangan ku itu"ucap Daren
"Maaf kan saya mencurigai mu"ucap Aron pergi dan masuk mobil
"Kamu kira aku percaya gitu aja kamu tidak akan lepas dari pandangan ku"ucap Aron sedikit menjauh untuk memantau Daren biar Daren tidak mengetahui nya
__ADS_1