
Dia jadi kebingungan karena itu sungguh momen yang sangat langka.
Pak Adam melihat Laura dia melepaskan Farhan mendekati Laura.
"Selamat yah Nak." ucap pak Adam. Laura kebingungan dia menatap Farhan yang tersenyum tidak seperti biasanya.
"Maafkan Bapak selama ini sudah membuat kamu tidak nyaman bahkan membuat kamu risih, ayah tidak berniat jahat untuk kamu, ayah hanya ingin membuat kamu meninggalkan Farhan namun ternyata cinta Kalian sangat lah kuat, sekarang bapak menyerah dan sekarang bapak merestui hubungan kalian." ucap pak Adam.
Laura mendengar itu sangat terkejut.
"Sebenernya Ibu kamu melakukan perjudian dan juga membuat kasus karena bapak berbicara pada nya untuk mengakhiri hubungan kami. Namun dia tidak terima." ucap Pak Adam.
"Maafkan bapak!" ucap pak Adam.
Laura memegang lengan pak Adam sambil mengelus nya.
"Bapak jangan merasa bersalah seperti itu. Aku sudah memaafkan bapak kok, aku juga minta maaf sama Bapak selama ini sudah sangat banyak bersifat tidak sopan." ucap Laura.
Mereka pun berdamai. Pak Adam menghampiri Bu Novi yang hanya diam saja di tempat duduk tepat di samping polisi penjaga.
"Aku minta maaf sudah membuat kamu seperti ini." ucap Adam memegang tangan Novi. Namun Novi langsung melepaskan tangan Adam.
"Lupakan saja! Aku setuju dengan keputusan kamu untuk mengakhiri hubungan ini." ucap Novi.
"Aku seperti ini bukan karena marah pada kamu melainkan aku sudah seperti ini sudah lama bahkan aku menjalan hubungan dengan pria lain di belakang kamu, semua uang yang kamu berikan aku pakai untuk judi. Aku yang harus minta maaf dan aku sudah siap menerima hukuman ku." ucap Novi.
Adam terdiam.
"Permisi pak, tersangka mau kami bawa ke dalam." ucap polisi, Novi pun masuk ke dalam di bawa oleh polisi.
"Lalu bagaimana dengan Ibu kamu?" tanya Farhan pada Laura.
"Ibu harus menerima semua hukuman nya mas," ucap Laura. akhirnya Ibu Laura di Penjara Selama Satu tahun setengah.
Satu bulan kemudian Laura baru saja selesai Chek kesehatan janin nya di antar kan oleh Deni. Dan dia langsung ke perusahaan Suami nya.
Setelah Farhan mengumumkan istri nya hamil Wanita-wanita yang sirik dan benci pada Laura tidak bisa melakukan apapun lagi mereka hanya bisa terima apa yang telah terjadi.
Laura sudah nyaman keluar masuk dari perusahaan Farhan.
"Selamat siang mas." sapa Laura masuk ke ruangan Farhan membawa makanan di tangan nya.
"Siang juga!" ucap Farhan sambil berdiri mendekati istri nya.
"Nih hasil nya mas, janinnya Sehat." ucap Laura.
"Alhamdulillah." ucap Farhan.
"Aku juga bawain kamu makanan nih." ucap Laura.
"Humm kamu repot-repot banget, makasih yah sayang." ucap Farhan mencium pipi Laura sambil mengelus perut nya.
"Oh iya hari ini kita Jengukin Ibu kamu yah." ucap Farhan.
__ADS_1
Laura mengangguk.
Namun tiba-tiba handphone nya berdering.
"Siapa mas?" tanya Laura penasaran.
"Vina!" ucap Farhan.
"Ngapain dia nelpon kamu?" tanya Laura.."Aku juga gak tau, aku jawab dulu yah." ucap Farhan.
Laura mengangguk.
Setelah selesai menelpon dia meletakkan handphone kembali di atas meja.
"Dia ngomong apa mas?" tanya Laura.
"Humm dia mau ketemu Besok pagi Kata nya ada yang penting." ucap Farhan.
Laura menatap pada Farhan.
Tenang saja dia datang ke sini kok, bukan ketemu di luar. Bumil posesif banget." ucap Farhan mencubit pipi Laura.
Mereka Makan terlebih dahulu setelah itu menjenguk ibunya membawa kan makanan juga.
Sementara di tempat lain setelah mengantar kan Istri Tuan muda nya Deni masuk ke ruangan Ida dan langsung menutup pintu.
Ida yang sedang fokus bekerja terkejut karena Deni masuk Tampa mengetuk pintu.
"Bisa gak sih kalau masuk itu ketuk pintu dulu!" ucap Ida. Deni tersenyum.
"Jangan lebay deh!" ucap Ida. Deni tersenyum.
"Nih aku bawain makanan kesukaan kamu." ucap Deni.
"Makasih! Kamu memang pacar paling pengertian tau aja kalau aku sedang lapar." ucap Ida.
Mereka sudah pacaran sekitar seminggu lamanya. Mereka sudah sering bersama itu sebabnya memiliki perasaan satu sama lain.
"Apa kabar buk?" tanya Laura melihat Ibu nya.
"Ibu baik-baik saja! Kamu sendiri bagaimana kabar nya nak? bagaimana dengan Cucu ibu sehat kan?" tanya Bu Novi.
Laura menaruh tangan ibu nya di perut.
"Dia sehat kok buk, ibu juga sehat-sehat yah di sini." ucap Laura.
"Kamu sama suami kamu tidak harus datang tiap Minggu ke sini, tempat ini sangat lah jauh." ucap Bu Novi.
"Gak apa-apa buk, aku juga merindukan Ibu." ucap Laura. Bu Novi menangis.
"Maafkan ibu yang sudah durhaka pada kamu Nak, Maaf kan ibu." ucap Bu Novi sambil menangis.
"Sudah buk, aku sudah melupakan semua nya, sekarang Ibu harus lebih banyak bersabar lagi." ucap Laura.
__ADS_1
Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana dan akhirnya Laura pamit pulang.
Namun setelah sampai di rumah dia sangat terkejut melihat kejutan dan kue ulang tahun yang sangat besar bertuliskan namanya di sana.
"Selamat ulang tahun!" ucap semua orang yang merencanakan kejutan itu.
Laura sangat terkejut.
"Ya ampun ternyata kalian semua ingat hari ulang tahun ku?" ucap Laura.
"Ini semua Tuan muda yang merencanakan nya Non." ucap Bibik. Laura menoleh ke arah Farhan.
Namun Farhan langsung memberikan kotak kecil.
"Selamat ulang tahun sayang!" ucap Farhan memberikan kotak kecil.
Laura tersenyum.
"Terimakasih mas. aku pikir kamu tidak akan tau." ucap Laura. Farhan mencium kening Laura.
"Aku adalah suami paling bodoh kalau tidak tau hari lahir istri nya." ucap Farhan.
"Ini apa mas? Kenapa sangat kecil?" tanya Laura.
"Buka saja!" ucap Farhan.
"Tapi sebelum kamu membuka itu baca doa dulu dan tiup Lilin." ucap Farhan.
Laura membaca doa dalam hati setelah itu meniup lilin.
"Kamu boleh buka kotak itu." ucap Farhan. Laura sangat penasaran dia pun Membuka nya.
Dia heran kenapa sangat kecil sekali namun setelah membuka nya dia juga heran kenapa ada kunci rumah di dalam.
"Kunci rumah?" tanya Laura heran.
"Itu adalah kunci rumah ayah kamu yang dulu tempat kamu di lahir kan." ucap Farhan.
Laura tidak menyangka kunci itu kembali ke tangan nya lagi.
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan ini lagi mas?" tanya Laura.
"Sebenernya yang merebut rumah itu dari kamu adalah Aku, jujur saja aku tidak tau kalau kamu ada pembeli nya. Namun dari awal aku sudah merencanakan rumah itu untuk kamu, aku hanya mencari waktu yang tepat saja." ucap Farhan.
Laura langsung memeluk suaminya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***