Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 52


__ADS_3

Sejak Dewi menjadi istri Danu dia lebih menikmati menjadi peran istri ya membuat Dewi memiliki tanggung jawab sebagai istri jika dulu Dewi tidak ingin memenuhi tanggung jawab itu tapi ini berbeda Dewi sudah menjadi istri Danu jadi dia harus memenuhi tanggung jawab sebagai istri .Dewi melirik Danu yg berbaring di sebelah nya memainkan laptopnya dengan pokus


"Tuan Danu"ucap Dewi


"Iya kenapa"ucap danu yg tadi menatap laptop kini menatap Dewi


"Kenapa tuan Danu engan menyentuh ku padahal ya aku jadi istri sah tuan Danu"ucap Dewi penasaran sudah satu minggu pernikahan mereka tapi Danu engan menyentuh Dewi hanya sekedar mencium nya


"Sebenarnya aku takut kamu hamil"ucap Danu jujur membuat Dewi tertawa geli


"Jadi benar tuan Danu takut aku hamil anak kita benar balas dendam pada tuan Danu"ucap Dewi terkikik


"Jangan menertawakan aku"ucap Danu kesal


"Tuan Danu"ucap Dewi duduk mengambil laptop Danu lalu meletakkan di tempat naas


"Orang hamil memiliki hormon berbeda-beda tidak bisa di samakan itu hal yg konyol tuan Danu takut aku hamil"ucap Dewi tersenyum geli


"Ya tetap saja aku waspada"ucap Danu


"Lupa ya tuan Danu melakukan malam itu apa pernah untuk mencegah aku hamil"ucap Dewi malu malu Danu terdiam mengaruk kepala nya


"Lalu bagaimana"ucap Danu binggun


"Biarkan saja tuan Danu aku ingin sekali hamil aku jamin tidak akan sama seperti Nanda"ucap Dewi


"Apa sekarang kamu lagi mengajak ku melewati malam yg panjang "ucap Danu menatap Dewi


"Tidak "ucap Dewi cepat


"Aku hanya bertanya "ucap Dewi lagi lalu berbaring segera memeluk guling


"Aku jadi ingin kamu malam ini"ucap Danu meraih tangan Dewi


"Nyesel aku membicarakan itu"ucap Dewi menatap wajah Danu


"Jika kamu menuruti ku maka aku jadikan kamu ratu di hidup ku"ucap Danu


"Menuruti apa dulu jika hal yg tidak benar aku tidak mau"ucap Dewi tersenyum


"Kamu tinggal bersama ku saja"ucap Danu mengecup pipi Dewi lalu mencium bibir itu Dewi memeluk leher Danu kini mereka melakukan suka sama suka tidak ada paksaan dan penolakan


###


Dewi lagi membuat sarapan ini baru pertama kali dia masak di rumah itu ya selama ini Danu melarang nya tapi kali ini berbeda karna Dewi sudah menjadi istri nya Danu harus menyiapkan sarapan untuk istri suami nya itu,Danu menatap Dewi yg cekatan memasak lalu Danu mendekat


"Pagi ini aku tidak sarapan di rumah karna ada klien baru yg harus aku temui"ucap Danu serius seketika rasa amarah Dewi memuncak


"Tuan Danu"ucap Demi mematikan kompor nya lalu menghadap Danu


"Lihat wajah ku berair"tanya Dewi seketika Danu menatap nya


"Iya aku melihat nya seperti nya kamu berkeringat*ucap Danu dengan teliti menatap wajah Dewi


"Menurut tuan Danu jika seseorang berkeringat itu kenapa"tanya Dewi lagi


"Seperti berolahraga dan juga mengerjakan sesuatu yg berat "ucap Danu menatap Dewi


"Baik baik aku akan memakan masakan mu"ucap Danu menyadari


"Apa tuan Danu tidak pernah menghargai usaha seseorang"gerutu Dewi


"Iya ini aku makan"ucap Danu mengambil piring dan memberikan pada Dewi


"Aku lebih suka"ucap Dewi tersenyum menyiapkan sarapan Danu lalu mereka sarapan bersama di meja makan


###


Memang Danu bersikap baik pada Dewi membuat Dewi menjadi ratu nya hanya saja Dewi tidak suka dengan sikap Danu yg egois tidak pernah menghargai dan kejam ya mau bagaimana lagi nama nya juga Dewi menikah dengan mafia jadi harus bisa menerima resiko apa pun dari dia menjadi istri nya Danu sang mafia


"Tuan Danu sarapan sudah selesai"ucap Dewi tersenyum tapi Danu pokos menatap ponselnya


"Danu"geram Dewi


"Aku ambilin ya"ucap Dewi berdiri mengambil kan makanan Danu lalu menyerah kan ke Danu tapi Danu malah berdiri membuat piring itu mengenai tangannya dan terjatuh


"Kamu tidak hati hati apa"ucap Danu datar lalu berlalu


"Menyebalkan sang egois "gerutu Dewi kesal


"Mending aku ketemu sama Nanda aja suntuk menghadapi orang seperti dia biarin aja nanti dia nyariin aku"gumam Dewi lalu mengambil tas nya tidak lupa Dewi makai supir pribadi tentu nya


"Nanda mana ya kok rumah nya sepi"ucap Dewi keluar dari mobil masuk ke rumah yg ternyata emang sepi


"Waduh aku masuk aja kali ya kamar Nanda kan ada di lantai atas"ucap Dewi berjalan tapi Dewi mendengar sesuatu berjatuhan di ruangan di dekat ruang tamu


"Suara apa itu aku lihat dulu"ucap Dewi berjalan


"Siapa"ucap Dewi pelan lalu dengan pelan membuka pintu dan dia melihat Nanda yg terbaring di lantai dengan melempar benda di samping nya


"Dewi"teriak Nanda bersender di dinding Dewi berlari kecil


"Nan kamu kenapa Kalvin menyakiti mu apa mama mertua menyiksa mu "ucap Dewi


"Dewi tolong aku bawa ke rumah sakit Kalvin lagi keluar mama juga lagi keluar sama pelayan yg lain ponsel ku mati"ucap Nanda menahan sakit


"Aku aku "ucap Nanda ngos-ngosan


"Ketuban ku pecah aku mau melahirkan"ucap Nanda meringis


"Melahirkan apa kamu meminta aku menjadi bidan nya gitu"ucap Dewi menyakinkan


"Bawa ke rumah sakit Dewi memang nya kamu bisa ahh cepat lah*kesal Nanda

__ADS_1


"Oke oke"ucap Dewi berlari keluar memanggil supirnya


"Pak angkat dengan pelan ya ini teman saya dia mau melahirkan"ucap Dewi pria itu mengendong Nanda dan membawa ke mobil Dewi ikut masuk dan segera sopir itu melaju


"Nan bisa atur nafas ya tahan ya"ucap Dewi memangku kepala Nanda


"Hu hu hu aku merasa anak ku segera keluar Dewi"ucap Nanda mengatur nafasnya


"Mereka bagaimana sih kamu hamil tua kayak gini di tinggal sendiri "ucap Dewi


"Karna kata dokter aku melahirkan 2 Minggu lagi"ucap Nanda mengcengkram tangan Dewi


"Telepon keluarga ku Dewi"ucap Nanda meringis


"Aku ngak punya nomor mereka aku ogah bicara sama Danu lagi marahan"ucap Dewi kesal mengingat nya


"Aku mau Kalvin menemani ku"lirih Nanda meringis


"Aku punya nomor ibu Amel"ucap Dewi mengeluarkan ponsel jadul nya lalu mencari kontak ibu Amel hanya dua dering posnel itu tersambung


"Hallo"suara ibu Amel terdengar


"Nan aku harus bicara apa"ucap Dewi binggun Nanda merebut posnel itu dengan paksa


"Ibu Amel"ucap Nanda


"Kamu kenapa"ucap Amel cemas


"Ibu Amel posnel ku mati aku mau melahirkan ketuban ku pecah ini dalam perjalan aku mau Kalvin menemani ku ibu Amel"ucap Nanda lirih


"Oke"ucap Amel memutuskan sambungan teleponnya lalu mencari kontak Kalvin


Dret dret


"Ibu Amel menelpon ku kenapa"gumam Kalvin yg lagi meeting lalu Kalvin menjawab nya


"Nanda perjalanan ke rumah sakit dia akan melahirkan kamu cepat ke rumah sakit"ucap Amel lalu memutuskan sambungan teleponnya Kalvin berdiri dan lari tanpa ada penjelasan


"Kenapa lama sekali"ucap Kalvin masuk lift memasukkan ponselnya saat lift terbuka Kalvin lari lagi kesetanan dan masuk mobil Kalvin segera melajukan mobilnya hanya butuh 15 menit dia sampai


"Tidak ada mobil keluarga ku*gumam Kalvin keluar dari mobil memperhatikan sekitar seketika itu dia melihat mobil danu dan Dewi keluar


"Kalvin"teriak Dewi membuka pintu


"Nanda di sini"ucap Dewi ,Kalvin lari dan mendekat


"Nanda"ucap Kalvin


"Maafkan aku ya meninggalkan kan mu kamu tahan ya"ucap Kalvin jadi panik


"Sakit Kalvin"ringis Nanda


"Iya iya sabar"ucap Kalvin menggendong Nanda lalu masuk ke rumah sakit


####


"Telpon balik"ucap Daniah melirik Landa lalu Landa menelpon Amel


"Dari mana saja kenapa tidak jawab telpon ku"geram Amel


"Tadi rame jadi ngak kedengaran"ucap Landa


"Nanda ada di rumah sakit ingin melahirkan"ucap Amel dan memutuskan sambungan teleponnya


"Apa"ucap Landa kaget menatap Daniah


"Nanda ada di rumah sakit "ucap Landa pada Daniah


"Kalian pulang saja kami ada urusan "ucap Daniah pada pelayan nya lalu mereka segera menuju mobil dan segera pergi.tidak usah adegan melahirkan ya author ngak tau cara nya hehe


"Dewi bagaimana Nanda"ucap Landa saat sampai di depan ruangan Nanda


"Kalian telat sih Nanda cepat banget melahirkan nya dia udah melahirkan baru aja terdengar suara bayi nya"ucap Dewi


"Apa sudah melahirkan"ucap kedua


Bruk


"Ehh Dewi*ucap Landa melihat Dewi pingsan


"Kok malah dia yg pingsan"ucap Daniah keheranan meski begitu mereka berdua segera membawa Dewi ke ruangan IGD


"Daniah kamu temani aja Nanda biar aku yg menunggu Dewi"ucap Landa


"Ya udah aku duluan"ucap Daniah pergi


"Dewi kenapa malah pingsan"ucap Landa jadi cemas tidak lama dokter keluar


"Dok anak saya kenapa"ucap Landa


"Dia hanya panik memicu stress dia tidak boleh stress karna dia tengah hamil 2 Minggu "ucap dokter tersenyum


"Hamil*ucap Landa kaget dan tersenyum


"Terimakasih dok"ucap Landa dokter itu segera berlalu lalu Landa masuk


"Tante"lirih Dewi memegang kepala nya


"Dewi kamu hamil"ucap Landa tersenyum


"Hamil"ucap Dewi kaget lalu memeluk Landa


"Ahh senang nya"ucap Dewi kegirangan

__ADS_1


"Pelan ya kamu jangan capek ayo kita lihat Nanda"ucap Landa menangis Dewi turun


"Nanda"ucap Daniah masuk keruang inap Nanda


"Mama, mana momy"lirih Nanda pelan


"Dia menemani Dewi pingsan"ucap Daniah tersenyum


"Pingsan"ucap Nanda kebingungan


cklek


"Mom Dewi pingsan kenapa"tanya Nanda saat Landa dan Dewi masuk


"Biasa karna dia hamil"ucap Landa tersenyum merangkul Dewi


"Hamil"ucap Nanda melirik dan terkikik


"Kamu harus susah kan tuan Danu"ucap Nanda tersenyum


"Aku ngak merasa apa apa ya emang aku sering mual"ucap Dewi


Cklek


"Kalvin "ucap semua melihat Kalvin masuk bersama bayi yg dia gendong


"Ya ampun lucu nya"ucap Dewi mencium pipi anak itu


"Ya ela"ucap Nanda


"Wajahnya mirip banget sama Kalvin "ucap Daniah antusias lalu menggendong nya Kalvin tersenyum bangga mendekati Nanda


"Hasil kerja keras ku sayang"ucap Kalvin


"Enak aja itu pengorbanan ku"ucap Nanda protes Kalvin menatap Nanda mengelus wajah nya lalu mengecup kening Nanda


"Terimakasih"ucap Kalvin tersenyum


"Padahal kita baru ninggalin Nanda ehh marah dia lahiran aja"ucap Landa


"Iya mom cepat banget dia lahiran"ucap Kalvin


"Kalvin kamu mau kasih nama siapa"tanya Daniah


"Gavin Adiwinata"ucap Kalvin tersenyum


"Nama yg bagus"ucap Daniah tersenyum mencium cucu nya yg lagi terlelap


"Dewi terimakasih karna kamu Nanda dan anak kami terselamatkan"ucap Kalvin


"Tidak masalah"ucap Dewi tersenyum


"Buat satu lagi masak kita rebutan "ucap Daniah tersenyum Kalvin terdiam mengingat tingkah Nanda


"Kayak nya nanti dulu ma aku mana sanggup mengahadapi lagi tingkah Nanda yg kejam"ucap Kalvin


"Ngak enak kan jika di sakiti makan nya jangan menyakiti orang lain"ucap Nanda tersenyum Kalvin hanya menyengir kuda


####


Danu melirik jam di pergelangan tangan nya pukul 8 malam tapi Dewi belum pulang karna supir nya mengatakan jika Dewi ada di rumah sakit melihat Nanda bersalin,Danu yg baru pulang segera pergi lagi menuju rumah sakit dia sendiri yg akan menjemput Dewi


"Dewi di mana"tanya Danu berdiri di ambang pintu menatap Nanda dan Kalvin yg lagi berbaring bersama di brandar


"Itu kata nya ngak mau pulang "ucap Nanda menunjuk Dewi yg tidur di sofa lalu Danu mendekat


"Dewi Dewi"ucap Danu menggoyang kan tubuh Dewi


"Eghh aku ngak mau pulang Nanda"ucap Dewi menggeliat


"Hei bangun"ucap Danu membuat Dewi duduk dengan malas


"Ayo kita pulang "ucap Danu


"Ck aku kesal pada mu ngak mau pulang "ucap Dewi malas


"Kesal pada ku kenapa"ucap Danu heran


"Pikir aja sendiri"ketus Dewi melipat tangannya Danu berfikir apa kesalahannya


"Di banding Danu peka siapa"ucap Kalvin tersenyum


"Danu belum terbiasa aja ngurus cewek wajar dia ngak peka lah kamu pernah pacaran pernah menikah 2 kali lagi tapi kenapa kadar kepekaan mu itu rendah sekali"ucap Nanda


"Tetap salah aku"ucap Kalvin mengaruk kepalanya


"Udah tau kesalahan mu"ketus Dewi


"Aku merasa tidak membuat kesalahan"ucap Danu


"Kamu tidak sadar di saat aku ingin memberi mu makan tapi kamu menepis nya sampai terjatuh itu melukai ku dan kamu bilang kamu tidak tau kesalahan mu"geram Dewi


"Kan cuman piring jatuh"ucap Danu


"Ini bukan sekedar pirang jatuh"kesal Dewi


"Hei hei"ucap Kalvin turun lalu mendekati Danu


"Kita sebagai suami cukup mengatakan maafkan aku sayang aku ngak akan ulangi maka dia akan luluh semakin kita berdebat semakin besar kesalahan kita"ucap Kalvin


"Heh aku tidak pernah kamu perlukan seperti itu"protes Nanda


"Ya belum aja aku lakukan aku baru mendapatkan pemikiran seperti itu"ucap Kalvin tersenyum pada Nanda

__ADS_1


__ADS_2