Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draf 53


__ADS_3

"Hei hei"ucap Kalvin turun lalu mendekati Danu


"Kita sebagai suami cukup mengatakan maafkan aku sayang aku ngak akan ulangi maka dia akan luluh semakin kita berdebat semakin besar kesalahan kita"ucap Kalvin


"Heh aku tidak pernah kamu perlukan seperti itu"protes Nanda


"Ya belum aja aku lakukan aku baru mendapatkan pemikiran seperti itu"ucap Kalvin tersenyum pada Nanda


"Ohh ya tuan Danu"ucap Nanda tersenyum


"Dewi hamil lho"ucap Nanda lagi


"Hamil, kapan "ucap Danu tegang


"Tadi pas mengantar ku dia pingsan ternyata hamil"ucap Nanda


"Kenapa tegang ngak senang"tanya Dewi menatap Danu


"Tidak bukan seperti itu aku senang ya senang"ucap Danu kaku


"Dewi kamu sebaiknya pulang lagian kamu butuh istirahat"ucap Nanda


"Ya kamu benar aku mulai mengantuk lagi"ucap Dewi


"Baik lah aku pulang dulu ya Nan"ucap Dewi tersenyum lalu berdiri Danu ikut berdiri mengikuti langkah Dewi


"Kamu , pulang bersama ku ya"ucap Danu saat mereka keluar dari ruangan Nanda


"Ya siapa lagi "ucap Dewi lalu menghentikan langkahnya membuat Danu ikut berhenti


"Ada apa"ucap Danu cemas jika nanti dewi sama seperti Nanda saat Hamil menghajar nya,tapi Danu terlalu takut yg terjadi bukan begitu malah dia mendapat sebuah kecupan dari Dewi di sudut bibir


"Ayo"ucap Dewi senyum malu malu memeluk lengan Danu


####


☀️☀️☀️


Nanda menyusui anak nya yg meminum air susunya Kalvin juga setia di samping Nanda menemani istri nya itu Kalvin tidak membiarkan istrinya kesusahan sendiri kadang juga Kalvin mencuri ciuman Nanda membuat Nanda jengkel terhadap Kalvin


"Wah anak kita tampan sekali"ucap Kalvin tersenyum


"Berisik banget sih"ucap Nanda jadi pusing dengan Kalvin


"Kamu ngak kerja apa"ucap Nanda


"Aku tidak akan meninggalkan mu setelah kamu keluar dari rumah sakit aku baru aktif kerja di kantor sekarang aku akan kerja di sini biar Arjun yg handel"ucap Kalvin


"Terserah kamu lah jangan gangguin aku"ucap Nanda malas


"Permisi "ucap nya masuk Nanda menurun kan baju nya


"Ayah"ucap Nanda kaget saat keluarga Kasim berkunjung


"Kalvin kamu ajak dulu Gavin kayak nya dia mau tidur"ucap Nanda pada Kalvin


"Aku tinggal sebentar"ucap Kalvin menggendong anak nya lalu keluar


"Ayah dan yg lain kenapa di sini"tanya Nanda heran


"Kami hanya ingin menjenguk mu"ucap Kasim


"Selamat ya atas kelahiran anak mu"ucap Kasim tersenyum


"Terimakasih yah"ucap Nanda


"Ayah juga mau ucap kan maaf dan terimakasih"ucap Kasim serius


"Maafkan ayah atas apa yg ayah lakukan pada mu dan momy mu dan terimakasih atas kebebasan nya"ucap Kasim


"Harus nya aku yg minta maaf ya udah penjara kan ayah aku lakukan biar ayah dan yg lain menyadari kesalahan kalian "ucap Nanda


"Kami juga mau pindah dari negara ini"ucap Kasim


"Lho kenapa yah"ucap Nanda


"Pindah aja mau membuka bisnis di luar negeri"ucap Kasim


"Ya jika itu keputusan ayah"ucap Nanda


"Apa ayah dan yg lain sudah punya tempat tinggal"tanya Nanda


"Iya ada kami sudah membeli rumah dan ada perusahaan juga yg ingin kami bangun"ucap Kasim


"Baik lah yah hati hati saja di sana "ucap Nanda lalu memeluk Kasim dengan erat


"Ayah minta maaf ya"ucap Kasim mengelus kepala Nanda


"Iya ayah"ucap Nanda tersenyum


"Ayah mau pulang dulu"ucap Kasim


"Tunggu yah"ucap Nanda mengambil ponselnya


"Aku ada modal untuk ayah jangan sungkan menerima nya"ucap Nanda lalu transfer pada ayah nya sejumlah 1 triliun mengunakan rekening pribadi nya itu hasil nya yg dia peroleh


"Terimakasih Nanda ini sangat membantu kami"ucap Kasim tersenyum


"Iya ayah"ucap Nanda tersenyum


"Kami pulang dulu"ucap Kasim berlalu Ningsih dan yg lain hanya diam dan ikut Kasim pergi


"Kasim"ucap Landa berpapasan dengan Kasim di depan ruangan Nanda

__ADS_1


"Aku hanya pamit pada Nanda untuk pergi "ucap Kasim lalu melangkah pergi


"Semoga mereka tidak menimbulkan masalah"ucap Daniah


"Tidak akan ku ampuni lagi mereka jika mengulangi nya"ucap Amel


"Sudah membahas mereka mending kita masuk"ucap Jo lalu mereka masuk


"Nanda ,Gavin mana"tanya Daniah saat mereka masuk


"Tadi aku bicara pada ayah dan kayak nya Gavin mau tidur jadi Kalvin membawa nya keluar "ucap Nanda


"Ayah kamu menjenguk mu tidak menimbulkan masalah kan*ucap Landa


"Tidak mom ayah hanya pamit mau pindah dari kota ini kata nya dia mau membuat bisnis baru di negara lain bersama keluarga nya"ucap Nanda


"Bagus lah jika begitu"ucap Landa lega Amel mendekati Nanda lalu meraih ponsel Nanda seakan Amel membaca pikiran Nanda


"Kamu ngapain mengirimkan uang sebanyak ini pada kasim"ucap Amel geram


"Ibu Amel biar gimanapun dia ayah kandung ku aku hanya memberi nya dana lagian ini terakhir kali nya dia juga akan pergi"ucap Nanda


"Meski begitu tidak boleh setidaknya kamu kasih tau saya kek atau kasih tau momy mu banyak lho yg kamu berikan "kesal Amel


"Amel yg di lakukan Nanda itu benar dia hanya memberi ayah nya uang bukan seluruh harta yg dia berikan"ucap Jo


"Kamu jangan membela nya"geram Amel


"Memang nya berapa sih yg Nanda berikan"ucap Daniah penasaran


"1 triliun"kesal Amel


"Ya ampun Amel jangan pelit Nanda sudah benar melakukan itu hanya 1 triliun ngak usah cari masalah "ucap Landa


"Memang nya yg aku katakan salah"kesal Amel


"Salah"ucap mereka semua membuat Amel kesal


"Jangan di permasalahkan uang tidak seberapa itu"ucap Daniah menggeleng, Kalvin masuk dengan pelan memasukan anak nya ke dalam tempat tidur bayi


"Lho Kalvin kok kamu tidur kan sih Gavin nya"ucap Daniah


"Ssstt ma pelan Gavin baru aja tidur"ucap Kalvin meletakkan jari nya di bibirnya lalu dia mendekati Nanda


"Kami ke sini bukan menjenguk Nanda tapi Gavin"ucap Landa


"Nanti nunggu Gavin bangun mom kasihan dia baru aja lahir masak udah kalian ganggu aja"ucap Nanda


"Ya sia sia dong kita ke sini"ucap Daniah


"Nanti aja ma masak kalian tidak merindukan aku"ucap Nanda


"Kamu udah tua ngak di rindu kan lagi"ucap Landa


"Biar aku nanti merindukan mu"ucap Kalvin duduk di brandar Nanda mengecup kepala Nanda


"Satu lagi jangan lupa ya jika nanti kalian keluar dari rumah sakit biar kami merawat Gavin kamu isi aja asi mu ke dalam plastik wadah asi simpan yg aman nanti biar kami ambil dan kasih ke Gavin"ucap Landa


"Aku mama nya masak ngak kalian izinkan bertemu dengan nya"ucap Nanda cemberut


"Iya lah tugas mu hanya membuat bersama Kalvin"ucap Daniah dan tertawa geli


"Ma jangan berisik nanti Gavin bangun"ucap Nanda


"Biarin aja itu yg kami inginkan "ucap Daniah cekikikan membuat Landa tersenyum geli dengan Daniah


"Selamat pagi"ucap dokter masuk


"Pagi dok"ucap semua


"Hari ini nona Nanda di perbolehkan pulang hanya saja tetap memperhatikan kesehatan apa lagi soal makan karna nona sendiri menyusui akan berdampak pada anak nanti nya dan juga sementara nona jangan dulu kerja dan melakukan aktifitas berat "jelas dokter


"Dan satu lagi tahan dulu melakukan hubungan badan sampai nifas nona benar selesai"ucap dokter


"Tuh dengar kamu nih sering ngeyel"ucap Nanda menyenggol Kalvin


"Iya iya aku tahan"ucap Kalvin sebal Nanda hanya menggeleng


"Nanda nanti biar momy mengatur makan mu takut nanti kamu makan sembarangan membuat Gavin sakit "ucap Landa


"Iya mom"ucap Nanda


"Dok apa cucu saya sehat"tanya Daniah memastikan


"Iya nyonya tidak perlu di khawatir kan tuan kecil lahir dengan sehat "ucap dokter


"Baik dok terimakasih"ucap Daniah


"Jika begitu saya permisi"ucap dokter itu tersenyum lalu melangkah pergi


"Beres beres dulu kita siap mau pulang"ucap Landa


"Iya mom"ucap Nanda


"Biar aku membereskan barang kamu dan Gavin"ucap Kalvin


"Emang bisa"tanya Nanda


"Harus bisa untuk membantu mu aku kan harus siaga jadi suami dan ayah karna udah ada anak"ucap Kalvin tersenyum


"Ya ampun jika suami ku sering sadar diri dan mempunyai inisiatif seperti ini ngak akan merepotkan aku"ucap Nanda cekikikan


"Awas aja ya jika kamu sudah berakhir cuti aku tidak akan melepaskan mu rinduku sudah menumpuk seperti gunung "ucap Kalvin tersenyum nakal

__ADS_1


"Ihh Kalvin bukan nya kurangin kadar mesum nya karna ada anak tapi tetap aja"kesal Nanda


"Itu tidak berubah my wife"ucap Kalvin terkekeh


"Udah malah debat dia ayo siap siap"ucap Landa


"Iya mom"ucap Kalvin mengambil tas nya lalu mengambil beberapa barang di ruangan itu Nanda tersenyum kecil memperhatikan Kalvin meski watak asli Kalvin tidak melunak setidaknya Kalvin sedikit berubah sejak ada anak nya lebih banyak membantu Nanda


Kalvin membantu Nanda menuju kamar nya karna mereka sudah sampai rumah tentu nya para orang tua mereka yg mengurus anak mereka,tadi sebelum mereka mereka pergi Landa meminta Nanda memompa asi nya untuk menyimpan apa lagi Nanda baru apa asi nya turun apa tidak


"Mau aku bantu"ucap Kalvin masuk duduk di samping Nanda memberikan pompa asi dan plastik wadah asi


"Tidak perlu nanti kamu malah aneh aneh"ucap Nanda


"Aku bantu biar cepat keluar"ucap Kalvin tersenyum nakal Nanda melempar Kalvin dengan kotak pompa itu


"Mesum jangan macam macam ya "ucap Nanda Nanda membuat Kalvin menyengir Nanda mulai memompa asi nya


"Keluar nya sedikit sedikit"ucap Nanda


"Biar aku bantu tadi mama udah ajar kan aku memompa asi"ucap Kalvin mulai membantu Nanda dan benar saja asi Nanda keluar cukup banyak


"Seperti nya lebih pandai kamu dari pada aku"ejek Nanda


"Iya la aku pandai jika urusan ini"ucap Kalvin dengan melirik dada Nanda membuat dia dapat cubitan dari Nanda


"Kamu emang mesum tidak ketulungan udah jadi papa juga"ucap Nanda


"Jangan papa dong panggil papa Gavin"ucap Kalvin tersenyum


"Iya papa Gavin"kekeh Nanda


"Cinta deh sama mama Gavin"ucap Kalvin membuat keduanya tertawa dengan panggilan mereka itu


####


Dewi terbangun dari tidurnya melirik jam di dinding pukul 12 malam tapi Dewi sangat lapar dia menginginkan sesuatu tidak ingin pusing Dewi memutuskan kembali untuk tidur tapi mata nya tidak ingin menutup Dewi baru menyadari jika dia sekarang ini lagi mengidam


"Tuan Danu tuan Danu"ucap Dewi membangun kan Danu tapi Danu malah membelakangi Dewi


"Danu bangun "kesal Dewi menarik tangan Danu


"Aku mengidam sesuatu sebagai ayah kamu harus penuhi jangan modal enak aja"gerutu Dewi


"Danu aku.......ucap Dewi terpotong


"Iya iya kamu jangan terus menggerutu aku jadi semakin pusing "ucap Danu mengibaskan selimut dan berdiri mengambil jaket


"Kenapa kamu diam ayo "ucap Danu


"Kamu ikhlas ngak sih menemani ku jika ngak ikhlas ngak usah aku pergi sendiri saja"ucap Dewi berdiri


"Aku sudah ingin menemani mu jangan membuat aku makin kesal"ucap Danu


"Kamu tidak ikhlas jadi baru aku sendiri saja"ketus Dewi


"Sudah ku bilang aku yg akan menemani mu"kesal Danu lalu menggendong Dewi berjalan keluar kamar Dewi hanya senyum senyum memeluk leher Danu


"Terimakasih"ucap Dewi tersenyum


🚘🚘🚘


"Mau cari makan apa*ucap Danu melihat sekeliling jalanan


"Lihat dulu"ucap Dewi ikut memperhatikan


"Mau sate itu"ucap Danu pada pedagang sate


"Tidak"ucap Dewi menggeleng tidak jauh ada juga penjual bakso


"Atau bakso itu"ucap Danu lagi


"Tidak juga"ucap Dewi menggeleng Danu melajukan lagi mobil nya sudah sepi oleh pedagang


"Nah Danu aku ingin bakso itu"ucap Dewi pada penjual bakso keliling


"Apa beda nya di sana tadi jual bakso juga ini udah jauh juga"kesal Danu


"Pokoknya aku mau yg itu"ucap Dewi lalu Danu menghentikan mobilnya nya tepat di samping penjual bakso itu


"Bakso nya masih ada"ucap Danu


"Masih mas"ucap nya


"Oke pesan 1 porsi"ucap Danu keluar mobil bersama Dewi


"Tunggu ya mas"ucap nya menurun kan kursi dia mulai memanaskan bakso nya lagi mereka menunggu dengan sabar


"Silahkan di nikmati "ucap nya menyajikan di depan Dewi


"Terimakasih"ucap Dewi tersenyum segera menyantap nya


"Tuan Danu tidak mau"tanya Dewi dengan menikmati makanannya


"Tidak kamu aja"ucap Danu menatap Dewi yg menyantap bakso nya


"Enak banget"ucap Dewi merasa nikmat nya bakso nya


"Tuan Danu mau satu lagi boleh yah"ucap Dewi saat kuah bakso nya tinggal beberapa suap


"Tambah satu lagi"ucap Danu pada penjual bakso itu


"Baik mas*ucap nya mulai cekatan membuat nya

__ADS_1


"Enak*ucap Dnau di angguki Dewi antusias


"Ini mbak"ucap nya menyerahkan mangkuk itu Dewi menyingkirkan mangkok yg kosong lalu menyantap bakso yg baru menyantap nya dengan lahap sungguh Dewi sangat kegirangan makan bakso itu seperti ada perasaan bahagia dan lega


__ADS_2