Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 114


__ADS_3

"Gavin jangan lakukan itu kamu sungguh kejam"Isak Martha menangis


"Mas sabar dulu jangan kasar pada wanita"Eien mengingat kan mengusap dada Gavin sebentar lalu Erin berjongkok


"Mari aku bantu berdiri Martha maafkan atas sikap mas Gavin "ujar Erin


"Erin kamu wanita kan pasti mengerti perasaan ku bagaimana cinta ku sungguh besar pada Gavin tolong aku restui kami menikah Erin aku gila tanpa Gavin"ujar Martha terisak


"Martha kamu bisa mengambil perhiasan ku bisa mengambil kekayaan ku bisa juga mengambil uang ku bahkan bisa mengambil kekuasaan ku tapi aku tidak akan tinggal diam jika kamu berusaha merebut suami ku aku tidak sudih berbagi cinta mas Gavin apa lagi berbagi tubuhnya aku jijik dengan pria seperti itu di saat dia telah menjadi suamiku dan aku tau masa lalu mas Gavin aku terima itu tapi sekarang mas Gavin milik ku aku benci orang yg berusaha mengambil suami ku"ujar Erin membantu martha berdiri


"Aku membantu mu berdiri bukan mengizinkan mu menikah dengan mas Gavin tapi ini sebagai perasaan wanita ingat satu hal Martha jika kamu berusaha merebut suami orang kehidupan akan menghancurkan mu sendiri aku rasa kamu lebih tau sikap mas Gavin seperti apa dia tidak ingin menyakiti ku dengan hormat pergi dan jangan ganggu kami lagi jika tidak aku akan memberi mu pelajaran"ujar Erin serius menunjuk pintu keluar sejenak Martha menatap Gavin yg membelakangi nya seperti menahan amarah nya Martha melangkah pergi seperti putus asa padahal cinta nya sungguh besar terhadap Gavin


"Mas udah hilang marah nya"Erin mendekati Gavin meraih bahu Gavin


"Wanita seperti itu bagus nya di tendang"kesal Gavin masih menggebu


"Kan udah pergi mas masih marah aja"ujar Erin tersenyum


"Kamu ngak cemburu apa ada wanita terang terangan meminta suami mu"ujar Gavin serius membuat Erin tersenyum tipis


"Mau sih berteriak pada nya mengatakan pria ini hanya milik ku tapi dia hanya meminta saja cemburu kadang menguasai kondisi tapi aku menyakinkan satu hal jika mas Gavin selalu milik ku tapi jika wanita itu berani hmm dia ngak akan membayangkan aku akan melabrak nya mengajak pasukan"ujar Erin tersenyum


"Pasukan "ujar Gavin


"Iya ngajak Kaynara mas tau kan jika Kaynara udah membuat ulah"ujar Erin tersenyum


"Mas"ujar Erin serius


"Kenapa"ujar Gavin


"Di dalam lubuk hati ku paling dalam ingin mengandung tapi"ujar Erin mengarah kan tangan Gavin ke perut nya Erin terlalu takut


"Kamu mau hamil"ujar Gavin menangkup wajah Erin di sambut Erin dengan sumringah


"Banget"ujar Erin tersenyum lebar


"Oke"ujar Gavin langsung mencium mendadak bibir Erin tentu Erin kaget


"Heh bagaimana mau hamil jika kamu menolak aku menghujati mu dengan benih ku"ujar Gavin tatapan nya sangat nakal


"Mas"Erin melotot kan mata nya saat Gavin memeluk pinggang nya mencium nya lagi


"Udah ke tembak ke ranjang nih"batin Erin dia pasrah saja Erin berjinjit mengalungkan tangannya ke leher Gavin


"Wah kamu nantang aku ya"ujar Gavin tersenyum mesum dia membuka laci dan menyalah kan kontrol mengunci pintu nya Erin menyengir


"Kamu ngak akan lepas kesayangan ku"ujar Gavin melepaskan jas nya membuka kancing kemeja nya


"Baik lah karna aku juga ingin segera hamil silahkan"Erin merentang kan tangan Gavin menghembuskan nafas kasar dengan sekali dorong membuat Erin terbaring di sofa Gavin menahan tubuhnya dengan tangan di lengan sofa


"Setiap aku memikirkan anak dan membicarakan kamu hamil itu sangat menyakiti ku karna aku mengingat bagaimana dulu nya perlakuan ku pada mu betapa keji nya aku merebut kehidupan anak ku sendiri"ujar Gavin, Erin mencium sekilas bibir Gavin


"Maafkan aku mas"ujar Erin jadi bersalah lalu Gavin mencium bibir istrinya dengan lembut dia mengendong istri nya menuju ruangan istirahat nya dan membaringkan Erin mereka mulai melakukan aktivitas yg sering mereka lakukan


"Mas Gavin"Erin memeluk lengan Gavin setelah mereka melewati satu adegan ranjang


"Mas mau dong ikut bayi tabung"bujuk Erin


"Kamu masih aja membicarakan nya itu minta di hukum ya"ujar Gavin serius


"Mas Gavin mah"Erin ngambek membelakangi Gavin


"Biarkan aja seperti ini sampai kamu bisa hamil dengan sendiri"bisik Gavin


"Tau ahh aku ingin hamil sekarang "ujar Erin masih cemberut Gavin tersenyum tipis mencium leher Erin dan mencium bibir Erin yg membelakangi nya Erin meraih tengkuk Gavin membalas ciuman itu dan membalik tubuhnya mereka menyatukan tangannya seperti nya tidak cukup satu kali mereka melakukan itu


"Sekali lagi mengucapkan itu aku benar akan menghukum mu membuat mu seperti ini"ujar Gavin tersenyum menyeka keringat di kening Erin


"Capek mas"lirih Erin memeluk Gavin dengan cepat dia tertidur Gavin mengusap pipi Erin


"Maafkan aku sayang"lirih Gavin mencium leher istri nya berusaha menenangkan dirinya


###


Kaynara berjalan memasuki perusahaan di mana dia magang memang setelah Nanda mendatangi perusahaan itu Kaynara jarang mendatangi perusahaan tempat dia magang memang pak Harto membiarkan Kaynara melakukan apa saja takut nanti Nanda menarik kembali dana nya jika melakukan kesalahan


"Masih aja kamu menindas orang"sindir Kaynara melihat Sabrina menindas karyawan yg lain


"Masih berani kamu ke sini memang nya kenapa"ujar Sabrina nyolot Kaynara tertawa geli

__ADS_1


"Perusahaan mu ini sangat kecil aja kamu bisa menindas orang apa lagi aku calon CEO SKY Entertainment perusahaan film terbesar ngak pernah tuh nindas"ujar Kaynara santai


"Mau apa hah jika hanya ingin menasehati mending pergi aku ngak akan takut meski kamu anak dari nyonya Nanda"ujar Sabrina


"Ohh tidak aku pun muak melihat wajah mu itu aku hanya mengantar kan undangan pada teman magang ku yg lain nyonya Nanda menyukai hasil proyek yg kami bikin dan dia ingin aku dan mereka mengerjakan proyek itu"ujar Kaynara menyerahkan dia amplop coklat pada kedua karyawan magang itu


"Wah ini suatu keberuntungan bisa bekerja di perusahaan SKY Entertainment "ujar nya senang


"Terimakasih banyak Kaynara kami tidak akan menghilangkan kesempatan ini"ujar yg lain


"Ya ya aku selalu berlaku adik selama kalian berlaku baik aku tidak banyak waktu untuk menatap wajah atasan kalian "ujar Kaynara sinis dan berlalu


"Menjengkelkan lihat saja nanti"kesal Sabrina


###


Erin menggeliat pelan membuka mata nya hanya dia sendiri di kamar itu Erin tersenyum memeluk guling itu dia di mabuk cinta bersama Gavin ,Erin tersentak kembali mengingat suami nya


"Mas maafkan aku sekarang aku tidak akan meminta apa pun lagi biarin kamu aja mengatur hidup ku"ujar Erin tersenyum beranjak dia mandi dulu dan mengenakan baju yg tadi dia pakai


"mas Gavin"Erin tersenyum Gavin masih menatap laptop nya lalu Erin memeluk leher Gavin dari belakang


"Tau kan aku sangat menyukai cewek agresif seperti nya istri ku ini mulai memiliki sifat agresif"kekeh Gavin mencium pipi Erin


"Ya banyak wanita penggoda jadi aku harus memenuhi kebutuhan mu meski itu hal gila"ujar Erin tersipu menyembunyikan wajahnya di leher Gavin


"Pasti lapar kan bentar lagi ada meeting di luar sekaligus kita makan"ujar Gavin tersenyum


"Mari duduk"ujar Gavin menepuk pakuan nya


"Ngak ahh nanti mas Gavin aneh aneh"ujar Erin menolak


"Ngak lah kan bentar lagi ada meeting paling setelah itu"kekeh Gavin meraih tangan Erin


"Iss mas Gavin ini tadi aja dua kali lho"ujar Erin tersenyum dia duduk seperti bayi menyenderkan tubuhnya di dada Gavin


"Wah nampak tuh dada mu seperti menggoda di buka seperti itu"ujar Gavin sempat meliriknya


"Mata keranjang banget"ujar Erin mengalungkan tangan nya di leher Gavin sedang mengganggu suami nya


"Ehh kenapa ya di nama kan mata keranjang"ujar Erin berfikir


"Rakus nih milik mas Gavin"Erin sengaja membuka kan satu kancing lagi mengganggu pekerjaan suaminya


"Kamu memang suka sekali mengganggu ku dan menantang'ku"Gavin menarik pinggang Erin dan mencium dada istri nya Erin hanya cekikikan mengcengkram rambut Gavin merasa geli


Tok tok


"Masuk"teriak Gavin tersenyum menatap Erin lalu Boy masuk melihat Gavin membenarkan baju Erin dan Erin menyisir rambut Gavin dengan tangan nya


"Ada apa Boy"ujar Gavin sedangkan Erin turun dari pangkuan suami nya membenarkan baju nya dengan membelakangi Boy


"Pak Welly sudah menunggu tuan di restoran xx"ujar Boy


"Lho bukan nya jam 3 sore"heran Erin melirik Gavin


"Ini jam berapa ,3 sore sayang"Gavin berdiri gemes dengan Erin


"Apa aku melewatkan makan siang pantas lapar banget "ujar Erin melotot


"Ya udah mau makan apa aku beli asal setelah itu ke hotel ya"ujar Gavin mencium pelipis Erin


"Enak aja hotel emang aku selingkuhan mu"ketus Erin


"Mau nya tempat umum"canda Erin


"Ohh kamu menantang "ujar Gavin menatap Erin lapar


"Ahh tidak aku hanya bercanda mas Gavin ini ngak bisa banget di ajak bercanda "Erin memukul dada Gavin pelan


"Nanti saya akan datang bersama istri saya Boy kamu pergi duluan saja"ujar Gavin


"Baik tuan"ujar Boy segera keluar


"Beruntung banget bisa mendapatkan Erin apa lagi dia semakin cantik aja aduh jika bos tau bisa habis aku di bunuh nya"batin Boy mengeleng pelan terkadang saat menatap Erin membuat Boy lupa diri jika Erin sudah jadi istri orang


###


Kaynara jadi sangat merindukan Arya karna sejak pergi Arya tidak menghubungi Kaynara sedikit pun Kaynara memandangi cincin di jari nya yg ternyata ada nama ARKAY di sana Kaynara tersenyum memperhatikan cincin itu

__ADS_1


Dret dret


"Arya"senyum Kaynara lebar seketika


"Hai calon istri ku"ujar Arya di telpon


"Hai juga calon suami ku"ujar Kaynara mengigit jari nya sampai dia guling guling


"Aku akan segera berangkat untuk pulang menikahi mu mungkin besok sampai nya pukul 8 pagi"ujar Arya tersenyum


"Kok cepat apa operasi nya berhasil"cemas Kaynara


"Lupa udah satu minggu jika mengenai hasil nya kamu bisa lihat sendiri nanti"ujar Arya tersenyum


"Wah ngak sabar aku mau lihat apa kamu bisa mengelak tendangan mu"kekeh Kaynara


"Udah dulu ya aku udah mau berangkat besok jemput aku"ujar Arya memutuskan sambungan telepon nya


"Yes akhirnya aku bisa ketemu lagi sama Arya"Kaynara sampai lompat di kasur sangking senang nya mendengar Arya akan kembali


Hhmm hmm.


"Arya menelpon mu barusan dia menelpon papa kalian ngak kasih tau papa"ujar Kalvin membuat Kaynara kaget


"Hhmm tidak maksud ku Arya yg minta untuk mengelabuhi om nya"ujar Kaynara menggigit bibir nya


"Bocah ini"Kalvin mengelus kepala Kaynara tersenyum dan pergi


☀️☀️☀️


Kaynara tidak sabar menunggu pagi tiba sampai dia ngak bisa tidur untuk menyambut Arya kembali bahkan Kaynara sarapan nya sedikit karna takut telat semalam Arya juga menelpon Kalvin untuk menyambut nya di bandara tentu itu kejutan untuk Kalvin


"Lihat anak mu bahagia nya terukir jelas di wajah nya"ujar Kalvin tersenyum


"Kalian siap juga ,nanti mama mau lihat Kay dulu"Nanda berdiri dan menuju lantai atas


"Kami ngak ikut pa ada kerjaan di kantor "ujar Gavin


"Baik lah ngak apa"ujar Kalvin


"Kay mau apa"Nanda masuk ke kamar Kaynara


"Tidak ma seperti nya aku sudah lama ya ngak beli baju semua baju ku terlihat jelek semua"tiba tiba Kaynara merasa gugup


"Gunakan saja seperti biasa Kay,Arya ngak akan menolak jika kamu apa ada nya"ujar Nanda


"Tapi ma jika nanti Arya tidak menyukai bagaimana "ujar Kaynara cemas


"Tidak akan jika dia menyela mu mama akan memukul nya"ujar Nanda membuat Kaynara tersenyum dia segera bersiap hanya mengunakan celana jeans baju kaos


Kaynara nampak gugup menunggu di bandara mama dan papa nya ikut hadir meraka bisa melihat pesawat nya mendarat tinggal menunggu Arya,semakin kerumunan orang keluar semakin membuat Kaynara gugup lalu Kaynara berdiri saat Arya mengunakan kaca mata putih berjalan menarik koper nya bersama Fahmi


"Arya"panggil Kaynara tersenyum lebar


"Kay"Arya tersenyum melambaikan tangannya membuat Kaynara lari dan langsung memeluk Arya dengan erat


"Kamu bisa melihat lagi"ujar Kaynara tersenyum lebar


"Iya"ujar Arya seketika Kaynara melompat mencium pipi Kaynara


"Aku senang ahhhh "Kaynara berteriak saat telinga nya terasa pedas


"Wah wah genit sekali kamu Kaynara mencium pria sembarangan"ujar Nanda


"Ma dia kan calon suami ku"ujar Kaynara


"Ngak apa tan"Arya melepaskan tangan Nanda


"Ngak apa kamu keenakan "kesal Nanda


"Iya tan maaf ya"ujar Arya tersenyum


"Om ini Fahmi calon suami nya Lily dia dokter juga "ujar Arya


"Ahh iya om ingat pria ini dia yg memberi informasi di rumah sakit terbesar kota ini kita ngak pernah lihat kamu saat kecelakaan ternyata di komplotan Bimo"ujar Kalvin mengingat


"Ahh tuan karna Bimo mengancam saya"ujar Fahmi canggung


"Ya sudah ayo pulang Fahmi biar kami ajak Arya"ujar Kalvin menepuk bahu Arya

__ADS_1


"Iya tuan"ujar Gavin mereka segera keluar Kaynara diam diam mengengam jari kelingking Arya tersenyum malu malu menatap Arya membuat Arya mengeleng Kaynara memang nakal tidak pernah mendengar kan orang meski dia salah dia mau melakukan sesuka hati nya


__ADS_2