
"Biasa nya kamu menunggu di pohon ini kok kamu nunggu di tempat lain"tanya Arya
"Iya aku ingin mengajak mu piknik "ujar Kaynara pelan
"Ngak perlu lah Kay"ujar Arya tersenyum
"Ayo"Kaynara memeluk lengan Arya berjalan menuju tempat makanan mereka Kaynara mendudukkan Arya lalu dia duduk di samping Arya
"Aku ada bawa makan siang buahan dan jus aku ambilin"Kaynara mengambil satu persatu hidangan nya mengambil kan untuk Arya membuat Arya tersenyum mendengar dentingan sendok itu Kaynara memang menyiapkan segala nya membuat Arya senang
"Makan lah "ujar Kaynara mengarahkan tangan Arya di piring itu
"Terimakasih "ujar Arya tersenyum menyuap ke mulut nya
"Kamu yg masak"tanya Arya
"Iya kenapa ngak enak ya"ujar Kaynara takut Arya tidak menyukai nya
"Aku cuman butuh sekali suap sudah mengetahui jika kamu yg masak"ujar Arya tersenyum
"Bagaimana bisa"ujar Kaynara tersenyum
"Iya karna lauk pauk nya bicara dia mengatakan jika kamu masak dengan sungguh sungguh sampai berkeringat"ujar Arya membuat Kaynara tertawa geli
"Ye itu karna kamu yg bucin"ujar Kaynara menggeleng
"Kenapa repot sih pakai masak kita kan hanya bicara"ujar Arya menikmati makan siang nya
"Kenapa kamu tidak suka"ujar Kayanan serius
"Apa yg tidak aku suka dari mu Kay kamu masak pisang goreng gosong aja aku anggap kesukaan ku"ujar Arya tersenyum membuat Kaynara malu malu dia ingat saat Arya sering jajan pisang goreng Arya pernah sakit jadi agar makanan Arya sehat setiap mereka bertemu Kaynara menyempatkan menggoreng pisang diam diam meski rasanya hambar dan gosong
"Jangan di ingat kan aku malu nama nya juga belajar masak"ujar Kaynara tersipu
"Aku itu selalu suka mengenai mu"ujar Arya tersenyum meraba botol minum dan meneguk nya
"Apa yg tidak kamu sukai mengenai ku"tanya Kaynara menatap Arya
"Aku sangat tidak suka saat kamu mengatakan sangat membenci ku"ujar Arya tersenyum tipis
"Apa kamu tidak memaafkan aku"ujar Kaynara masih menatap Arya
"Aku tidak marah tapi kecewa "ujar Arya
"Apa rasa kecewa itu sudah hilang"ujar Kaynara
"Aku tulus sama kamu Kay hati ku hangat saat bersama mu saat aku marah kamu memeluk ku seketika rasa marah ku hilang"ujar Arya
"Apa yg membuat mu meninggal aku"ujar Kaynara
"Aku tidak akan meninggalkan mu tapi aku tau meski kami tidak mencintai ku hargai cinta ku di saat kamu menjadi istri ku kelak jangan pernah mengkhianati ku maka aku akan pergi dengan sendirinya tanpa berpamitan "ujar Arya serius Kaynara terus menatap Arya dia tidak akan menjatuhkan cinta nya pada pria lain karna Arya sudah menguasai hati nya sepenuhnya tapi kenapa hanya sekedar mengatakan aku mencintaimu bibir Kaynara keluh terucap
"Memang nya aku akan jadi istri mu"ujar Kaynara tersenyum
"Tentu aku akan segera menikahi mu"ujar Arya lalu merogoh saku jas nya memberi kan Kaynara kotak merah
"Untuk mu hadia sekaligus lamaran dari "ujar Arya tersenyum lebar
"Pasang kan dong"ujar Kaynara tersenyum
"Biasa nya ngak manja"ujar Arya mengambil cincin itu meraba jemari Kaynara dan memasang kan cincin itu
"Kamu suka"tanya Arya
"Bukan cincin nya tapi ajakan nya"ujar Kaynara tersenyum memeluk Arya
"Terimakasih bersama dengan mu aku selalu bahagia "ujar Kaynara tersenyum Arya meraba wajah Kaynara dna mengecup kening Kaynara
"Kay"ujar Arya memegang wajah Kaynara menyatukan kan kening mereka
"Waduh dekat banget aku berdebar apa Arya akan mencium ku ahh bagaimana rasanya di cium "Kaynara replek memejamkan matanya
"Jangan memotong pembicaraan ku dengar kan dengan baik"ujar Arya serius membuat Kaynara membuka mata nya
"Besok aku akan pergi"ujar Arya serius
"Aku akan ke negara X bersama Fahri tunangan Lily dia yg akan mengajak ku operasi di sana biar om Albert tidak mencurigai nya kamu jangan memberi tau siapa siapa termasuk papa mu biarkan papa mu mencari donor untuk ku biar om Albert tidak curiga kamu beraktivitas seperti biasa saja"ujar Arya serius
__ADS_1
"Apa kamu akan kembali"lirih Kaynara dia tidak ingin di tinggal oleh Arya lagi
"Tentu aku akan kembali untuk mu"ujar Arya tersenyum mengusap pipi Kaynara
"Cepat kembali"Kaynara memeluk Arya dengan erat takut Arya benar meninggalkan nya Arya hanya tersenyum mengelus kepala Kaynara
Setelah selesai mereka segera memutuskan pulang karna hari juga semakin sore Kaynara yg mengantar Arya pulang setelah itu Kaynara pulang hati nya sangat berbunga bunga seperti taman bunga yg mekar dia masuk ke rumah dengan menari masuk ke rumah nya meletakkan rantang nya Kalvin menoleh dengan tingkah anak nya yg jarang sekali di lihat
"Udah papa tebak hanya Arya yg bisa membuat mu seperti ini"ucap Kalvin tersenyum seketika Kaynara mengubah mimik wajahnya
"Hhmm tidak juga hanya saja tadi aku menemukan cerita lucu tapi sekarang ngak ingat lagi aku ke kamar dulu"Kaynara berjalan santai
"Anak kamu tuh bahagia aja nggak mau bagi sama kita"ujar Kalvin tersenyum
"Biarin aja mas Kaynara lagi bahagia bersama Arya aku senang lihat nya makan nya cepat cari kan Arya pendonor agar mereka segera menikah aku ngak sabar melihat wajah Kaynara setiap hari seperti itu"ujar Nanda tersenyum
"Iya sayang Albert itu selalu menghalangi aku jadi kita lebih bersabar harus pakai taktik"ujar Kalvin
"Semoga aja Arya lebih sabar "ujar Nanda
###
🌙🌙🌙
Bimo menyiapkan segala keperluan Arya yg akan mereka siap kan nanti di negara X pukul 2 dini hari Fahmi lewat jalan belakang menjemput Arya mereka berangkat dengan diam diam Fahmi juga lebih waspada siapa tau nanti ada anak buah Albert mengikuti mereka
🚘🚘🚘
"Fahmi kamu kenapa belum menikahi Lily padahal kalian sudah bertunangan"ujar Arya bertanya
"Iya sih cukup lama aku melamar Lily tapi tetap saja Bimo ingin aku menikahi Lily setelah Lily bekerja sebagai dokter dia mau lihat dulu Lily melakukan tugas dokter nya dengan baik"ujar Fahmi
"Penantian yg lama"ujar Arya tersenyum
"Tidak lama juga di banding kisah cinta mu dan Kaynara aku dengar dari Lily"ujar Fahmi melirik jalan
"Iya sih entah kenapa aku saat melihat nya ingin menyerah kan kehidupan ku pada nya hati ku damai setiap menatap nya perasan ku tenang saat memeluk nya ya aku tau dia cewek gila"kekeh Arya
"Tetap saja meski dia menyebabkan ini cinta ku tidak berkurang sedikit pun"ujar Arya tersenyum
"Aku juga ngak tau aku aja kaget saat mengetahui Kaynara anak dari Kalvin Adiwinata "ujar Arya
"Udah sampai yuk"Fahmi turun dari mobil bersama Arya lalu Fahmi menurunkan koper mereka dan mereka segera masuk ke bandara
"Kay tunggu setelah aku kembali kita akan segera menyiapkan pernikahan"lirih Arya
####
☀️☀️☀️
"Nomor Arya kenapa ngak bisa di hubungi ya"ujar Kalvin dia ingin bicara pada Arya mengenai taktik apa yg harus mereka pakai
"Kayak nya mati deh pa karna Arya kemarin sedikit kesulitan memakai ponsel jadi dia mematikan ponselnya atau telpon aja Bimo"ujar Kayanan menikmati sarapan
"Iya juga"Kalvin menelepon Bimo
"Hallo Bimo saya ingin bicara pada Arya apa ada"tanya Kalvin
"Waduh maaf banget om sekarang Arya lagi mengunjugi makam orang tua nya bersama Lily nanti jika aku ketemu aku akan menyuruh Arya menghubungi om Kalvin"ujar Bimo
"Jika begitu minta nomor Lily"ujar Kalvin
"Hallo om om kok putus putus om om"Bimo segera memutuskan sambungan teleponnya menghindari kecurigaan Kalvin
"Kok malah mati"ujar Kalvin
"Pa pokus aja cari pendonor buat Arya setelah dapat nanti baru deh strategi bicara sama Arya"ujar Kaynara
"Ehh kok malah kamu yg ngatur ngak sabar lagi ya nikah sama Arya"ujar Kalvin
"Apaan sih"ujar Kaynara sebal
"Cie Kay mau nikah aduh mau lihat nanti bagaimana Arya mengeluh jika ditindas oleh Kaynara"ujar Gavin cekikikan
"Ighh mas Gavin ngak lah Kay itu cinta sama Arya yg pasti mereka selalu so sweet"ujar Erin tersenyum
"Ngak beres orang dua ini mending aku pergi dari pada dengerin dua orang yg ngak beres ini"ujar Kaynara meneguk susu nya berdiri dan pergi Nanda hanya mengeleng dengan tingkah mereka
__ADS_1
"Erin ngak ke kantor barang tante Lin"ujar Nanda
"Ngak Erin hari ini ikut dengan ku"ujar Gavin
"Iya ma aku ikut mas Gavin jadi asisten pribadi nya"ujar Erin tersenyum
"Ya udah jika begitu nanti biar mama bantuin tante Lin"ujar Nanda mereka segera menyelesaikan sarapan
###
"Mas aku ngapain aja"ujar Erin duduk di samping Gavin yg sudah di kantor karna Erin memang bisa membantu meski sendiri dan Gavin meletak kan Erin di meja yg sama kursi berdampingan
"Seperti biasa bantuin aku memeriksa berkas"ujar Gavin membuka komputer nya
"Mas pengen deh belajar main laptop di kantor mama juga main laptop aku hanya memperhatikan tante Lin aja aku juga mau"ujar Erin
"Ya udah ini pakai yg ini aja ya takut nya nanti kamu merusak pekerja ku jika memakai laptop kerja ku"ujar Gavin membuka laci dan memberi laptop itu
"Ini ngak pernah di pakai ya mas"tanya Erin
"Jarang sih pakai aja kamu rusak juga ngak apa"ujar Gavin tersenyum
"Makasih mas"ujar Erin membuka laptop dengan semangat Gavin tersenyum menatap istri nya yg semakin cantik karna Erin rajin perawatan dan nyalon karna Gavin juga menyuruh nya
"Erin bisa periksa agenda meeting ku"ujar Gavin menatap komputer nya Erin meraih buku kecil yg sering Boy serahkan lalu membacanya
"Ada 3 pertemuan mas meeting sama pak Broto jam 11 siang nanti ada meeting bersama pak Rian jam makan siang dan terakhir meeting sama pak Welly jam 3 sore"jelas Erin
"Good semua masih lama aku bisa menyelesaikan laporan ini"ujar Gavin pokus mengetik di komputer Erin pun kembali menatap Laptop nya
Tok tok
"Masuk "teriak Gavin lalu ada yg masuk
"Ya ada apa"Gavin masih menatap laptop nya
"Ini aku"ujar nya seketika Gavin menatap wanita itu yg ternyata mertha
"Berani sekali kamu menginjakkan kaki disini"ujar Gavin datar
"Gavin beri aku kesempatan bicara ini hal penting"ujar Martha memelas
"Mau apa silahkan aku sibuk jangan membuang waktu ku karna aku tidak punya waktu buat orang tidak penting" ujar Gavin
"Gavin aku ingin membicarakan ini "Martah menyerah kan ponselnya ada artikel mengenai satu pengusaha di luar negri yg istri nya tidak bisa punya anak tapi dia menyewa rahim wanita lain
"Maksud mu"ujar Gavin serius
"Gavin kamu pewaris tunggal Adiwinata Grub kamu pasti memerlukan keturunan sama hal nya dengan papa mu pasti ingin sekali menimang cucu sedangkan Erin tidak bisa mengandung kamu bisa menyewa rahim ku menikahi ku aku rela mengandung anak mu "ujar Martha langsung seketika Gavin berdiri dan mengcengkram dagu Martha
"Heh aku tidak butuh saran menjijikan kamu itu"ujar Gavin
"Aku hanya ingin Erin menjadi nyonya ku dan melahirkan anak ku dan jika itu dia tidak bisa mengandung aku akan meminta Kaynara melahirkan anak yg banyak kamu jangan mengkhawatirkan itu perkataan mu menyinggung ku"ujar Gavin marah
"Gavin aku hanya menyarankan saja beri aku kesempatan aku sungguh mencintaimu aku rela kok hanya jadi yg kedua"ujar Martha memohon
"Berani sekali kamu mengatakan itu di depan istri ku"ujar Gavin berjalan mendekati Martha Erin hanya memperhatikan mimik wajah Gavin
"Aku berani Gavin karna aku bisa gila hidup tanpa mu"Martha mulai terisak
"Diam"bentak Gavin
"Kamu mau tau kenapa Erin lama mengandung nya"Gavin mengcengkram bahu Martha dengan kuat
"Itu karna aku sialan dengan kamu mengatakan itu berarti seperti kamu mengungkit yg aku lakukan itu sangat menyinggung ku berhenti mengatak anak atau aku akan membunuh mu"ujar Gavin mendorong Martha dengan kuat sampai Martha terjatuh
"Gavin jangan lakukan itu kamu sungguh kejam"Isak Martha menangis
"Mas sabar dulu jangan kasar pada wanita"Eien mengingat kan mengusap dada Gavin sebentar lalu Erin berjongkok
"Mari aku bantu berdiri Martha maafkan atas sikap mas Gavin "ujar Erin
"Erin kamu wanita kan pasti mengerti perasaan ku bagaimana cinta ku sungguh besar pada Gavin tolong aku restui kami menikah Erin aku gila tanpa Gavin"ujar Martha terisak
"Martha kamu bisa mengambil perhiasan ku bisa mengambil kekayaan ku bisa juga mengambil uang ku bahkan bisa mengambil kekuasaan ku tapi aku tidak akan tinggal diam jika kamu berusaha merebut suami ku aku tidak sudih berbagi cinta mas Gavin apa lagi berbagi tubuhnya aku jijik dengan pria seperti itu di saat dia telah menjadi suamiku dan aku tau masa lalu mas Gavin aku terima itu tapi sekarang mas Gavin milik ku aku benci orang yg berusaha mengambil suami ku"ujar Erin membantu martha berdiri
"Aku membantu mu berdiri bukan mengizinkan mu menikah dengan mas Gavin tapi ini sebagai perasaan wanita ingat satu hal Martha jika kamu berusaha merebut suami orang kehidupan akan menghancurkan mu sendiri aku rasa kamu lebih tau sikap mas Gavin seperti apa dia tidak ingin menyakiti ku dengan hormat pergi dan jangan ganggu kami lagi jika tidak aku akan memberi mu pelajaran"ujar Erin serius menunjuk pintu keluar sejenak Martha menatap Gavin yg membelakangi nya seperti menahan amarah nya Martha melangkah pergi seperti putus asa padahal cinta nya sungguh besar terhadap Gavin
__ADS_1