
Ternyata usaha Arya tidak semudah yg di pikir kan sekarang dia pusing mencari kolega nya memulai bisnis nya sangat sulit Arya harus memulai dari nol meski begitu Arya tidak menyerah dia tetap teguh dan bekerja keras.Kaynara menunggu Arya dengan sabar karna dia tau Arya akan pulang dengan sendirinya Kaynara percaya Arya akan memenuhi tanggung jawab dan kebutuhan nya
"Arya kamu kok jam segini baru pulang"Kaynara mendekati Arya yg baru pulang
"Aku kesulitan mencari kolega barang antik nya memulai dari nol itu sangat lah sulit"ujar Arya
"Kelihatan kamu kecapekan biar aku bantu"Kaynara berinisiatif melepaskan kemeja Arya yg sedikit kucel
"Apa yg kamu lakukan"Arya replek menyentuh baju nya saat tangan Kaynara menyentuh kancing baju nya
"Membantu mu"ucap Kaynara lalu dia tersadar
"Aku tidak maksud aku hanya ingin membantu mu tidak apa kamu mandi saja aku akan panas kan makan malam nya"ujar Kaynara memundurkan langkahnya
"Iya kamu tunggu lah"ujar Arya melangkah pergi
"Huh Arya kenapa sih ngak mau aku sentuh ya aku tau itu memalukan tapi kenapa dia menolak apa dia tidak ingin aku menyentuh nya tapi kenapa dia kan cinta sama aku harus nya di senang masak dia itu gay sama Bimo"ujar Kaynara menggeleng
"Tidak apa yg aku pikirkan "ujar Kaynara menggeleng dia segera menuju dapur
"Huh Kaynara membuat jantung ku copot apaan dia semudah itu ingin membuka baju ku dia wanita masak ngak ada malu gitu malah aku yg malu huh dia jika aku sudah menghajar nya tau rasa dia"ujar Arya menyentuh dada nya yg berdebar hebat
###
"Arya apa tidak kamu saja memegang kartu ATM mu aku tidak enak"ujar Kaynara menatap Arya makan dengan lahap
"Kenapa tidak enak kamu istri ku harta ku hak mu"ujar Arya santai
"Bukan begitu"ujar Kaynara berpindah duduk jadi di samping Arya
"Kamu kan lagi memulai bisnis takut nanti aku menghabiskan uang mu"ujar Kaynara
"Kay jika kamu habiskan demi kebahagiaan mu aku tidak akan marah meski aku harus membayar mahal senyuman ini aku lebih senang"ujar Arya tersenyum menyentuh sudut bibir Kau
"Kamu terlalu bucin"ujar Kaynara
"Kita harus lebih berhemat"ujar Kaynara lagi
"Percaya lah jika kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku jadi jangan tidak enak seperti seorang teman"ujar Arya kembali makan
"Aku sangat kesulitan memulai bisnis ini, gaji ku menjadi dosen seperti nya kurnag untuk kebutuhan kita"ujar Arya meneguk air putih
"Meski sulit jangan menyerah aku tau kamu bisa"ujar Kaynara
"Aku tidak akan menyerah begitu saja"ujar Arya tersenyum
"Aku akan selalu di samping mu kamu tidak akan kehilangan aku"ujar Kaynara mengengam tangan Arya
"Terimakasih aku jauh lebih semangat "ujar Arya tersenyum
"Aku minta maaf soal pagi tadi"ujar Kaynara menyesal
"Pagi tadi apa"Arya mengelap bibirnya dengan tisu lalu menatap Kaynara
"Soal kiss"lirih Kaynara
"Kamu sudah beli permen kiss nya"kekeh Arya
"Arya jangan menggoda ku aku tau kamu membutuhkan ciuman aku yg terlalu bodoh"ujar Kaynara
"Kay"Arya memegang bahu Kaynara
"Aku tidak memaksa mu sama sekali dalam hidup ku bisa hidup bersama mu adalah keberuntungan untuk ku jangan menyesal itu hanya hal kecil"ujar Arya tersenyum
"Terimakasih atas cinta mu"ujar Kaynara tersenyum melingkar kan tangannya di pinggang Arya memeluk Arya
"Udah makan ayo kita tidur "ujar Arya berdiri menggandeng tangan Kaynara
"Iya ayo"ujar Kaynara memeluk lengan Arya tersenyum menunduk
"Aghhh seperti ini rasanya punya kekasih hati menyenangkan terasa ada yg menggelitik "batin Kaynara
###
Erin berjalan memasuki tokoh kue dia ingin membeli kue untuk dia makan nanti di kantor Gavin karna emang Gavin tidak pernah memesan makanan ringan jika tidak Erin yg memesan,Erin memilih salah satu kue coklat setelah dia pesan Erin segera pergi
__ADS_1
"Aku lupa pesan taksi apa aku naik ojek aja tapi jika mas Gavin marah aku nempel sama pria dia bisa marah tidak jelas lagi sama aku"gumam Erin dia lebih baik memesan taksi lebih aman biar suami nya tidak marah
"Wah wanita mandul ada di sini ternyata "Marta tersenyum membuka jendela mobil melihat Erin
"Martah dia siapa"tanya teman nya
"Dia Erin istri nya Gavin tapi sayang mandul tuh mereka menikah karna jebakan mungkin itu karma nya karna mendapatkan Gavin dengan cara licik "ujar Martah santai
"Hei Marta aku yakin Gavin sudah berpaling lihat saja meski penampilan nya biasa saja dia lebih cantik dari mu"ujar nya
"Diam cantik saja semua orang bisa"kesal Martah
"Hei wanita mandul yakin kamu Gavin akan setia dia aja sering mengirim ku pesan aku yakin tidak akan lama dia akan mengajak ku tidur biar aku cepat hamil"ujar Martha
"Entah kenapa jika menyangkut soal anak hati ku terasa tersayat tapi tidak berdarah sangat sakit bahkan untuk melawan aku tidak sanggup"batin Erin
"Bicara wanita mandul apa kamu sudah siap jika Gavin menikahi ku"ujar Martha tersenyum
"Wah sayang banget jika Gavin hanya menikahi istri tidak bisa kasih dia keturunan"ujar nya
"Meski semua orang mengatakan aku mandul dengan cinta mas Gavin aku tidak akan gentar untuk mundur"ujar Erin melangkah pergi Martha dan teman nya segera keluar dari mobil
"Heh jangan pergi dulu"ujar Martha menahan Erin
"Setidaknya kata kan dulu bagaimana cara mu menggoda Gavin aku ingin belajar kamu pandai kan menjebak pria kaya "ujar Martha
"Aku tidak menjebak mas Gavin kami sama sama di jebak "ujar Erin menepis tangan Martha
"Wah wah kamu berani ya"Martha habis kesabaran mengcengkram dagu Erin
"Martha apa yg kamu lakukan jika Gavin murka bisa habis kita ini istri Gavin istri tuan Gavin Adiwinata aku tidak di ingin mendapatkan masalah "ujar nya
"Aku tidak takut pada mu Martha aku menyadari hak ku di mana mas Gavin milik ku suami ku kamu yg seperti ingin merebut suami ku"ujar Erin mendorong Martha pelan
"Asal kamu tau Martha mas Gavin tidak sama sekali mencintai mu lagi dia meluapkan mu sejak keluarga mu menolaknya dia dengan ku setelah dia mencintai wanita lain"ujar Erin
"Tidak "teriak Martah marah
"Gavin hanya mencintai ku dan Gavin hanya milik ku"ujar Martha dia menginjak kaki Erin dengan kuat membuat Erin mengaduh kesakitan Martha mengangkat tangannya ingin menampar Erin replek Erin mengankat tangan nya di wajah tapi tangan Martah berada di udara
"Iya ada masalah dia mengambil milik ku Gavin"ujar Martha marah Arya menyentuh kening Martah
"Bawa pergi seperti nya teman mu sakit suami orang dia akui miliki nya"ujar Arya
" Jangan kamu pikir kamu menikah dengan Kaynara berani ya kamu hanya pria tidak punya apa apa jangan sok belaga kamu"teriak Martha
"Tidak siapa mengatakan aku tidak punya apa apa aku punya semua nya aku punya cinta yg mampu membahagiakan Kaynara dan aku punya tenaga dan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan Kaynara "ujar Arya
"Jadi pergi lah "Arya menuntun Martha masuk ke mobil
"Ohh ya aku mengingat kan saja kakak ipar ku ini sebenarnya sahabat nya istri ku yg galak tidak aku tidak mengancam hanya saja dia seorang gadis saja sudah bisa melakukan apa saja apa lagi punya kekuasan ahh tidak jangan bayangkan nanti kamu darah tinggi ajak lah teman mu pergi"ujar Arya santai teman Martha segera melaju kan mobil nya
"Kamu tidak apa"tanya Arya
"Terimakasih "lirih Erin
"Mau aku antar pulang ke rumah "ujar Arya
"Antar saja aku ke kantor mas Gavin"lirih Erin dia berjalan dengan tertatih karna kaki nya sakit terluka akibat hells Martha tadi
🚘🚘🚘
"Arya kenapa kamu di sana"tanya Erin menoleh pada Arya yg menyetir
"Kebetulan aku ada tokoh di sana dan melihat mu tadi"ujar Arya tersenyum
"Bagaimana bisa kamu mengatasi perkataan mereka tadi yg menghina mu soal ketidak punyaan mu"tanya Erin
"Erin kita terkadang harus bisa mengukur batas kemampuan kita juga harus paham bagaimana mengatasi semua diri kita hanya kita yg bisa menguasai nya jika pribadi ku sendiri tidak peduli dengan orang lain atau perkataan orang lain aku hanya mementingkan kebahagiaan orang yg aku cinta dan aku yakin apa pun keadaannya Kaynara tidak akan meninggalkan aku"ujar Arya tersenyum
"Keyakinan cinta tapi yg aku hadapi bukan lah tentang cinta "lirih Erin menunduk
"Erin bukan maksud ku ingin ikut campur selama Gavin tidak mempermasalahkan itu kamu tidak usah khawatir dengan ucapan orang kamu tidak akan bahagia jika mengikuti kemauan mereka tapi kamu dan Gavin lah yg mengukir kebahagiaan itu "ucap Arya
"Terimakasih Arya aku sedikit lebih tenang"ujar Erin tersenyum lalu mobil berhenti Arya segera mengantar Erin ke ruangan Gavin
__ADS_1
cklek
"Mas Gavin"Erin masuk berjalan tertatih membuat Gavin berdiri
"Erin kaki mu kenapa"Gavin berlutut melihat kaki Erin yg darah nya sedikit merembes
"Heh kamu apa kan istri ku"Gavin mengcengkram baju Arya dengan keras
"Hehe apaan kakak ini belum tentu juga ini kesalahan Arya"Kaynara berdiri menepis tangan Gavin
"Hei jangan membela nya dia menyakiti kakak ipar mu"geram Gavin
"Benar tidak waras kak Gavin menyakiti suami ku ya "Kaynara jauh lebih kesal
"Dasar wanita gila lihat apa yang dia lakukan"kesal Gavin menunjuk kaki Erin
"Udah ku bilang belum tentu kesalahan Arya kak Gavin yg tidak waras"kesal Kaynara
"Hentikan kenapa kalian yg ribut biar aku jelaskan ya Erin terluka karna tadi dia ribut sama wanita dan aku melihat nya dan mengantar nya"ujar Arya
"Yang di katakan Arya itu benar mas Gavin sama Kaynara ini sama saja"ujar Erin duduk
"Siapa yg menganggu mu berani sekali"Gavin berlutut melihat kaki Erin
"Martah dia menemui ku lagi saat aku membeli kue"ujar Erin
"Martah wanita itu di mana dia biar aku balas dia"Kaynara nampak kesal
"Kamu juga sama emosi"Arya menyentil kening Kaynara
"Sakit aku laporkan sama mama kamu KDRT"ujar Kaynara membuat Arya tertawa
"Tidak pernah dewasa"ujar Arya menggeleng Kaynara menginjak kaki Arya
"Ahh sakit "keluh Arya mengankat satu kaki nya
"Rasakan itu"kesal Kaynara
"Memang nya Martha menemui mu kenapa lagi"tanya Gavin
"Dia hanya menggangu ku mengatakan ku mandul dia juga mengatakan jika mas Gavin mulai mengirim nya pesan apa mas Gavin berniat menerima tawaran Martha"tanya Erin serius menatap Gavin
"Tidak lah kamu percaya sama aku"Gavin menangkup wajah Erin
"Aku tidak sama sekali ingin orang lain menjadi istri ku selain kamu percaya lah Erin aku hanya mencintaimu"ujar Gavin memeluk Erin
"Jangan meninggalkan aku"lirih Erin memeluk Gavin begitu erat
"Tidak akan lihat saja aku akan membalas Martha itu berani melukai mu"ujar Gavin
"Mas Gavin apa meski aku tidak bisa hamil apa tetap menjadi kan aku istri mas Gavin "tanya Erin
"Aku pikir punya anak ribet juga bagaimana jika kita tidak usah punya anak"ujar Gavin tersenyum
"Boleh juga aku hanya ingin hidup bersama mas Gavin"Erin memeluk Gavin lagi
"Kamu di sini kenapa Kay"tanya Arya
"Tidak aku hanya mempertanyakan beberapa hal karna ingin mengundang kak Gavin dan Erin di acara televisi tapi sepertinya tidak usah kak Gavin dia ingin private dengan pribadi nya"jelas Kaynara
"Kamu kenapa bisa bertemu dengan Erin"tatapan Kaynara tidak biasa menatap intens Arya
"Bisnis yg aku mulai dekat sana dan aku melihat Erin masak aku diam saja meski bukan Erin aku tetap menolong jika ada yg kesusahan "ujar Arya
"Cih sok pahlawan aku ngak suka ya kamu bantuin wanita nanti wanita itu menyukai mu meski itu Erin aku tidak suka dia punya suami telpon suami nya kek"ketus Kaynara melipat tangan di dada Arya tersenyum singkat mengelus pipi Kaynara
"Jangan marah aku hanya menolong cinta ku hanya untuk mu kok meski banyak orang mengejar ku hati ku hanya untuk mu"ujar Arya tersenyum
"Iya iya aku tau itu ayo kita pergi"Kaynara memeluk lengan Arya dan tersenyum malu di lengan Arya
"Pergi tanpa pamit"ujar Gavin melihat Arya dan Kaynara menghilang
"Kay aku mau balik lagi ke tokoh kamu bawa mobil juga kan"ujar Arya
"Iya balik kerja lagi"ujar Kaynara dia ingin sekali memberi kecupan pada Arya tapi keadaan banyak orang Kaynara malu jika mencium Arya
__ADS_1
"Ya udah aku juga mau balik lagi hati hati jangan lupa makan"ujar Arya tersenyum mengelus kepala Kaynara dan berlalu pergi Kaynara tersenyum kecil menyentuh kepalanya hati nya hangat merasakan perlakuan Arya sungguh Arya alasan nya bahagia