Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 87


__ADS_3

Gavin sudah berkerja sebagai supir pengantar barang ke bandara tidak terlalu berat kerja nya hanya saja terasa berat bagi Gavin yg pemula terjun di dunia keras itu meski begitu Gavin tetap menjalankan nya tanpa mengeluh karna dia juga sudah mengambil gaji .Gavin lagi duduk beristirahat sebentar barang nya di angkut ke kapal untuk pengiriman barang orang supir yg lain juga mengobrol banyak hal Gavin hanya diam menyimak nya


"Heh cari istri itu tidak hanya cantik saja kamu lihat cewek cantik segera jadikan istri ngak gitu konsep nya kamu harus mencari istri itu yg cocok dengan mu yg bisa kamu ajak jadi teman"ujar nya menasehati


"Punya istri cantik itu menyenangkan bikin mata segera mulu"ujar nya


"Ngak percaya sama aku ini sudah pengalaman kalian memang aku dulu juga ingin begitu tapi setelah menikah aku mengerti seharusnya punya istri yg bisa menjadi temen dan pengertian "ujar nya Gavin menyimak saja dengan meneguk air putih


"Anak baru bagaimana sudah punya istri"tanya nya pada Gavin


Punya "ujar Gavin santai engan menceritakan Erin


"Pasti cantik kan secara kamu sangat ganteng "ujar yg lain


"Tidak juga dia sama seperti wanita pada umumnya cewek memiliki kulit tubuh sawo matang wajah nya ngak putih bahkan berjerawat"ujar Gavin tidak semangat


"Itu kekurangan nya kelebihan nya apa"tanya pria lain


"Ya seperti itu dia tidak pernah kasar atau marah pada ku enak di ajak ngobrol melayani ku juga cukup baik tidak mengeluh dan menuntut bahkan menurut"ujar Gavin acuh


"Nah cari istri itu kayak gitu ternyata anak baru ini tidak hanya ganteng tapi pintar cari istri "seru nya


"Setelah gajian minta dia perawatan aku yakin dia akan cantik seperti yg kamu inginkan"ujar nya tertawa puas Gavin hanya acuh saja


####


Gavin pulang dia mengunakan sepeda karna perusahaan tidak mengizinkan membawa mobil pulang Gavin sangat merasa capek ternyata mengendarai tidak semudah di banyak sekali resiko.Gavin masuk ke kamar melihat Erin melipat baju baju nya


"Tuan Gavin mau makan tidak aku sudah masak"ujar Erin tersenyum membantu meletakkan tas Gavin


"Tidak aku merasa sangat capek setelah mandi aku mau istirahat badan ku terasa remuk"ujar Gavin melepaskan kemeja nya lalu mengambil handuk menuju kamar mandi


"Kasihan tuan Gavin harus kerja keras seperti itu"gumam Erin dia membereskan baju Gavin mengambil baju bersih Gavin menyusun nya


"Ya ampun adem banget"lirih Gavin berbaring setelah memakai baju santai


"Tuan Gavin sangat capek ya sini biar aku pijitin biar capek nya hilang"ujar Erin duduk di samping Gavin lau Gavin tengkurap


"Punggung serta bahu ku sakit semua"ujar Gavin


"Biar aku pijit tuan biar enakan"ucap Erin memulai memijit


"Erin apa kamu sangat ingin seperti cewek lain terlihat cantik"tanya Gavin menikmati tubuhnya di pijit Erin


"Emm aku sih ngak kepikiran seperti itu tuan karna ya aku lebih sibuk memikirkan hutang itu yg penting aku kerja saja bisa makan aja aku sudah sangat merasa beruntung "ujar Erin


"Kamu bisa kok pakai uang ku jika ingin terlihat cantik "ujar Gavin


"Tidak perlu tuan mencari uang tidak mudah sangat sulit dan melelehkan jadi buat yg lain aja uang nya aku tau tuan suka dengan wajah ku tidak mengapa akan hal itu tuan aku bisa mengatasi tidak menunjuk kan wajah di depan tuan Gavin"ujar Erin tersenyum


"Kepala ku juga Erin terasa pusing"ujar Gavin


"Iya tuan"ujar Erin memijit kepala Gavin dengan Gavin duduk


"Erin seperti nya panggilan mas aku lebih suka"ujar Gavin menatap Erin di depan nya


"Tuan lebih seperti memprioritaskan aku senang kok memanggil tuan Gavin dengan tuan"ujar Erin tersenyum tapi wajah Gavin tetap lah datar membuat Erin berani memegang bibir itu membentuk senyuman


"Wajah mas Gavin sama seperti Kaynara meski aku tidak menyukai itu dia tetap lakukan "ujar Erin tersenyum


"Kaynara"ucap Gavin mengerut kan kening nya


"Ahh tidak"ujar Erin tersenyum


"Hei aku jadi penasaran"Gavin menurun kan tangan Erin yg memijit kepala nya menatap mata Erin


"Tapi janji dulu jangan memberi tau Kaynara"ujar Erin mengulur kan kelingking nya


"Iya aku janji"ujar Gavin serius


"Sebenarnya aku dan Kaynara itu bersahabat sejak kecil"ujar Erin tersenyum mengingat Kaynara saat kecil


"Sungguh "ujar Gavin tidak percaya


"Iya dulu aku ini sangat bodoh anak yg susah tangkap pelajaran Kaynara sering membantu ku suatu ketika aku berdebat dengan teman yg lain di bantu sama Kaynara tapi teman kami mendorong Kaynara membuat Kaynara tidak sengaja mendorong ku dari tangga membuat aku masuk rumah sakit"jelas Erin


"Lalu"ujar Gavin penasaran


"Dia meminta maaf pada orang tua ku saat aku masuk sekolah lagi dia selalu menatap ku dengan wajah sedih tapi dia tidak mampu mengatakan kata maaf pada ku setelah beberapa hari dari aku keluar dari rumah sakit orang tua ku kecelakaan memaksa aku harus pergi dan tidak pernah kembali setelah sekian lama mas Gavin yg mengajak ku itu pertemuan kami yg pertama tapi Kaynara tidak mengetahui itu aku tapi aku mengenali nya"ujar Erin tersenyum


"Lalu bagaimana dia bisa mengenali mu"tanya Gavin


"Aku yakin pada saat dia merawat ku saat hari di mana mas Gavin menggugur kan bayi kita itu dia telah melihat bekas ini"ujar Erin menunjuk pelipis nya yg membekas bekas jahitan


"Kejadian itu menimbulkan bekas"ujar tersenyum Gavin mengingat benar ada nya sejak kejadian hari itu sikap Kaynara sangat berbeda


"Mas Gavin kok malah bengong"ujar Erin menggoyangkan tubuh Gavin


"Tidak aku hanya mengingat sikap adik ku itu"ujar Gavin menatap Erin


"Urut aku lagi mau sekalian tidur"ujar Gavin tengkurap Erin melanjutkan urutan nya


####


Karna ancaman Kaynara yg memberi virus perusahaan membuat Hakim mengklarifikasi yg dia ucapkan mengembalikan image produk Adiwinata dan Kaynara segera mengembalikan perusahaan itu seperti semula tidak hanya Hakim menginginkan perusahaan Adiwinata Grub perusahaan yg melambung tinggi sejak lama perusahaan besar siapa yg tidak ingin mengambil kesempatan itu.Sekarang pun Kaynara tengah menangani masalah pada perusahaan di mana data perusahaan terkunci tidak bisa terakses sehingga data itu menyebar luas


"Sial siapa pelakunya"geram Kaynara

__ADS_1


"Kay tenang aku lagi mencoba sedikit lagi tinggal memecahkan kata sandinya "ujar Nabila karna dia membantu Kaynara menyelesaikan itu Nabila mengetik komputer berpindah satu nya berusaha memecahkan sandi sedangkan para karyawan sibuk ikut membantu


"Kay Kay lihat"ujar Nabila saat data keuangan makin lama makin menurun


"Apa yg terjadi"ujar Kaynara


"Nona perusahaan bisa bangkrut"ujar Boy menatap komputer itu


"Sial aku tidak berguna dalam hal ini"ujar Kaynara kesal


"Aku mengerti"ujar Nabila mengetik di komputer tangannya sibuk mengetik sehingga data keuangan kembali normal Nabila menemukan data perusahaan dia menyalin nya segera menghapus setelah itu memberi virus pada data itu sehingga data itu rusak siapa pun yg berusaha mengambil keuntungan itu maka dia akan mengalami kerugian


"Aman Kay"ujar Nabila lega Kaynara menatap nya


"Siapa yg bertanggung jawab akan hal ini"ujar Kaynara serius


"Nona selain tuan besar tuan Gavin saya sendiri Elis sekretaris lama yg mengetahui data ini"jelas Boy


"Nabila kamu mengerti "ucap Kaynara


"Baik "ujar Nabila berdiri


"Boy bersihkan semua nya"ujar Kaynara berlalu pergi


"Kay kita mau kemana"ujar Nabila


"Udah jalan aja"ujar Kaynara berfikir jernih dia sudah menebak jika pelaku nya adalah Elis


Kaynara dan Nabila menemui Elis yg ternyata ada di kantor Arif tentu Nabila bisa melacaknya mereka samar samar mendengar perdebatan antara Elis dan Arif karna rencana mereka gagal


"Kay kita perlu memberi kedua nya pelajaran"ujar Nabila


"Tenang"bisik Kaynara lalu Kedua nya masuk


"Kenapa gagal"sinis Kaynara


"Kaynara"ujar Elis kaget


"Orang tua mu masuk penjara karna kejahatan nya masak kamu juga akan masuk penjara "ujar Kaynara santai


"Tidak tidak jangan lakukan"ujar Elis memohon


"Aku akan mengirim mu ke penjara"ucap Kaynara memegang tangan Elis akan menarik nya


"Hei berhenti"ujar Arif menarik Nabila meletakkan pisau


"Hei berani nya kamu"teriak Kaynara menendang Arif ingin menghajar Arif tapi Arif melayang kan pisau nya sehingga telapak tangan Kaynara tersayat pisau


"Hei apa-apa ini"ujar Nabila menarik Kaynara


"Hati hati dia bisa melukai kita"ucap Kaynara waspada


"Cih aku tidak peduli Elis aku cinta pada mu tapi sumber kebahagiaan kita sudah hilang perusahaan kita bangkrut setidaknya aku lega menghilang kan beban ini"ujar Arif mendekat kan pisau nya Kaynara dan Nabila terus mundur


"Terutama perempuan ini karna kita gagal meminta Gavin membangkitkan perusahaan semua nya akan ku buat Gavin menyesal"teriak Arif menuju Kaynara


Dor


Kaynara dan Nabila kaget dengan suara tembakan telinga yg memekakkan telinga mereka berdua saat Nabila dan Kaynara menoleh ternyata Nugi berdiri tegap tanpa ragu menembak Arif yg sudah terkapar


"Kak Nugi apa yg kak Nugi lakukan "ujar Nabila panik


"Dia membahayakan kalian berdua"ujar Nugi serius


"Ngak kayak gini juga kak"ujar Nabila geram Nugi memeriksa nafasnya Arif


"Dia masih hidup meleset tembakan nya bawa ke rumah sakit jika ini kamu bocor kan saya mengigat wajah mu"ujar Nugi serius menatap Elis yg gemetar ketakutan


"Ayo pulang"ujar Nugi pada Nabila dan Kaynara


"Tidak seharusnya kak Nugi melakukan ini"ujar Nabila di dalam mobil


"Aku melakukan yg benar jangan ngoceh terus aku akan mengantar Kaynara pulang"ujar Nugi serius laju kendaraan nya semakin cepat tidak butuh lama mobil mereka sampai di rumah


"Turun dulu kak bantuin Kay"ujar Nabila melihat Kaynara turun


"Malas ahh nunggu di sini aja"ujar Nugi


"Ayo kak"ujar Nabila menarik Nugi untuk masuk


"Kak kaya tangan nya kenapa"ujar Arin melihat darah di tangan Kaynara


"Ngak papa luka kena pisau tadi"ujar Kaynara


"Mama mama"teriak Arin panik sehingga Lin harus lari


"Ya ampun Kay"ujar Lin melihat tangan itu segera lari mencari kotak obat


"Kakak tenang ya tahan tarik nafas hembus kan tangan nya pasti sakit"ujar Arin panik


"Biasa aja kale"ujar Nabila mendorong kepala Arin


"Ighh kak panik nih"ujar Arin cemberut Nugi menatap intens wajah Arin yg memang terlihat panik


"Kay duduk dulu tante obati kenapa bisa seperti ini"ujar Lin mengeluar kan obat merah


"Iya ya Arin kenalin kakak ku kak Nugi"ujar Nabila

__ADS_1


"Ohh"ujar Arin pokus menatap Kaynara


"Cantik juga nih cewek"gumam Nugi menatap Arin serius


"Tan aku mau menjenguk kak Gavin mau menginap semalam besok akan pulang "ujar Kaynara serius saat Lin selesai memperban tangannya


"Tapi siapa yg akan ngurusin kamu Kay di sini aja biar tante lebih memperhatikan mu apa lagi tangan mu luka"ujar Lin


"Ada Erin tan di sana aku ingin beristirahat sejenak tanpa ada gangguan aku juga lebih banyak meminta pendapat pada kak gavin"ujar Kaynara serius memampa tangannya


"Baik lah terserah kamu jika itu keputusan mu"ujar Lin


"Ayo Tante bantu mengemas barang mu"ujar Lin memampa Kaynara menuju lantai atas


"Arin umur mu berapa"tanya Nugi serius


"19 tahun"jawab Arin tersenyum menatap Nugi


"Ya ampun aku bisa jadi om om jika bersama nya"gumam Nugi mengingat usianya memasuki 26 tahun


"Percaya dengan takdir "ujar Nugi


"Tentu saja"jawab Arin


"Aku tidak aku bisa mengendalikan takdir ku sendiri jika kamu akan menjadi istriku"ujar Nugi serius


"Ck Arin jangan di anggap serius kak Nugi suka bergurau"ujar Nabila mengacuhkan Arin hanya tersenyum menatap Nugi


"Aku pergi dulu tan"ujar Kaynara


"Ayo Kay biar kami antar"ujar Nabila mengantar Kaynara


####


Tok tok tok


"Biar aku yg buka mas"ucap Erin mereka lagi makan malam


"Kaynara"ujar Erin heran mendengar Erin menyebutkan nama itu Gavin ikut beranjak


"Kami hanya ingin mengantar Kaynara udah malam kami pamit"ujar Nugi lalu mengajak Nabila pulang


"Kay kamu kenapa ke sini"tanya Erin


"Mau menginap"jawab Kaynara singkat segera masuk


"Kenapa sebaiknya tidak usah di sini kamar mandi nya sempit kasur nya tipis kamar nya juga kecil hanya satu kamar"u ambil Erin khawatir jika Kaynara tidak nyaman


"Ya aku akan tidur bersama Kalian"jawab Kaynara


"Tapi Kay"bantah Erin


"Lihat tangan ku terluka aku hanya ingin beristirahat dengan damai"ujar Kaynara menunjuk tangannya


"Kay tangan kamu kenapa"ujar Gavin memegang tangan Kaynara lalu Kaynara menceritakan kejadian nya


"Ayo kamu harus beristirahat"ujar Gavin merangkul Kaynara menuju kamar nya dan mereka duduk


"Kantor sangat kacau selalu terkena masalah ada saja kelakuan orang ingin merebut perusahaan"ucap Kaynara


"Erin lihat ponsel ku sangat menganggu dari tadi berdering terus tidak tahu apa orang mau istirahat"ucap Kaynara,Erin merogoh tas Kaynara


"Mama"ujar Erin menunjuk nya lalu menjawab nya


"Iya iya iya"ujar Kaynara


"Kaynara kenapa baru menjawab telepon berita mu membuat mama mu sangat lemas sehingga seperti tidak sanggup bernafas denger berita dari tante Lin"Kalvin berteriak sangat keras lalu suata langkah lari


"Kay kamu baik baik saja kan mama denger dari tante Lin kamu terluka kenapa kamu lama sekali menjawab telpon mama kamu tau sangat takut kamu terluka"cerca Nanda lalu terdengar isakan Nanda


"Aku baik baik saja ma belum mati mama aku kayak gini saja udah nangis aja gimana kalau aku nanti mati mama lebay"ujar Kaynara malas


"Kay"Nanda berteriak keras


"Udah aku mau istirahat aku lelah ma lelah"ujar Kaynara memutuskan sambungan teleponnya


"Kay tidak boleh pada mama seperti itu kamu tau kan mama sesayang apa"ujar Gavin Kaynara segera berbaring di kasur itu memejamkan mata


"Mama menelpon ku"ujar Erin ponsel nya berdering lalu menjawab telepon nya


"Mama kenapa telpon"ucap Erin sedikit canggung


"Erin kamu telpon Kaynara cepat dia terluka mama tidak mau dia sampai dia terluka sedikit pun hanya kamu yg bisa membuat Kaynara dengar kan mama sangat khawatir "Nanda terisak


"Mama tenang dulu"ujar Erin


"Mama tidak bisa tenang"Nanda sangat kesal


"Mama apa tante Lin tidak bilang Kaynara menginap di rumah kami"ujar Erin


"Mama terlalu takut"lirih Nanda


"Kaynara baik baik saja dia lagi beristirahat bersama aki dan mas Gavin mama jangan khawatir aku akan menjaga dan mengurus Kaynara dengan baik"ujar Erin tersenyum


"Dia sedikit ngeyel minun obat dan di obati "ujar Nanda sedikit lega


"Tidak apa ma jika Kaynara nakal aku akan menjewer nya aku akan memaksa nya untuk sembuh "ujar Erin tersenyum

__ADS_1


"Erin"suara Nanda terdengar lembut


"Mama menyayagi mu udah ya mama mau istirahat"ucap Nanda memutuskan sambungan teleponnya Erin tersenyum menatap ponsel nya seakan dia mempunyai mama lalu Erin menatap Kaynara yg ternyata terlelap Erin berdiri mengambil selimut dan menyelimuti Kaynara senyum nya sangat bahagia Gavin hanya memperhatikan Erin


__ADS_2