
Kalvin sangat syok dengan kehamilan Nanda pikiran nya kacau Kalvin tidak tau harus apa dia hanya mengancam Nanda saja memperingati tadi karna dia sangat emosi seakan Nanda dan mama nya menipu nya.Kalvin memutuskan pulang karna pikiran nya sangat kacau Kalvin masuk ke dalam kamar nya melangkah ke meja rias menatap dirinya bayangan Alen seakan menatap nya membuat Kalvin mengepalkan tangannya
Aghhhh
Kalvin mengamuk di dalam kamar itu melempar semua barang nya Kalvin benar frutasi tidak tau harus apa
Nanda karna takut masalah semakin rumit dia meminta Daniah pulang karna keadaan Nanda juga tidak apa apa jadi dokter mengizinkan nya sebenarnya Nanda takut pada ancaman Kalvin jika Kalvin benar akan melakukan itu Nanda takut biar gimana pun Kalvin sosok yg pernah membuat nya masuk rumah sakit Nanda takut
"Nanda Kalvin itu ayah kandung dari anak yg kamu kandung dia hanya emosi mengatakan itu"ucap Daniah meyakinkan Nanda yg memang nampak takut
"Jangan tertekan kasihan anak kamu"ucap Daniah
"Iya ma"ucap Nanda
"Aku ke kamar dulu ya ma"ucap Nanda lalu melangkah menuju lantai atas dengan pelan.Nanda pelan pelan membuka pintu kamar dia melihat Kalvin bersender di dinding kamar itu sangat berantakan dengan barang barang berserakan meja rias hancur serta lemari Nanda terbalik Nanda melirik Kalvin takut mengigit bibirnya
"Jangan menyentuh itu"sentak Kalvin melihat Nanda ingin membenarkan meja rias itu tapi itu membuat Nanda kaget
"Hiks hiks jangan berteriak aku takut"ucap Nanda sudah menangis
"Kamu diam"ucap Kalvin emosi
"Aku bilang ya diam"bentak Kalvin makin memukul meja rias yg sudah hancur Nanda menyingkir takut Nanda meringkuk di pinggir sofa
"Ck kenapa aku jadi penakut seperti ini sih"gumam Nanda mengelus perut nya mana Nanda yg berani jadi hilang, Kalvin kembali duduk
"Aku tidak mau punya anak tapi kamu kenapa melakukan itu"ucap Kalvin pelan
"Aku senang jadi ibu aku senang bisa mengandung yg berat merasa mengandung itu aku kamu cuman model enak dan gen aja kenapa marah marah"ucap Nanda duduk di sofa Kalvin berjalan pelan mendekati Nanda
"Apa kamu bilang"ucap Kalvin datar Nanda mengeleng pelan
"Singkirkan wajah mu ini dari hadapan ku"ucap Kalvin mencengkram dagu Nanda
"Pergi dari sini jika tidak aku benar menghajar mu sampai mati"ucap Kalvin di penuhi amara lalu Kalvin mendorong Nanda pelan
"Kalvin aku janji tidak akan merepotkan mu soal kandungan ku ini"ucap Nanda berdiri
"Aku janji aku dan anak kita tidak akan merepotkan mu jangan marah seperti itu aku dan mama tidak bermaksud menipu mu"ucap Nanda memeluk lengan Kalvin
"Aku mohon aku hanya minta menerima anak ini bukan menerima ku"ucap Nanda lagi Kalvin menepis tangan nya
"Aku tidak ingin anak itu aku benci diri mu pergi dari hadapan ku aku tidak ingin melihat kalian berdua jangan pernah berusaha membujuk ku"ucap Kalvin suram
"Kalvin jangan seperti itu aku dan anak kita membutuhkan mu"ucap Nanda sedih
"Pergi sana"bentak Kalvin membuat Nanda menangis dia menyeka air matanya keluar dari kamar
"Aghhhh"teriak Kalvin menendang sofa itu Kalvin menarik rambut nya frutasi
"Mama"ucap Nanda memeluk Daniah
"Aku mau pulang aja Kalvin sangat marah aku takut dia menyakiti kami aku ngak bisa membujuk Kalvin "ucap Nanda sedih
"Ya sudah biar mama mengantar mu ini sudah malam"ucap Daniah merangkul Nanda lalu mereka segera pergi
####
"Landa aku sangat menyesal yg terjadi sekarang ini aku tidak tau apa yg Kalvin pikirkan menolak keras kehamilan Nanda padahal dulu saat bersama Alen dia sangat ingin menjadi seorang ayah"ucap Daniah
"Daniah kamu harus pahami Kalvin dia anak mu soal Nanda jangan khawatir aku akan menjaga nya biar kan Kalvin menenangkan diri"ucap Landa
"Aku akan sering sering berkunjung"ucap Daniah berdiri
"Nanda mama pulang dulu"ucap Daniah mencium kening Nanda lalu mengelus perut Nanda
"Sehat sehat ya sayang "ucap Daniah tersenyum lalu pergi
"Ayo sayang kamu harus istirahat"ucap Landa
"Mom aku merindu kan Kalvin mau ya temenin aku tidur"ucap Nanda memelas
"Iya momy temani"ucap Landa tersenyum lalu mereka segera menuju kamar
####
Kalvin termenung menatap langit kamar sudah 3 hari dia tidak bertemu dengan Nanda mengacuhkan Nanda tidak menjawab telpon Nanda bahkan jika Nanda menemuinya di kantor Kalvin mengacuhkan tapi nyatanya Kalvin kesepian
"Nanda sial"geram Kalvin memukul kasur nya dia benar frutasi sekarang ini tidak ada kehadiran Nanda
"Aku sangat merindukan cewek pembangkang itu sial"geram Kalvin memukul lantai karna geram dengan diri nya dia marah pada Nanda tapi rindu dengan Nanda
Entah siapa yg menyebarkan gosip jika Nanda hamil di luar nikah itu menghebohkan semua orang apa lagi video penolakan Kalvin yg memperkuat dugaan jika Nanda hamil dengan Kalvin tapi Kalvin tidak mengakui anak itu bahkan ada yg menyebarkan gosip jika awal nya Nanda wanita bayaran sering tidur dengan semua pria
"Gosip macam apa ini"ucap Landa menonton televisi
"Saya juga heran tan kenapa ada gossip seperti ini"ucap Daren datang
"Maaf tan nyelonong"cengir Daren
__ADS_1
"Soal masalah ini pasti ada yg memanfaatkan nya"ucap Landa
"Aku heran kenapa Kalvin tidak mengakui anak nya sendiri"ucap Daren
"Sebenarnya dia mengakui anak ini tapi dia tidak menerima nya padahal aku sangat merindukan nya"ucap Nanda sedih
"Jangan sedih Kalvin pasti menjemput mu"ucap Daren tersenyum
"Aku tidak peduli dengan berita itu tapi aku rindu dengan nya aku ingin Kalvin memenuhi permintaan ku"ucap Nanda sedih
"Jangan sedih aku yg akan memenuhi semua nya"ucap Daren bangga
"Beneran "ucap Nanda mendekat
"Apa kamu serius"ucap Nanda menarik jaket Daren
"Hehe iya aku serius"ucap Daren mengaruk kepalanya
"Oke jika begitu aku ingin pizza KFC martabak coklat ayam panggang minuman nya es teh hangat jus alpukat sama jus buah naga dan juga bakso"ucap Nanda
"Ehh itu permintaan apa penyiksaan "ucap Daren melotot
"Katanya tadi mau"kesal Nanda
"Iya iya apa boleh tante"ucap Daren mengaruk kepala nya
"Iya boleh"ucap Landa hanya tersenyum
"Daren aku mau semuanya ya ngak boleh kurang satu pun jika tidak aku ngak mau memakan nya"ucap Nanda
"Hah baik lah"ucap Daren menghembuskan nafasnya kasar
"Apa kamu tidak ikhlas"ucap Nanda menatap Daren
"Ikhlas ikhlas"ucap Daren tersenyum lebar dia segera pergi memenuhi permintaan Nanda
####
Kalvin kembali bermimpi dengan Alen sekarang berbeda Kalvin yg menghindari Alen dia lari tapi Alen tetap mengejarnya karna lelah berlari akhir nya Kalvin menyerah dia menatap Alen yg mendekati nya
"Apa lagi mengusik ku"ucap Kalvin nampak kesal
"Aku tidak mengusik mu tapi aku ingin mengigat kan mu saja jika kamu menyiakan Nanda aku yg akan menjemput nya "ucap Alen serius
"Aku sangat membenci mu kenapa kamu mengirimkan Nanda di kehidupan ku membuat aku tidak ingin lepas dengan nya kamu sangat menyiksa ku"geram Kalvin
"Itu urusan mu bukan urusan ku"ucap Alen
"Aku tidak peduli biar kan aku berakhir menyedihkan apa tidak ada yg mengerti dengan ku jika aku takut kehilangan Nanda aku takut kehamilan itu merenggut nya semua orang pernah tidak bertanya bagaimana aku bernafas tanpa ada Nanda hanya saja aku takut Nanda pergi takut kehilangannya "ucap Kalvin melampiaskan kemarahannya
"Itu lah kebodohan mu Kalvin kamu harus menyadari seberapa penting nya Nanda untuk mu"ucap Alen
"Biarkan aku tersiksa "ucap Kalvin
"Keras kepala "ucap Alen
Plak
"Sadar sialan"bentak Alen menampar Kalvin
Bugh
"Aww"jerit Kalvin terjatuh dari kursi nya Kalvin segera duduk
"Hah mimpi "ucap Kalvin menyentuh pipinya yg terasa panas seperti nyata Kalvin menelpon Arjun
"iya tuan"ucap Arjun masuk ke ruangan Kalvin
"Apa ada klarifikasi dari pihak nona Nanda soal gosip itu"ucap Kalvin serius
"Belum tuan dan juga 2 Minggu ini nona Nanda tidak masuk ke kantor karna terus di kejar pertanyaan ada juga dari masyarakat yg menghina benci terhadap apa yg nona lakukan"jelas Arjun
"Kosong kan jadwal saya setelah makan siang nanti"ucap Kalvin
"Maaf sebelumnya tuan tidak bisa karna makan siang nanti ada meeting bersama klien kita ini tidak bisa di tinggal kan ini menyangkut permasalahan tuan"ucap Arjun
"Baik lah kamu boleh pergi"ucap Kalvin lalu Arjun pergi Kalvin mengambil ponselnya mencari nama kontak my wife Kalvin menatap nya lalu menelpon Nanda
Dret dret
Nanda yg lagi menonton dengan cemilan nya melirik ponsel nya yg bergetar Nanda selalu makan sejak hamil lalu Nanda meraih posnel nya dia kaget saat menemukan nama Kalvin yg menelpon nya padahal setiap Nanda menelpon Kalvin selalu mematikan karna saking senangnya Nanda sampai menjatuhkan ponselnya
"Ya mati"ucap Nanda cemberut lalu melirik Amel yg memegang posnel nya Nanda segera merampasnya
"Apa dia balas dendam mematikan sambungan teleponnya"ucap Kalvin melihat nomor Nanda jadi tidak aktif lalu Kalvin melihat ibu Amel menelpon
"Hallo"ucap Kalvin datar
"Hallo"ucap Nanda kegirangan mengigit jemari nya
__ADS_1
"Ada apa menelpon ku ahh tidak maksud ku apa kamu sudah makan"tanya Nanda senyum senyum Landa hanya tersenyum menatap Nanda
"Aku ahh tidak aku makan dengan baik"ucap Kalvin menyentuh perut nya yg terasa lapar
"Kalvin aku sangat merindukanmu"ucap Nanda terdengar rengekan
"Kamu tidak mau apa menjenguk ku"ucap Nanda
"Ahh sial pintar sekali dia menggoda ku"batin Kalvin kesal
"Tidak"ucap Kalvin mengigit jemarinya
"Aku mau berbicara dengan mu soal hubungan kita dan anak kita"ucap Kalvin
"Aku takut pada Alen jika benar mengambil mu aku harus samping kan gengsi melawan rasa takut soal anak itu jadi aku akan menerima anak itu"batin Kalvin
"Hubungan kita ahh benarkah "ucap Nand berdiri dia sangat bahagia
"Eghmm maksud ku kata kan saja"ucap Nanda tersenyum lebar
"Tidak bisa di telepon aku mau bertemu dengan mu"ucap Kalvin
"Sekarang"ucap Nanda melihat penampilan nya yg berantakan
"Tidak aku ada pertemuan makan siang ini jadi apa kah aku boleh ke rumah mu saat aku pulang sore nanti"ucap Kalvin
"Tentu boleh dong meski momy tidak mengizinkan aku yg akan mengizinkan nya"ucap Nanda
"Baik lah aku akan menemui nanti"ucap Kalvin
"Sampai ketemu "ucap Kalvin lalu mematikan telepon nya Kalvin tersenyum menatap posnel nya
"Yes"teriak Nanda lalu mencium Momy nya
"Kalvin akan datang dan menemui ku dia akan membicarakan kan hubungan kami"ucap nanda kegirangan
"Siapa tau Kalvin akan membicarakan perpisahan kalian"ucap Amel
"Ighh ibu Amel kok gitu lihat lah mom menghancurkan kegirangan ku saja"ucap Nanda cemberut
"Jangan pikir kan ibu Amel percaya saja Kalvin akan membawa kabar baik"ucap Landa tersenyum
"Ya benar itu aku harus siap siap dan mandi dulu"ucap Nanda senang lalu segera ke kamarnya
"Semoga saja Kalvin mau menerima Nanda dan anak nya"ucap Landa
"Jangan khawatir pasti kabar baik karna Daniah belum bicara jika Kalvin akan menceraikan Nanda jadi kabar baik kali ini aku yakin Kalvin hanya butuh waktu"ucap Amel
"Iya kamu benar itu"ucap Landa tersenyum akan melihat anaknya bahagia
###
Nanda sudah rapi dengan dress warna putih dia sangat senang akan menunggu Kalvin pulang Nanda berpenampilan sangat cantik dan mempesona Landa hanya tersenyum melihat antusiasnya Nanda
"Masih lama Kalvin datang kamu kenapa udah siap aja"ucap Landa tersenyum
"Aku mau menunggu Kalvin di ruang tamu aku mau Kalvin saat datang melihat wajah ku"ucap Nanda tersenyum bahagia
"Ya sudah terserah kamu "ucap Landa tersenyum lalu berlalu Nanda segera menuju ruang tamu
"Ibu Amel kemana tumben ngak ada mungkin ke kantor dia sangat baik sejak aku hamil tidak memerahi ku tidak masuk kerja ahh aku senang sekali kehamilan membawa kebahagiaan ku"ucap Nanda tersenyum lalu duduk Nanda melihat ponsel nya yg tadi jatuh
"Rusak lagi ponsel ku entah sudah berapa kali aku ganti ponsel mending yg mahal meski terkena air dan jatuh ngak rusak"gumam Nanda melihat ponsel itu mati Nanda meletakkan ponsel itu lalu melirik susu di atas meja
"Tuh ibu Amel sangat baik membuat kan aku susu hamil"ucap Nanda tersenyum lalu meneguknya
"Aghhh seger dan enak"ucap Nanda kembali meneguknya sampai habis menyeka susun yg menempel di bibir nya
Huuk huuk Hoek huuk huuk
Nanda terjatuh saat terbatuk nanda muntah darah Nanda tersungkur meringis kesakitan Nanda menyentuh perut nya sakit air matanya menetes menatap nanar tangga itu semoga Landa segera sampai
"Nanda"teriak Landa menjatuhkan ponsel Landa segera lari
"Nanda Nanda kamu kenapa"ucap Landa menepuk pipi Nanda
"Aghhh ma panas aghh"lirih Nanda serak air matanya jatuh nanda kembali memuntahkan darah lalu pandangan tertutup
"Nanda Nanda"ucap Landa menepuk wajah Nanda
"Amel Amel"teriak Landa
"Ada apa"ucap Amel masuk mendekat
"Nanda aku tidak tau dia kenapa"ucap Landa panik
"Kita bawa ke rumah sakit"ucap Amel cemas melihat mulut Nanda penuh dari darah saat Amel akan mengendong Nanda dia melihat tangannya berdarah
"Nanda pendarahan"ucap Amel menatap tangannya
__ADS_1
"Bawa rumah sakit"ucap Landa membantu Amel mengankat Nanda segera menuju ke rumah sakit