Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Move On


__ADS_3

Setelah kejadian di rumahnya membuat Anang berubah sikapnya terutama dengan Via dan Sutan. Sebenarnya dari awal Via memaklumi demikian juga Sutan yang memaklumi setelah yang menyuruh dia menjaga dan jangan sampai menyakiti Via. Tapi gak menyangka aja kejadian seperti kemarin. Sejak kejadian itu teman-teman satu kelasnya jadi tahu hubungan antara Via dan Sutan. Ada yang pro dan kontra, yang kontra tentu saja sangat gak suka dan menjelekkan sebaliknya yang pro sangat mendukung hubungan mereka. Salah satu yang kontra Mirah tetangga Anang, kalo ketemu Via selalu cemberut bahkan kalo berpapasan memalingkan muka, ini terjadi pagi tadi saat Via tiba disekolah dan gak sengaja berpapasan dengan Mirah, padahal Via sudah mencoba tersenyum tuk menyapanya. Via hanya bisa mengelus dada sembari di otaknya menerawang jauh, ya sudahlah kan masih banyak yang mendukung hubungan ini. Sementara hubungan Anang dan Sutan yang teman sebangku sudah mulai lunak walaupun masih ada ketegangan diantara mereka. Setidaknya ini bisa menjadi pengobat resah buat Via, karena harusnya saling menyadari kalo semua ini tidak bisa dipaksakan, walaupun Anang masih tetap diam sama dia. Setelah sekian lama Anang tak menyapanya tapi pagi ini dia mulai tersenyum padanya, ini yang membuat Via senang karena sahabatnya mulai menyadari sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik.

__ADS_1


"Vi, kamu kenapa senyum-senyum begitu"?? tanya Sutan tiba-tiba membuat Via terkejut. " " "Eehm, tadi Anang uda mulai tersenyum padaku, mungkin dia sudah mulai memaafkanku kali ya"?? jawab Via

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan dan membuat lega Via karena sahabat tercerewetnya sudah kembali setelah beberapa minggu hanya diam setiap ketemu. Bahkan seminggu setelah kejadian itu, Anang sudah memulai pembicaraan walaupun seputar pelajaran, tapi setidaknya ada komunikasi diantara mereka. Minggu selanjutnya uda mulai banyak ngobrol bahkan bercanda seperti biasa, akhirnya tiba juga saat ini "Alhamdulillah"!! ucap Via dalam hati. Jam istirahat berbunyi Sutan mengajak Via kekantin, tapi karena kebetulan hari senin dia puasa sehingga ditolaknya ajakan Sutan, akhirnya Sutan kekantin bersama temannya karena perutnya lapar dari pagi belum sarapan. Pulang sekolah tadi, Sutan ngasih amplop ke Via, setelah ditanya dan Sutan menjawab nanti aja bukanya kalo uda dirumah. Akhirnya setelah mengganti seragam dan sholat Via membuka amplop karena dia penasaran apa isinya, ternyata setelah membukanya membuat kaget Via, karena isinya 6 lembar uang 50.000,dia kaget karena bingung uang apa ya ini, besok akan kutanyakan langsung sama orangnya sambil menutup kembali amplop tersebut dan menyimpannya kembali ke tas. Lalu dia membaringkan tubuhnya untuk istirahat sejenak sebelum memulai aktifitas kembali. Suara adzan Ashar mulai terdengar begegas dia bangun dari tidurnya kemudian mengambil air wudhu dan menunaikan sholat ashar, kemudian membantu kakaknya masak tuk persiapan berbuka, selanjutnya membersihkan peralatan bekas masak setelah itu pergi mandi karena sudah hampir maghrib. Alhamdulillah, adzan maghrib sudah berkumandang, seteguk air dingin memuaskan dahaganya, kemudian setelah makan cemilan Via bersiap hendak sholat maghrib. Abis maghrib dia mulai makan bersama keluarga kakaknya kemudian disambung sholat isya dan belajar, setelahnya bersiap untuk tidur. Sesampainya dikasur, Via tidak bisa memejamkan matanya teringat amplop tadi dan apa maksudnya, tapi sudahlah besok akan kutanyakan langsung pada Sutan, akhirnya terpejam juga matanya karena sangat lelah hari ini.

__ADS_1


__ADS_2