Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 91


__ADS_3

Gavin mengusap wajahnya kasar akhirnya pekerjaan nya selesai Gavin merenggangkan otot punggung nya lalu menutup laptopnya Gavin meraih ponselnya yg dari tadi ada pesan masuk lalu Gavin melihat ada pesan dari Nugi banyak sekali Gavin membuka nya ternyata semua foto Erin Kaynara Arin dan Nabila yg lagi bersenang senang naik wahana itu kadang Nugi memfoto ke empatnya yg lagi berbelanja


Cklek


"Gavin lihat dulu di bawah itu apa pesanan Erin apa maksud nya mama tidak mengerti"ujar Nanda masuk


"Iya ma"Gavin menyimpan laptop nya lalu turun menuju lantai bawah ada beberapa orang yg membawa banyak sekali banju baju


"Tuan Gavin"ujar nya


"Ada apa"ujar Gavin ikut keheranan


"Kami di perintah kan nona Kaynara membawa semua baju untuk istri tuan dan nona bilang biar tuan Gavin memilih nya"jelas nya


"Kaynara untuk istri saya"ujar Gavin keheranan


"Mama mengerti sekarang yg di lakukan Kaynara itu ada benar nya Gavin kita tidak kepikiran sampai di sana masak Erin memakai baju dia yg sudah usang benar kita harus memenuhi kebutuhan Erin termasuk pakaian nya kamu pilih lah untuk Erin"ujar Nanda


"Iya ma"ujar Gavin mendekat melihat lihat model baju


"Erin suka berpakaian seperti apa ya"gumam Gavin mengingat baju apa yg sering Erin pakai tapi tidak bisa tertebak karna Erin memakai baju acak


"Oke saya ingin model baju ini ini ini warna nya sedikit cerah segala model dress saya minta dengan warna berbeda dan ini ini warna kaos juga semua warna nya saja minta dan celananya"jelas Gavin memilih semua model pakaian


"Baik tuan kami akan catat"ujar nya mencatat semua yg di pesan Gavin


"Mengenai tas tuan"ujar nya Gavin mendekat lagi memilih tas yg terlihat bagus dan memilih heels dan sepatu begitu pun dengan perhiasan


"Ohh ya emm itu saya juga mau itu"pandangan Gavin tertuju model lingerie itu tapi Gavin malu mengatakan karna semua pelayan nya wanita


"Seperti nya lingerie ini bagus masuk kan dalam pesanan saya ingin membeli kan untuk menantu saya"ujar Nanda tersenyum


"Baik nyonya apa ada lagi ujar nya


"Tidak ada kalian boleh kembali nanti kami hubungan jika ada yg kurang"ujar Nanda


"Baik nyonya tuan kami akan siap kan pesanan nya jika begitu kami permisi "ujar nya lalu berlalu pergi


"Kenapa harus malu Erin istri mu tidak akan ada yg akan menertawakan mu atau menciduk mu menyentuh nya karna kalian suami istri "kekeh Nanda


"Iya ma lagian aku tidak terlalu memikirkan itu aku tidak sama sekali menyukai Erin mama tau kan dia sangat jelek "ujar Gavin


"Ya ya terserah kamu"ujar Nanda menepuk bahu Gavin lalu pergi


"Halo kalian di mana"ucap Gavin di telepon lagi menelpon Nugi


"Setelah makan tadi Arin dan yg lain mengajak Erin ke klinik kecantikan aku lagi menunggu mereka "jelas Nugi


"Kirim alamat nya"ujar Gavin mematikan sambungan telponnya dan segera pergi


Gavin masuk ke klinik kecantikan itu sudah melihat Nugi yg duduk di kursi tunggu dengan beberapa cemilan dan minuman di sediakan untuk tamu yg menunggu Gavin segera mendekat


"Kalian kenapa ada di sini"tanya Gavin serius


"Entah apa yg di buat adik adik mu pada istri mu itu"ujar Nugi terkekeh


"Kenapa ponsel Erin ada pada mu"tanya Gavin curiga


"Tadi dia menitipkan pada ku"ujar Nugi meneguk minuman nya Gavin meraih ponsel itu dengan kesal lalu melihat ada beberapa pesan termasuk pesan dari Elis


"Besok gajian Elis sudah meminta uang nya Erin pasti sangat sedih besok usaha nya satu bulan harus di berikan pada Elis"batin Gavin


"Heh kenapa malah bengong apa yg kamu temukan"tanya Nugi penasaran


"Bukan urusan mu"ujar Gavin ketus memasukan ponsel Erin ke saku celananya


"Wah kebetulan banget ada kak Gavin"ujar Nabila keluar bersama Kaynara wajah mereka terlihat lebih cerah


"Apa sudah selesai"ujar Nugi tersenyum


"Iya kak"ujar Nabila tersenyum lalu Arin merangkul Erin mereka keluar dengan tersenyum melihat Gavin


"Gimana"ujar Nabila tersenyum melihat Gavin seketika melirik Nugi ada tatapan aneh di mata Nugi tersenyum misterius bukan Gavin tidak mengerti tatapan itu sangat jelas terlihat oleh Gavin jika Nugi mengagumi


"Mau di percantik atau tidak tetap jelek tidak menarik lagian wanita itu lebih menarik jika dia tidak gatal pada pria lain"ketus Gavin

__ADS_1


"Nona nanti datang seminggu sekali agar jerawat di wajah nona Erin berangsur menghilang "ujar dokter ke cantikan itu


"Tenang saja nanti kami yg akan jadwal kan"ujar Kaynara


"Aku tidak peduli dengan nya"ujar Gavin santai


"Dan ingat jangan urusi aku kamu mengerti"ujar Gavin acuh melangkah tapi Kaynara melangkah menahan dada Gavin


"Enak saja main pergi bayar dulu dan juga bayar uang yg istri kak Gavin keluarkan aku yg meminjamkan nya dan sekarang kak Gavin harus bayar 2 kali lipat"ujar Kaynara


"Ya ampun kamu menjadi kan nya bisnis"ujar Gavin mengeluar kan ponsel


"Berikan no rekening nya biar aku transfer nanti"ujar Gavin


"Di sana jangan lupa juga uang ku di ganti"ujar Kaynara santai


"Iya iya"ujar Gavin melangkah keluar setelah membayar Gavin segera pergi


"Hallo bisa bertemu "ujar Gavin ditelpon


"Cafe Z aku menunggu di sana"ujar Gavin mematikan sambungan teleponnya


"Mas Gavin kok gitu banget sih"ujar Erin menghela nafasnya


"Tidak apa ayo kita pulang capek"ujar Kaynara


"Ya udah ayo kita pulang"ujar Nugi tersenyum mereka segera pergi


###


Gavin menunggu di cafe Z dengan menikmati kopi nya Gavin menunggu kedatangan Elis karna Gavin akan melunasi semua hutang nya Erin biar Erin tidak ada beban


"Aku jadi teringat masa-masa indah kita kamu menunggu ku"ujar Elis tersenyum lalu Elis meraih tangan Gavin


"Tidak malu kamu"sinis Gavin membuat Elis harus menarik tangan nya


"Aku mengajak mu bertemu ingin melunasi hutang istri ku"ujar Gavin


"Kenapa"ujar Elis serius


"Apa kamu mencintai nya "tanya Elis serius


"Itu bukan urusan nya mau aku setiap hari memukul nya atau menyakiti nya itu bukan lagi urusan kalian"ujar Gavin serius


"Cepat lah aku tidak banyak waktu "ucap Gavin malas segera menyelesaikan urusan hutang itu


####


"Kay kami pulang ya"ujar Nabila saat sampai di kediaman Adiwinata


"Iya sampai jumpa besok "ucap Kaynara mobil Nugi segera melaju


"Kay bukan nya Gavib menyusul kalian"ucap Nanda mendekat


"Iya ma tapi kak Gavin pergi seperti ada urusan "ujar Kaynara


"Erin ayo ikut mama ada yg ingin mama bicara kan"ucap Nanda menatap Erin


"Bicara apa ma"ujar Kaynara menatap mama nya


"Jika masalah pihak butik itu karna aku menyuruh mereka bukan kesalahan Erin"ujar Kaynara


"Kay naik ke atas mama mau bicara sama Erin"ucap Nanda


"Tapi ma"ucap Kaynara membantah


"Kay ayo naik"ujar Nanda dengan terpaksa Kaynara naik ke lantai atas


"Ayo Erin"ujar Nanda mengajak Erin duduk


"Apa aku membuat kesalahan ma"lirih Erin


"Apa soal aku menghabiskan uang ma maafkan aku lain kali aku tidak akan lakukan lagi"ujar Erin takut


"Tidak bukan itu"ujar Nanda tersenyum lalu duduk di samping Erin

__ADS_1


"Mama mengerti orang tua mu meninggal sejak kamu kecil jadi tidak ada yg bisa memberi tau mu soal kewajiban dan tugas mu tapi mama akan memberi tau mu"ujar Nanda tersenyum


"Maksud mama"ujar Erin


"Erin mama mengerti Kaynara adalah sahabat mu kalian juga baru berjumpa tapi Kaynara tetap lah ipar mu sekarang kamu mempunyai suami yg harus kamu penuhi kewajiban pada suami mu kamu tidak boleh mengacuhkan nya seperti itu apa pun alasan nya kamu harus lebih utamakan suami kamu dan mengurus dan melayani nya dengan baik"jelas Nanda


"Maksud mama aku melakukan kesalahan karna mengacuhkan mas Gavin"ujar Erin menyesal


"Kamu hanya tidak tau kewajiban bukan salah"ujar Nanda tersenyum


"Maafkan aku ma aku akan lebih mengutamakan mas Gavin"ujar Erin tersenyum


"Iya kamu istirahat di kamar pasti hari ini sangat melelahkan "ucap Nanda tersenyum


"Iya ma makasih "ucap Erin tersenyum lalu melangkah ke lantai atas


🌙🌙🌙


Keluarga lagi melangsungkan makan malam mereka semua menatap kelakuan Gavin yg selalu menolak Erin melayani nya makan bahkan saat Erin duduk di samping nya Gavin pindah duduk di samping Kaynara dan Erin hanya makan dengan diam


"Gavin kamu tidak boleh seperti itu terhadap istri mu sudah baik dia mau melayani mu makan"tegur Kalvin


"Aku tidak mau pa di layani oleh nya"ketus Gavin, Kalvin ingin bicara lagi tapi Nanda menahan nya


"Biarkan Gavin mengatur diri nya sendiri dia seakan marah pada Erin yg mengacuhkan nya terkadang keangkuhan itu menyulitkan diri sendiri "bisik Nanda membuat Kalvin tidak mengerti


"Kak baik dikit sama Erin kak Gavin ngak boleh seperti itu sama Erin"ketus Kaynara melayangkan tatapan tajam


"Dengar ya aku tidak mau dia layani aku tidak senang dengan diri nya dan kamu Erin tidak usah urusin aku kamu terserah deh mau melakukan apa mau sama Kaynara kek mau tidur dengan Kaynara kek terserah aku tidak peduli "ujar Gavin kesal


"Baik lah"ujar Erin mengangguk mengerti


"Biarkan saja itu bentuk keangkuhan Gavin "bisik Nanda saat Kalvin ingin bicara


"Tapi jika hubungan mereka semakin renggang bagaimana"bisik Kalvin membuat Nanda tersenyum


"Pria yg menginginkan istri nya sudah pasti tidak ada jarak dari mereka apa lagi Erin ini jelek anak mu jijik sendiri tapi jika dia ingin Erin bersama nya maka yakin lah Gavin mengubah jarak mereka"bisik Nanda


"Tapi aku ngak yakin"ujar Kalvin


"Udah percaya kan saja sama anak dan manti mu"bisik Kalvin . Setelah makan malam Gavin kembali ke kamarnya dan Erin mencuci piring nya meski Nanda melarang nya tetap saja Erin melakukan itu, setelah mencuci piring Erin kembali ke kamarnya


"Heh kamu ngapain malah balik ke sini"ketus Gavin menatap Erin


"Mau tidur"jawab Erin binggun


"Sana aku tidak ingin tidur dengan mu dan tidak ingin melihat wajah mu"geram Gavin


"Baik lah"ujar Erin melangkah keluar


Tok tok


"Kay Kaynara"ujar Erin mengetuk pintu Kaynara


"Ada apa"ujar Kaynara membuka pintu


"Aku mau tidur dengan mu mas Gavin ngak mau tidur dengan ku "ujar Erin keheranan


"Ya udah ayo masuk"ujar Kaynara mengajak Erin masuk dan menutup pintu


"Aku heran kenapa mas Gavin seperti itu aku tidak buat salah apa lagi membuat nya marah"gumam Erin berbaring berfikir keras


"Kak Gavin emang gitu jangan terlalu di pikirin"ujar Kaynara memeluk guling


"Mungkin benar kata mu"ujar Erin menghembuskan nafasnya kasar lalu memejamkan matanya


"Aku tidak akan terpengaruh oleh nya"kesal Gavin dari tadi kerjaan nya bolak balik mengubah posisi tidur


"Sial banget sih kenapa tidak bisa tidur"Gavin menendang selimut nya dengan kesal mengubah volume AC nya menjadi sangat dingin dan menuju selimut memejamkan matanya tapi Gavin tidak bisa tidur dengan nyaman


"Aghh aku ingin memeluk cewek jelek itu sialan aku ingin mencium leher nya"geram Gavin menendang selimut nya lagi


"Tahan gavin ada apa dengan mu kenapa kamu ingin selalu bersama cewek jelek itu tahan kendalikan diri mu apa kata orang nanti jika kamu terus nempel"gumam Gavin lalu menuju kamar mandi membasuh wajahnya kembali lagi ke kasur


"Sial aku tidak bisa menahan nya"Gavin sangat marah meninju kasur itu dengan rasa kesal

__ADS_1


"Aghh aku tersiksa"teriak Gavin frutasi dia mengacak rambutnya frustasi Gavin tidak mengerti kenapa jiwa nya menggelora seperti ini saat Erin jauh dari nya Gavin merasa kan kehilangan saat lama tidak bersama Erin


__ADS_2