
Setelah Landa menanyakan kesehatan Nanda dan desakan Nanda akhirnya dokter mengizinkan Nanda pulang tapi tetap nanti setelah Nanda sudah sangat pulih di anjurkan dokter kembali untuk check up Nanda mengizinkan itu tidak lupa juga dokter memberi Nanda obat penambah darah serta vitamin untuk Nanda dan Nanda harus tetap istirahat total
"Maaf kak sebelum nya kenapa kakak pulang ke sini"tanya Lin hati hati
"Hanya rindu suasana rumah ini Lin"ucap Nanda tersenyum kecil
"Kak aku ngak bisa temani kakak ada kuliah "ucap Lin
"Ya sudah jika kamu mau berangkat "ucap Landa
"Lin nanti jika ketemu sama Kalvin bilang ngak tau keberadaan ku"ucap Nanda
"Iya kak aku berangkat dulu"ucap Lin mencium tangan Nanda dan Landa lalu berlalu
"Momy pulang dulu kamu istirahat saja dulu"ucap Landa menyerah kan ponsel baru pada Nanda
"Jika ada apa apa hubungin momy"ucap Landa
"Iya mom"ucap Nanda
"Momy pulang"ucap Landa memeluk Nanda lalu mencium kening Nanda setelah itu pergi.Nanda berdiri tertatih menuju kamar nya lalu berbaring menatap langit kamar itu yg sepi dan sunyi Nanda meneteskan air mata nya menyentuh perut nya
Landa keluar dari mobil segera masuk ke rumah ada Amel duduk di ruang tamu melihat Amel Landa ikut duduk dia meneguk jus di depan nya
"Nanda bagaimana"tanya Amel
"Dia udah baikan ingin sendiri jadi sementara waktu Nanda berada di rumah Lin "ucap Landa
"Hah Nanda juga menyalahkan Kalvin atas kejadian ini aku yakin Kalvin tidak akan melakukan ini dia tidak mau bertemu dengan Kalvin"ucap Landa menghembuskan nafasnya kasar lalu Landa menatap Amel
"Bagaimana soal penyelidikan mu"tanya Landa meneguk jus itu lagi Amel mulai bercerita soal kemarin
Flashback
Amel tidak membiarkan pelaku nya bisa kabur begitu saja Amel bersama Aron bertanya pada bodyguard apa ada orang asing yg masuk mereka tidak melihat orang asing yg masuk karna tidak menemukan jawaban Amel dan Aron meriksa bagian dalam rumah Amel menatap meja ruang tamu sebelum mereka berangkat ke rumah sakit Amel sempat melihat ada gelas tapi gelas itu sudah tidak ada
"Aron lihat rekaman cctv nya"ucap Amel pelan Aron segera ke lantai atas
"Semuanya berkumpul"teriak Amel dengan kuat dengan segera mereka berkumpul
"Saya mau tanya"ucap Amel serius melipat tangannya ke belakang
"Siapa yg membersihkan darah di sini serta gelas yg ada di meja ini"tanya Amel serius dengan mondar-mandir mereka semua diam karna tidak tau
"Jika kalian tidak mau mengaku saya tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini dengan mudah apa lagi jika saya sampai menemukan bukti Aron sudah meriksa cctv nya"ucap Amel
"S...s..saya Bu"ucap nya takut mengankat tangan
"Kemari kamu"ucap Amel merah padam wanita itu dengan pelan maju
"Berani kamu meracuni nona Nanda"ucap Amel mengcengkram dagu wanita itu
"Saya tidak melakukan nya Bu"ucap nya ketakutan
"Lalu kenapa kamu mengambil gelas itu hah"ucap Amel marah
"Setelah ibu Amel dan nyonya pergi saya di suruh mbak Nini meletakkan susu itu di meja itu karna nona ingin minum susu dan setelah keributan itu mbak Nini menyuruh saya membersihkan itu"ucap nya takut
"Siapa Nini"ucap Amel mengingat nama pelayan lalu dia ingat wajah wanita itu
"Mana Nini"ucap Amel lalu Aron datang
"Ibu saya sudah mendapatkan rekaman nya ada seorang pelayan bertemu seseorang di belakang rumah dia juga membuat susu itu menyuruh pelayan ini meletakkan di meja ini"ucap Aron
"Kurang ajar di mana dia"ucap Amel
"Setelah kejadian itu dia sudah kabur"ucap Aron
"Ayo kita cari dia sampai dapat"ucap Amel mereka segera pergi
"Saya sudah memerintahkan anak buah saya mencari wanita itu yg bernama Nini Bu"ucap Aron di mobil
"Apa sudah menemukan keberadaan nya"ucap Amel
"Iya Bu saya sudah mendapatkan alamat nya"ucap Aron
"Bagus itu"ucap Amel tidak sabar membantai wanita itu,Aron segera mengemudi ke rumah Nini
"Ibu Amel itu rumah nya"ucap Aron saat mereka akan keluar Amel melihat orang itu membawa Nini
"Itu mereka membawa Nini"ucap Amel menunjuk mobil itu yg melaju
"Ayo cepat kejar"ucap Amel, Aron segera melaju kan mobil itu yg menghindari mobil mereka membuat mobil Amel ketinggalan sangat jauh
"Sial kemana mobil itu"ucap Amel melihat sekitar jalan itu tidak menemukan mobil
__ADS_1
"Bu itu mobil tadi"ucap Aron melihat mobil itu terparkir Amel dan Aron segera keluar dari mobil
"Seperti nya mereka ke hutan mobil nya sudah kosong"ucap Aron
Dor
"Suara tembakan "ucap Amel menatap Aron mereka berdua segera berlari lalu mereka terhenti saat melihat Nini dengan tangan terikat sudah terjatuh dengan luka tembak di kepala nya
"Kurang ajar"ucap Amel menatap pelakunya
"Semoga Nanda baik baik saja"ucap nya tersenyum puas lalu berlalu
"Kurang ajar Hakim sengaja membunuh Nini biar kejahatan nya terkubur"ucap Amel geram
"Berarti keracunan yg di alami nona Nanda itu tuan Hakim pelaku nya"ucap Aron
"Siapa lagi jika bukan dia tidak ada alasan lain membunuh Nini selain ingin menutupi kejahatan nya"ucap Amel
"Sebaiknya kita pulang "ucap Amel dan berlalu pergi bersama Aron
Flashback end
"Jadi pelaku nya Hakim"ucap Landa
"Bukti tidak kami dapat tapi dari Hakim membunuh Nini sudah di pastikan jika pelaku keracunan itu Hakim"ucap Amel
"Hah mereka tetap menganggu keluarga ku jika Nanda tau maka dendam itu tetap berlanjut apa lagi jika sampai Daniah dan Kalvin tau mereka pasti menuntut"ucap Landa
"Aku juga binggun mau membalas mereka bagaimana"ucap Amel
"Sudah biarkan mereka kita harus jelaskan pada Nanda jika bukan Kalvin pelaku nya setidaknya untuk memperbaiki hubungan Nanda dan Kalvin"ucap Landa
"Aku akan jelaskan semuanya nanti pada Nanda "ucap Amel
###
Setelah pulang kerja karna tidak ada Landa menelpon jadi Kalvin menuju rumah sakit dia tidak mendengar kabar Nanda.Kalvin keluar dari mobil segera masuk rumah sakit menuju ruangan Nanda yg ternyata sudah kosong, Kalvin kembali ke tempat resepsionis itu
"Pasien atas nama Nanda SKY di rawat kemana"tanya Kalvin
"Bentar ya tuan saya cek dulu"ucap nya lalu melihat laporan
"Sudah pulang tadi siang tuan"ucap nya
"Pulang"ucap Kalvin keheranan dia segera pergi
"Mom di mana Nanda kenapa pulang tidak memberi tau ku"ucap Kalvin
"Kalvin maafkan momy tidak memberi tau mu Nanda tidak ada di sini"ucap Landa
"Momy yakin kamu bisa menemukan Nanda"ucap Landa tersenyum lalu berlalu
"Nanda sengaja menghindari ku jika tidak ada di sini kemana Nanda apa Momy sengaja menyembunyikan nya di rumah ini"ucap Kalvin melangkah gontai menuju mobilnya lalu masuk
"Ya rumah orang tua angkat nya"ucap Kalvin baru ingat dia segera memutar mobil nya menuju rumah Lin butuh waktu 30 menit Kalvin sampai
Tok tok tok
"Kak Kalvin"ucap Lin mengintip dari jendela Nanda yg tadi duduk di kursi itu beranjak pelan bersembunyi di balik pintu
. Cklek
"Kak Kalvin"ucap Lin tersenyum
"Apa Nanda ada di sini"tanya Kalvin serius
"Kak Nanda tidak kak memang nya kak Nanda tidak ada di rumah Momy"ucap Lin
"Tidak ada,baikan jika tidak ada aku pulang dulu"ucap Kalvin berbalik kembali masuk mobil dan pergi Nanda bersender di pintu itu memeluk lutut nya menangis
"Aku yakin kak Nanda bisa lewati ini semua"ucap Lin memeluk Nanda yg sangat rapuh
"Kemana Nanda sebenarnya"ucap Kalvin mengusap wajahnya kasar lalu Kalvin melaju kan mobil nya ke rumah Danu
"Ngapain di sini"ucap Danu duduk di depan Kalvin
"Aku tidak tau Nanda kemana"ucap Kalvin tidak semangat
"Buat apa cariin Nanda lagi toh dia juga tidak mengandung anak mu"ucap Danu santai
"Aku mau memperbaiki hubungan ku dengan nya yg sangat jauh apa aku salah itu"ucap Kalvin
"Sudah lah aku tidak ingin ikut campur masalah mu"ucap Danu acuh
"Teman macam apa sih ngak mau bantu teman "ucap Kalvin menatap Danu marah
__ADS_1
"Baik lah baik lah Nanda berada di rumah orang tua angkat nya dia butuh waktu karna mengira ancaman mu saat itu benar dia menyalahkan kamu yg meracuni nya"ucap Danu acuh
"Dari mana kamu tau"ucap Kalvin datar
"Baru aja aku pulang menemani Dewi menemui Nanda"ucap Danu
"Kamu istirahat besok datang lagi ke rumah itu jika sekarang kamu tidak akan bisa bertemu dengan Nanda"ucap Danu
"Harus menunggu lagi*ucap Kalvin berdiri dan pergi
"Tuan kenapa kasih tau Kalvin sih"ucap Dewi kesal
"Kamu ingin yg terbaik untuk Nanda sama aku juga ingin yg terbaik dengan Kalvin yg terbaik untuk mereka ya mempertemukan mereka"ucap Danu santai
"Ahh ternyata tuan baik juga"ucap Dewi tersenyum memegang wajah Danu gemas Danu memegang tangan Dewi menatap mata Dewi membuat Dewi tersipu malu
####
Semalam Kalvin tidak tidur menunggu datangnya pagi Kalvin ingin memperbaiki hubungan nya dengan Nanda , Kalvin menyiapkan diri nya apa yg akan Nanda lakukan pokok nya Kalvin tetap harus diam biarkan Nanda melampiaskan kemarahannya Kalvin harus bisa membujuk Nanda
"Kalvin udah mau berangkat kerja"tanya Daniah
"Iya ma"ucap Kalvin
"Tidak mau sarapan dulu "ucap Daniah
"Tidak usah ma"ucap Kalvin segera pergi
Tujuan Kalvin rumah Lin saat sampai Kalvin tidak mengetuk pintu sudah pasti Nanda tau kedatangan nya jika Kalvin mengetuk pintu tapi jika Kalvin menunggu sampai kapan dia tidak sabar bertemu dengan Nanda
Tok tok
"Kak Kalvin "ucap Lin tersenyum
"Aku mau ketemu Nanda"ucap Kalvin pelan
"Itu emm itu"Lin meneguk ludah nya melihat tatapan Kalvin
"Siapa Lin datang sepagi ini"ucap Nanda keluar dari kamar dia terkejut kedatangan Kalvin sepagi ini bahkan biasa nya Kalvin bangun pagi melihat mereka bertatap Nanda berlalu ke dapur
"Mau berbohong lagi"ucap Kalvin datar
"Tidak kak"ucap Lin mengaruk kepalanya Kalvin segera masuk dan Lin menutup pintu menuju kamar
"Kak Nanda aku mau berangkat kuliah dulu ada kelas pagi"ucap Lin menatap Nanda yg ada di dapur
"Hati hati"ucap Nanda singkat lalu Lin segera pergi Kalvin berjalan menuju Nanda
"Aku mau bicara pada mu"ucap Kalvin
"Bicara saja aku sibuk"ucap Nanda mengaduk telur nya karna dia ingin menggoreng telur membuat sarapan
"Maafkan aku"ucap Kalvin pelan Nanda diam menghentikan aktivitas nya
"Maafkan aku atas apa yg aku lakukan pada mu dan maafkan aku soal penolakan itu"ucap Kalvin tanpa sadar Nanda menjatuhkan air matanya lagi mengepal kan tangannya
"Tidak perlu meminta maaf anak itu juga sudah tidak ada"ucap Nanda berusaha tetap tegar
"Apa kamu memanfaatkan ku"ucap Kalvin
"Tidak perlu meminta maaf"ucap Nanda tanpa menatap Kalvin masih membelakangi Kalvin
"Aku kah kamu kembali lagi pada ku kembali lah ke rumah bersama ku"ucap Kalvin menyentuh lengan Nanda tapi Nanda menepis nya lalu berbalik
"Aku membenci mu jangan tunjukkan wajah mu pada ku"ucap Nanda datar menunjuk wajah Kalvin
"Nanda saat itu aku hanya marah mengatakan itu"ucap Kalvin
"Marah kamu bilang tapi kamu melakukan nya dengan meracuni aku"ucap Nanda menahan amarahnya
"Apa aku sekejam itu tega membunuh darah daging ku aku hanya emosi saat itu aku trauma pada kehamilan sejak kematian Alen yg mati dengan keadaan hamil"ucap Kalvin
Plak
"Jangan membawa nama Alen atas kesalahan mu"ucap Nanda tajam menampar wajah Kalvin
"Tidak puas kah kamu membuat aku menderita "ucap Nanda mengcengkram baju Kalvin
"Apa kamu kurang puas hah"teriak Nanda lalu memukuli Kalvin dengan amarah nya Kalvin diam saja membiarkan kan Nanda melampiaskan kemarahannya
"Aku melakukan itu takut kehilanganmu"ucap Kalvin memegang tangan Nanda
"Kalian tidak pernah tau apa yg aku rasa aku trauma atas kematian Alen aku merasa amat sakit di tinggal oleh nya kamu tidak tau bagaimana aku berjuang mengembalikan hati ku yg hancur hanya bisa menerima mu kamu tidak tau takut nya aku kehilanganmu"ucap Kalvin lalu berlutut memeluk Nanda
"Aku sungguh minta maaf tolong maafkan aku"ucap Kalvin memeluk erat kaki Nanda
__ADS_1
"Aku membenci mu hiks hiks hiks"Nanda memukuli Kalvin lalu terduduk
"Maafkan aku"ucap Kalvin menangkup wajah Nanda lalu memeluk nya tangis Nanda pecah di pelukan Kalvin melampiaskan perasaan nya dengan tangis nya di dada Kalvin,Nanda menangis sesenggukan memeluk Kalvin erat Nanda rapuh jadi dia butuh pegangan supaya bisa bangkit