Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Episode 142


__ADS_3

Farhan tersenyum dia mengelus rambut Laura.


"Kamu sangat cantik sih sehingga memikat hati aku." ucap Farhan.


Laura tersenyum.


"Jujur saja aku mencintai kamu sebelum aku tau kalau kamu adalah pemilik Pita merah itu." ucap Farhan.


"Aku mencintai kamu karena kamu sangat Baik dan aku membantu ku." ucap Laura.


Farhan mencium pipi Laura.


"Seandainya kita tidak gengsian mungkin kita tidak Akan lama saling membenci." ucap Farhan. Laura tersenyum dia memeluk suaminya.


Cukup lama mereka berdua duduk bersama di balkon.


Sampai Laura ketiduran di pangkuan Farhan yang mengelus badan nya.


Dia merasa sangat nyaman itu sebab nya dia tertidur.


"Sayang! Sayang! kamu masuk ke dalam aja gih di sini sangat dingin." ucap Farhan pada istri nya. namun Laura tidak menjawab nya.


Farhan mencoba menggerakkan badan Laura namun sudah tidak terasa lagi oleh nya.


"Huff bisa-bisa nya dia tidur di sini." ucap Farhan. lagi dan lagi dia menggendong Laura ke kasur.


."Hummm aku mau tidur sama kamu mas " rengek Laura.


Farhan pun naik ke kasur. Dia memeluk istrinya dan berselimut karena lumayan sangat dingin.


Keesokan harinya Farhan Pamit pada istri nya untuk mengantarkan dan membantu Vina. Laura sedikit keberatan namun Farhan janji Akan pulang lebih awal setelah kerjanya selesai.


Laura akhirnya mengijinkan dan membiarkan suami nya pergi. Sementara dia sendiri Ke Kantor nya.


Baru saja sampai di kantor dia di sambut oleh semua staf.


"Selamat Pagi Bu.." sapa Staf. dengan wajah tersenyum Laura menjawab nya.


"Pagi juga. Semangat yah kerja nya." ucap Laura. Semua nya menginyakan.


Laura terkejut saat melewati Lobby dia melihat pria yang tidak asing bagi nya.


"Davit!" ucap Laura. Davit yang tidak sadar Laura sudah datang mendengar suara Laura dia langsung berdiri.


"Akhirnya kamu datang juga." ucap Davit.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Laura.


Davit mendekati Laura.


"Aku mau bicara sama kamu, tapi jangan berbicara di sini." ucap Davit. Laura menoleh ke kiri dan kanan nya sangat banyak orang memandang tidak suka pada Davit.


Mau bagaimana pun mereka sudah tau bagaimana mantan pacar nya bos mereka dari dulu saja mereka sudah tau.


"Aku sangat sibuk aku tidak mempunyai waktu." ucap Laura.


Davit memegang tangan Laura tapi tiba-tiba Rendi datang sehingga Laura langsung melepaskan nya.

__ADS_1


"Pagi ini kita ada meeting." ucap Rendi pada Laura.


"Baiklah! Kamu duluan saja." ucap Laura. Rendi Mengangguk.


"kamu lihat sendiri kan aku sangat sibuk." ucap Laura.


"Temui aku Besok di pinggir danau kalau kamu mau aku akan pergi sekarang." ucap Davit.


"Aku Besok tidak bisa." ucap Laura lagi.


"Aku Akan menunggu di sana!" ucap Davit


"Kalau ada yang mau di bicarakan, bicarakan saja sekarang!" ucap Laura.


"Aku tunggu kamu di sana Besok sore." ucap Davit dan pergi begitu saja.


Laura melihat Davit yang semakin jauh.


"Huff apa lagi yang mau di bicarakan oleh nya." batin Laura.


Di parkiran tiba-tiba seseorang menyerang Davit dari belakang.


Dia sangat terkejut ternyata itu adalah Rendi.


"Kenapa loe melakukan ini?" tanya Davit.


"Jangan coba-coba melakukan hal buruk pada Laura! Dan jangan pernah temui dia lagi!" ucap rendi.


Davit tertawa.


Tapi tiba-tiba Rendi menumbuk wajah Davit.


"Aku tidak bercanda! Jauhi Dia. Kamu tau dia sudah punya suami." ucap Rendi.


"Cihhhh tidak usah berlindung dengan kata-kata itu, bilang saja loe cemburu kan?" tanya Davit. Rendi langsung menaik kan kerah baju Davit.


"Dasar pria tidak tau malu!" ucap Rendi pada Davit.


Namun tiba-tiba handphone Rendi berdering dari Laura meminta nya datang ke ruangan nya.


"Awas loe!" ancam Rendi mendorong Davit dan pergi meninggalkan nya.


Davit memegang pipinya yang terasa sangat sakit dan membenarkan Kemeja nya dan masuk ke dalam mobil.


"Pria akan seperti itu ketika tidak mendapatkan wanita yang di cintai nya, namun aku akan terus berjuang sampai aku mendapat kan Laura kembali." ucap Davit dan pergi meninggalkan perusahaan Laura.


Di tempat lain Farhan baru saja menjemput Vina ke Rumah nya.


"Assalamualaikum!" sapa Farhan.


"Walaikumsalam Tuan muda! Silahkan masuk. Seperti nya dokter Vina Masih siap-siap di atas." ucap Bibik. Farhan tersenyum sambil mengangguk.


Tidak beberapa lama Vina turun Seketika dia sangat senang melihat Farhan sudah ada di bawah


"Farhan!" ucap Vina. Farhan menoleh ke arah Vina sambil tersenyum.


"Ayo kita berangkat!" ajak Farhan.

__ADS_1


"Tapi aku belum sarapan!" ucap Vina.


"Ya sudah sarapan dulu." ucap Farhan.


"Kamu juga sarapan yok." ajak Vina.


"Aku sudah Makan kok dari rumah." ucap Farhan.


"Iyah lah sekarang Tuan muda sudah ada yang ngurusin tidak seperti dulu lagi sering sakit karena terlambat makan Terus." ucap Bibik.


Farhan tersenyum sementara Vina langsung bad mood.


"Bagaimana kabar istri Tuan muda?" tanya Bibik.


"Alhamdulillah sehat-sehat selalu." ucap Farhan.


Vina jadi diam dia langsung Makan sendiri. Setelah selesai makan mereka pun berangkat.


"Loh kamu gak bawa mobil sendiri?" tanya Farhan. Karena Vina masuk ke dalam mobil nya.


"Aku sangat lelah membawa mobil sendiri, supir ku sedang sakit, kamu bantuin aku yah." ucap Vina dengan nada yang membujuk.


Farhan menghela nafas panjang.


"Humm baiklah." ucap Farhan. mereka pun segera pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit, banyak yang akan di urus.


Waktu nya makan siang, Laura menelpon Farhan.


"Mas Farhan kemana sih, dari tadi di telpon gak di jawab Mulu!" ucap Laura kesal.


Dia pun menelpon Deni .


"Halo Den! Kamu lagi di mana?" tanya Laura.


"Aku sedang istirahat nih di kantin bersama Ida, ada apa?" tanya Deni.


"Aku mau tanya. Apa Mas Farhan sudah kembali ke Kantor?" tanya Laura.


"Oohhh! Tuan mengabari aku dia masih sibuk mengurus keperluan dokter Vina." ucap Deni.


"hummm baik lah kalau begitu. Terimakasih yah info nya." ucap Laura dan mematikan sambungan telepon.


"Kenapa begitu Lama yah? Pada kan itu pasti tidak memakan waktu seharian juga." ucap Laura.


"Hayooo lagi mikirin apa? Dari tadi aku lihat bete Mulu!" ucap Rendi yang baru saja datang.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2