Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 97


__ADS_3

Kaynara bersiap akan ke kampus dia membawa beberapa buku kuliah nya memasukkan ke tas dukung Kaynara sempat menoleh ke arah mama nya dengan tatapan dingin setelah itu Kaynara keluar dari kamar nya kebetulan Kalvin ingin masuk ke kamar


"Kay apa mama mu sudah bangun"tanya Kalvin tapi Kaynara berlalu begitu saja


"Kaynara papa bertanya"ujar Kalvin mengikuti Kaynara tapi Kaynara berlalu pergi sampai dia keluar dari rumah Kalvin hanya mematung dengan keras kepala anak nya itu


"Meniru siapa anak itu sangat keras kepala"kesal Kalvin berbalik pergi masuk ke kamar Kaynara melihat Nanda masih tidur dengan pulas


"Sayang sayang"ujar Kalvin mengelus kepala Nanda


"Eghmm aku bangun telat lagi"Nanda menggeliat pelan duduk memeluk Kalvin


"Anak kamu sudah pergi kuliah tanpa sarapan"ujar Kalvin membuat Nanda mendongak


"Apa"ujar Nanda


"Kenapa kamu biarin "ujar Nanda


"Kamu tau kan keras kepala nya itu seperti apa aku tanya saja dia tidak menjawab nya"ujar Kalvin


"Kan benar Kaynara itu tidak ingin di jodohkan sama Nugi kita batalkan saja"ujar Nanda


"Sayang Kaynara nanti akan terbiasa sendiri lihat kita dulu awal nya terpaksa dan akhirnya bahagia dan lihat Gavin sekarang mereka bahagia Kaynara hanya butuh waktu tidak ada yg aku percaya menjaga Kaynara selain Nugi"ujar Kalvin membuat Nanda terdiam


"Aku merasa semakin jauh dengan Kaynara sejak perjodohan ini"ujar Nanda lirih


"Nanti Kaynara nya bosan sendiri kamu tenang saja"ujar Kalvin memeluk Nanda


###


Kaynara berjalan masuk kampus dia juga meninggalkan ponselnya tidak peduli orang yg menelpon nya lalu ada Arin yg menghampiri Kaynara


"Kak Kay"sapa Arin tapi Kaynara pokus berjalan ke depan


"Kay tunggu"Nabila meraih tangan Kaynara


"Apaan sih"kesal Kaynara menepis tangan Nabila


"Kamu kenapa sih ini hanya perjodohan saja kamu marah lagi tidak jelas jika kamu tidak menceritakan keadaan bagaimana aku bisa tau"Nabila jadi kesal dengan tingkah Kaynara


"Hanya kamu bilang"tajam Kaynara


"Kalian itu tidak pernah tau cerita hidup ku tidak paham yg aku rasa jadi tidak usah menilai soal perjodohan ini kecil atau pun besar karna kalian tidak mengerti yg aku rasa perjodohan ini hanya makin membuat aku menderita makin membuat aku tersiksa"ujar Kaynara mendorong Nabila


"Jangan ikut campur masalah ku"ujar Kaynara berlalu pergi


"Kak Nabila kak Kay nya kenapa kok dia marah seperti itu terlihat dari tatapan nya"ujar Arin


"Dia marah dan murka gara gara di paksa di jodohkan sama kak Nugi semalam dia marah besar bertengkar lagi sama papa nya"jelas Nabila


"Apa kak Kay di jodohkan sama kak Nugi"ujar Arin kaget


"Iya om Kalvin sangat memaksa Kaynara menerima perjodohan ini"ucap Nabila


"Yang aku kesal dari Kaynara dia selalu ingin minta di mengerti dan di pahami bagaimana kita bisa mengerti dan paham keadaan nya jika dia tidak cerita yg dia rasakan"ucap Nabila pusing


###


Nanda tidak bisa pokus berkerja di kantor apa lagi ponsel Kaynara di tinggalkan nya di rumah membuat Nanda benar cemas dengan keadaan Kaynara


"Kak kok sembarang gini sih kerja nya"ujar Lin masuk menunjuk kan laporan yg kacau balau


"Aku cemas mengenai Kaynara dia kembali lagi seperti dulu gara gara di paksa di jodohkan sama Nugi"ujar Nanda menceritakan kejadian semalam


"Aku merasa Kaynara itu mencintai seseorang yg suaranya ada di rekaman earphone nya"ujar Nanda


"Lalu tanya kan kita cari pria itu"ujar Lin


"Kata Kaynara dia sudah meninggal"ujar Nanda


"Mungkin saja Kaynara itu masih sangat mencintai pria itu tidak bisa melupakan nya sehingga dia menolak keras perjodohan itu"ujar Lin


"Iya tapi kamu tau kan Kalvin itu sangat keras kepala sama dengan Kaynara aku berharap jika benar ada nya Kaynara mencintai orang itu Nugi bisa jadi pengganti nya"ujar Nanda berharap

__ADS_1


"Semoga saja sekarang kak Nanda kerja yg pokus nanti aku tanya kan pada Arin mengenai Kaynara di kampus "ujar Lin


"Iya"Nanda tersenyum menatap Lin dan segera pergi


Dret dret


"Hallo"ujar Nanda mengangkat telpon nya


"Selamat siang "ujar nya


"Iya siang"ujar Nanda


"Ini dengan orang tuanya Kaynara"ucap nya


"Iya benar saya mama nya ada apa dengan anak saya"ujar Nanda cemas


"Kami dari kepolisian bu anak ibu kami tangkap karna memukuli orang di jalan"ujar nya


"Apa, memukuli orang di jalan"ujar Nanda kaget


"Baik pak saya akan ke sana"ujar Nanda mematikan sambungan telponnya dan pergi


"Kita lihat jika orang tua mu kemari apa kamu masih belaga sok jagoan anak manis"ujar nya tersenyum


"Pak saya mau dia di penjara kasih pelajaran enak saja dia main pukul orang "ujar nya sinis


"Heh ibu pikir saya ini buta saya lihat ibu tadi mau mencopot saya hanya memberi ibu pelajaran sekalian saya melampiaskan kekesalan saya"ujar Kaynara angkuh


"Lihat pak betapa sombong nya anak ini saya mencopet tuduhan macam apa itu"ujar nya


"Duduk lah nanti orang tua mu datang"ujar polisi itu menatap Kaynara


"Alah saya tidak peduli mau datang kek mau ngak kek saya tidak peduli itu"ujar Kaynara sinis


"Jaga sikap anak manis"ucap nya menepuk pipi Kaynara


"Ohh maaf pak"Nanda segera mendekati Kaynara


"Nyonya Nanda"replek polisi itu berdiri


"Ini anak nyonya"tanya nya di angguki Nanda


"Ohh maaf sekali nyonya tadi kami menerima laporan jika anak nyonya memukuli ibu ini"ujar nya


"Bu maaf kan atas kesalahan anak saya ya bu saya akan ganti rugi"ujar Nanda tidak enak


"Boleh boleh nyonya"ujar nya tersenyum dia akan mendapat kan uang


"Saya akan siap kan pembebasan nya nyonya"ujar polisi itu menyuruh ibu itu tanda tangan dan Kaynara juga tanda tangan Nanda segera membayar ganti rugi nya


"Maaf sekali bu atas kelakukan anak saya maaf juga merepotkan bapak polisi nya"ujar Nanda tidak enak sedangkan Kaynara sudah berlalu pergi


"Iya nyonya tidak apa"ujar kedua nya Nanda segera pamit lalu masuk mobil


"Kay kamu buat mama cemas aja"ujar Nanda merasa lega Kaynara menyenderkan kepalanya di jendela mobil menatap keluar


"Kay kamu masih marah"tanya Nanda menyentuh bahu Kaynara tapi Kaynara engan mengatakan apa apa dia masih diam membisu


"Kamu belum makan kan ayo kita makan"ujar Nanda mengelus kepala Kaynara yg hanya diam sungguh sakit rasanya di diam kan anak seperti ini Nanda hanya dapat menghembuskan nafasnya kasar


"Terserah mama saja mengatur kehidupan ku"ujar Kaynara lirih menolak ke samping mobil menatap jalanan Nanda segera melaju kan mobil nya


"Mama dan papa minta maaf Kay kami hanya ingin yg terbaik untuk mu"ujar Nanda


"Terbaik untuk ku apa ma aku menderita dengan perjodohan ini aku sakit aku tersisa aku sudah berusaha memaksa kan diri nyatanya apa aku tidak bisa menikah dengan orang yg tidak sama sekali aku cintai dan mama dan papa bilang yg terbaik apa terbaik menyiksa ku begitu "Kaynara kesal meninju sembarang mobil itu memijit kepalanya


"Apa pernah mama dan papa paham yg aku rasa bertahun tahun aku berusaha bertahan hidup sekarang jangan hancur kan kehidupan ku aku enggan untuk hidup jadi terserah mama dan papa ingin hidup ku seperti apa"lirih Kaynara dia menunjuk kan kekecewaan terhadap Nanda


"Maafkan mama sayang"lirih Nanda dia menyesal kenapa tidak dapat memahami Kaynara kali ini


####


"Kesal banget mas Gavin tidak datang sampai aku selesai "kesal Erin keluar dari klinik kecantikan itu mengeluarkan ponselnya

__ADS_1


"Percuma deh kamu mau mempercantik diri mu tetap aja kamu itu jelek"ujar Martha mendekat


"Aku heran apa yg kamu berikan pada Gavin cantik aku kamu cih jelek sekali"sinis Martha


"Aku ini berpendidikan memang nya kamu lulusan apa dan aku seorang dokter lah kamu apa heran deh aku sama kamu apa itu karna Gavin takut pada orang tua nya hhmm jika begitu aku mau goda Gavin aja siapa tau dia benar takut aja pada orang tua nya secara dia tidak mungkin menyukai mu"sinis Martha


"Erin"panggil Nanda membuat kedua nya kaget


"Ma"Erin tersenyum kecil pada Nanda


"Tadi Gavin menelpon menyuruh mengajak mu pulang kebetulan mama menjemput Kaynara kita bareng yuk pulang"ujar Nanda


"Iya ma"Erin berjalan bersama Nanda pergi


"Jangan pernah berani berani nya menghina kakak ipar ku apa lagi mengancam nya atau aku sendiri yg akan memberi mu pelajaran "tajam Kaynara menatap Martha tajam lalu berlalu pergi


"Ighh ada apa sih dengan mereka kenapa malah membela wanita jelek itu"geram Martha


"Kita sebelum pulang makan dulu kebetulan Kaynara juga belum makan ngak apa kan Erin"ujar Nanda masuk mobil


"Iya ma ngak apa "ujar Erin tersenyum Nanda segera melaju kan mobil nya


Mereka tengah makan siang di restoran menikmati makan siang dengan damai Kaynara hanya diam saja meski Erin bertanya pada nya Kaynara menikmati makan nya


"Erin kamu tidak boleh diam saja saat ada yg menghina mu apa lagi mengancam mu"ujar Nanda


"Kamu harus bisa melindungi keluarga kamu sendiri terutama suami kamu"ujar Nanda


"Iya ma lain kali aku akan lawan"ujar Erin tersenyum


"Kay kamu menemukan lamaran itu"ujar Erin membuat Kaynara melepaskan sendok nya dengan kasar menatap Erin tajam


"Tidak usah di bahas"ujar Kaynara dingin lanjut makan


"Erin jangan membahas hal sensitif ya maklum singa kita lagi terluka jadi gampang emosi"ujar Nanda mengelus tangan Erin membuat kedua nya tertawa lalu lanjut makan


"Erin udah selesai ayo ikut dengan ku"ajak Gavin mendekat


"Kebetulan ada Gavin kamu pulang sama Gavin aja kami mau pulang dulu"ujar Nanda tersenyum keluar dari restoran itu dan pergi


"Ayo"ajak Gavin merangkul Erin mereka segera pergi dari sana.Gavin mengajak Erin ke kantor tentu Erin senang bisa bertemu dengan teman teman nya yg malah jadi acuh pada nya


"Mas kok ngak enak ya bertemu sama mereka yg malah acuh pada aku"ujar Erin meletakkan tasnya


"Tau kamu jika ngak enak di acuhkan "ujar Gavin tersenyum


"Mereka pasti takut sama mas Gavin makan nya mas Gavin senyum dikit kek sama mereka "ucap Erin menyentuh bibir Gavin


"Ngapain senyum "kekeh Gavin


"Senyum ku hanya untuk mu"ujar Gavin tersenyum mencium kedua tangannya Erin


"Ayo mas Gavin cinta sama aku ngaku deh aku tau mas Gavin mencintai ku"ujar Erin tersenyum membuat Gavin salah tingkat


"Tidak percaya diri banget kamu"ujar Gavin menatap ke arah lain


"Alah masih mau gelak aja jika mas Gavin tidak mencintai ku kenapa mas Gavin mempertahankan ku sedangkan ada yg lebih baik dari aku ya itu Martha"ujar Erin


"Ya aku tidak mencintai nya lagi"ujar Gavin cepat


"Iya karna mas Gavin mencintai ku kan iya kan"Erin tersenyum meraih tangan Gavin


"Ngak usah malu mas ungkapan saja aku senang dengar nya aku pun belajar mencintai mas Gavin bahkan ya aku senang di samping Mas Gavin"ujar Erin tersenyum mencium kedua tangan Gavin


"Sungguh "ujar Gavin tersenyum lebar di angguki Erin


"Jika udah tau kenapa masih bertanya"ucap Gavin memeluk pinggang Erin


"Aku hanya ingin mendengar pengakuan mas Gavin"ucap Erin tersenyum


"Martha kadang membuat aku cemas akan kehilangan mas Gavin "ujar Erin menatap Gavin


"Ada yg dia lakukan "tanya Gavin dan Erin menceritakan nya

__ADS_1


"Kurang ajar berani nya dia ayo kita temui dia dan memberi nya pelajaran"kesal Gavin tapi Erin menahan nya


"Mas biarin aja aku hanya butuh mas Gavin aja mas Gavin ini sama dengan Kaynara ngak bisa sabar menghadapi masalah"Erin meletakkan kepalanya di dada Gavin mencium singkat tangan Gavin dan mengarahkan Gavin memeluk nya Gavin merasa hangat dia mencium kepala Erin mengeratkan pelukannya


__ADS_2